6 Daftar Makanan yang Dipantang untuk Pengidap Psoriasis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Psoriasis adalah kelainan kulit kronis yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak sel kulit secara tak terkendali. Akibatnya, orang yang mengalami psoriasis akan mengalami bercak merah dan membuat kulit bersisik. Biasanya kondisi ini disertai dengan rasa gatal, terbakar, dan juga nyeri. Supaya tak kambuh, sebaiknya perhatikan daftar pantangan makanan untuk penderita psoriasis berikut ini.

Pantangan makanan untuk penderita psoriasis

Berikut berbagai pantangan makanan untuk penderita psoriasis yang seharusnya Anda hindari, supaya gejala tidak muncul.

1. Daging merah

makan daging merah

Daging merah mengandung lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fat) yang disebut asam arakidonat. Asam lemak yang satu ini dapat membuat gejala psoriasis makin parah karena bisa memicu radang di dalam tubuh.

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah juga dapat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit serius seperti kanker, jantung, hingga gagal ginjal. Untuk itu, hindari segala jenis daging merah seperti daging sapi, kambing, dan juga kerbau.

2. Produk susu dan olahannya

Susu Pasteurisasi, Baik atau Buruk Untuk Kesehatan?

Produk susu juga mengandung asam arakidonat, senyawa yang menjadi pemicu peradangan alami di dalam tubuh. Selain itu, susu sapi juga mengandung protein kasien yang terbukti dapat memicu peradangan.

Untuk itu, usahakan untuk menghindari berbagai produk susu dan olahannya seperti susu, keju, dan juga yoghurt saat psoriasis sedang menyerang tubuh.

3. Tanaman nightshade

makan terong saat hamil ibu hamil makan terong

Tanaman dari keluarga nightshade seperti cabai, terong, tomat, kentang, dan juga paprika disebut-sebut dapat memicu gejala psoriasis semakin parah. Dikutip dari Prevention, kelompok tanaman ini mengandung solanin, yaitu senyawa kimia yang telah terbukti memicu rasa sakit pada sebagian orang.

Beberapa orang dengan psoriasis bahkan merasa jika menghindari kelompok sayuran ini, gejala psoriasisnya justru stabil bahkan berkurang. Lain halnya ketika mengonsumsinya, kondisi peradangan di kulit sebagian orang menjadi semakin parah.

4. Gluten

diet bebas gluten

Para peneliti di Portugal menemukan fakta bahwa orang dengan sensitif terhadap gluten, cenderung mengalami gejala yang lebih ringan setelah menjalani diet bebas gluten. Namun, hal ini masih belum bisa disimpulkan secara ilmiah karena belum banyak terbukti.

Hati-hati, menghindari produk yang mengandung gluten seperti roti putih dapat meningkatkan berat badan. Sedangkan berat badan berlebih bisa memperparah kondisi psoriasis Anda. Oleh sebab itu, Anda bisa mengurangi produk karbohidrat olahan yang mengandung gluten untuk menjaga berat badan tetap ideal.

5. Makanan olahan yang dibekukan

memanaskan makanan

Makanan olahan yang dibekukan seperti pizza dan lainnya menandakan proses pengolahan yang berlapis. Menurut Lisa Cimperman, RDN, juru bicara di Academy of Nutrition and Dietetics menyatakan bahwa makanan ini dapat memicu peradangan di dalam tubuh.

Pasalnya, ada banyak gula dan tepung olahan di dalamnya. Selain itu, makanan kemasan yang mengalami proses pengolahan berlapis juga dapat dengan mudah meningkatkan senyawa pemicu peradangan di dalam tubuh.

6. Alkohol dan soda

mitos tentang minuman beralkohol

Meskipun bukan termasuk ke dalam golongan makanan, alkohol dan soda dapat memperparah psoriasis. Jerry Bagel, MD, seorang dokter kulit di Amerika menyatakan bahwa mengonsumsi lebih dari segelas alkohol dalam sehari dapat memperlebar pembuluh darah.

Akibatnya, memicu keluarnya sel darah putih termasuk sel T yang berperan dalam terjadinya psoriasis. Sementara soda mengandung kadar gula yang tinggi dan dapat memicu obesitas.

Saat mengalami obesitas, ada molekul tertentu yang dikeluarkan sel lemak yang bisa membuat psoriasis makin memburuk. Selain itu, menurut para peneliti di Harvard University, gula juga dikenal dapat meningkatkan reseptor peradangan dalam tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca