Panduan Memilih Sabun Muka Terbaik untuk Wajah Berjerawat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Rutin cuci muka penting untuk membantu menjaga kebersihan kulit yang berjerawat. Namun, memilih sabun muka untuk si empunya jerawat tak bisa sembarangan. Salah pilih produk besar kemungkinannya malah tidak berefek apa pun atau justru memperparah jerawat yang sudah ada. Tak perlu bingung, berikut panduan memilih sabun muka untuk jerawat.

Cara memilih sabun muka untuk jerawat

sabun penghilang bau badan

Ada banyak sekali produk sabun muka di pasaran yang menawarkan efek-efek menjanjikan. Namun, telitilah dalam membeli produk sabun muka yang tepat agar hasilnya pun memuaskan Anda. Berikut berbagai pertimbangan sebelum membeli produk sabun muka untuk jerawat:

Tekstur dan jenis sabun

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat membeli sabun muka untuk jerawat adalah tekstur dan jenisnya. Apakah Anda mau yang dalam bentuk busa, gel, pasta, atau bar (batangan).

Pilihlah sesuai kenyamanan Anda. Apa pun jenisnya, formulanya sudah disesuaikan dan tentu saja aman untuk Anda jika produk yang dibeli tepat. Selain itu, Anda juga bisa memilih apakah Anda ingin sabun yang mengeluarkan banyak busa atau tidak.

Biasanya sabun pembersih tanpa busa cenderung tidak membuat kulit kering. Sebaliknya, sabun yang berbusa banyak seringnya membuat kulit jadi lebih kering.

Jika kulit Anda sudah kering akibat obat jerawat yang digunakan, sebaiknya pilihlah sabun pembersih yang tidak berbusa. Namun kembali lagi, semuanya tergantung pada kenyamanan Anda.

Setelah menentukan tekstur dan jenis sabun muka yang nyaman untuk Anda, baru kemudian berlanjut ke pertimbangan lainnya.

Pilih bahan aktif yang tepat

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan saat membeli sabun muka untuk mengatasi jerawat adalah kandungan bahan aktifnya.

Menurut dokter kulit di Kanada, Sandy Skotnicki, MD., asam salisilat dan benzoil peroksida merupakan bahan aktif utama yang sebaiknya ada dalam sabun untuk jerawat. Berikut beberapa bahan aktif lainnya yang dianjurkan untuk mengobati jerawat:

Asam salisilat

Asam salisilat membantu mencegah pori tersumbat dengan mengelupas kulit mati yang menempel secara efektif. Selain itu, bahan aktif yang satu ini juga mengandung antiradang sehingga bantu redakan jerawat yang memerah.

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida termasuk salah satu yang bisa membunuh bakteri penyebab jerawat, menghilangkan minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati. Setelah mencuci muka, kulit akan bersih dan terhindar dari sumbatan pori.

Sodium sulfacetamide

Sodium sulfacetamide bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu pada kulit yang bisa menyebabkan jerawat.

Selain itu, obat ini juga dapat membunuh bakteri penyebab jerawat dan membuka pori-pori kulit. Bahan ini juga bekerja dengan menghilangkan lapisan atas sel kulit mati.

Alpha hydroxy acid (AHA)

AHA merupakan kandungan dalam sabun cuci muka yang bisa mengatasi jerawat dengan mengangkat sel kulit mati. Selain itu, AHA juga bekerja mengurangi peradangan pada jerawat.

Sabun muka untuk jerawat yang mengandung AHA juga membantu merangsang pertumbuhan kulit baru sehingga lebih halus. Pori-pori dan bekas jerawat juga akan tersamarkan saat rutin menggunakan sabun cuci muka yang mengandung alpha hydroxy acid.

Emolien

Untuk menjaga kulit tetap terhidrasi, pilihlah sabun muka yang mengandung emolien. Emolien bertugas menahan kelembapan di kulit seperti petrolatum, lanolin, minyak mineral, seramida, dan gliserin.

Jangan gunakan sabun pembersih yang membuat kulit serasa gatal dan ketarik. Pasalnya, sabun cuci muka jenis ini membuat serpihan kulit berkumpul di tepi pori dan memerangkap minyak di dalamanya.

Tidak mengandung pewangi

Untuk kulit berjerawat, sebaiknya hindari pembersih wajah yang mengandung pewangi tambahan. Pasalnya, pewangi tambahan justru bisa membuat peradangan pada kulit menjadi semakin buruk. Oleh karena itu, semakin kuat aroma harum dari sabun pembersih wajah, semakin Anda perlu berhati-hati sebelum membelinya.

Pembersih berbahan ringan yang tidak mengiritasi justru biasanya tidak berbau. Untuk itu, kurangi risiko iritasi pada jerawat dengan memiliki sabun cuci muka yang tidak berbau.

Diformulasikan khusus wajah

Jerawat tak hanya muncul di wajah tetapi bisa juga di punggung, bokong, dan bagian tubuh lainnya. Nah jangan samakan sabun jerawat yang digunakan untuk tubuh dengan muka. Pilihlah sabun yang memang diformulasikan khusus untuk membersihkan dan merawat kulit wajah.

Kulit wajah dan kulit badan memiliki ketebalan yang berbeda. Kulit wajah tentu lebih tipis dibandingkan dengan kulit tubuh. Oleh karena itu, produk sabun yang dipakai tentu saja perlu dibedakan meski sama-sama berjerawat.

Sabun untuk badan biasanya memiliki kadar deterjen yang lebih tinggi. Jika produk ini digunakan untuk wajah, hal ini bisa mengiritasi kulit wajah yang sensitif dan membuatnya terlalu kering.

Ketika kulit wajah terlalu kering, kelenjar minyak justru akan memproduksi minyak berlebihan. Akibatnya, bukannya memperbaiki kondisi wajah sabun muka yang digunakan malah bisa membuat jerawat semakin subur.

Berapa kali harus mencuci muka jika sedang jerawatan?

memilih pembersih wajah

Dilansir dari Mayo Clinic, idealnya wajah yang berjerawat dicuci dua kali sehari. Cucilah wajah di pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Gunakan sabun pembersih yang tepat agar jerawat tidak semakin parah. Mencuci muka terlalu sering dengan sabun untuk jerawat sama sekali tak mempercepat penyembuhan. Hal ini malah bisa memperburuk jerawat terlebih jika Anda menggosok wajah terlalu keras.

Hindari menggosok area yang berjerawat dengan kencang saat mencuci muka. Pasalnya, jerawat yang sedang meradang bisa pecah, berdarah, dan malah terinfeksi. Gosok wajah pelan-pelan dan bilas perlahan dengan air hingga tidak ada busa yang tersisa.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2020 | Terakhir Diedit: November 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca