Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Kudis atau scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei. Seperti apa ciri-ciri kudis dan bentuk gangguan kesehatan apa yang umumnya dialami? Simak dalam pembahasan mengenai ciri dan gejala scabies (kudis) berdasarkan jenis dan perkembangan penyakitnya berikut ini!

Tanda-tanda dan gejala scabies berdasarkan jenisnya

Gejala scabies seringkali dianggap sebagai impetigo atau eksim. Namun, infeksi kulit karena tungau ini memiliki perbedaan dengan gejala penyakit kulit menular lainnya.

Gejala kudis juga tidak langsung muncul setelah tungau masuk ke dalam jaringan kulit. Bagi orang yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi tungau, tubuh membutuhkan waktu cukup lama untuk bereaksi sampai memunculkan gejala. Tungau penyebab scabies rata-rata akan berinkubasi dulu selama 2-6 minggu sampai akhirnya memperbanyak diri di dalam kulit.

Anda bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali dalam waktu lama, tapi tetap bisa menularkan scabies kepada orang lain melalui kontak fisik yang dekat dan berkepanjangan.

Namun, jika ini adalah kali kesekian Anda mengaami kudis, gejala bisa lebih cepat muncul.

1. Gejala kudis secara umum

Tanda bahwa tungau sudah aktif bertelur di dalam kulit adalah munculnya papula atau lubang-lubang kecil berukuran 0,1-1 cm, biasanya pada bagian lipatan kulit.

Ciri scabies ini sulit dikenali karena berlangsung di dalam kulit. Sementara untuk gejala kudis di permukaan kulit biasanya ditandai dengan ruam berupa bintik-bintik merah yang menonjol (bintil) yang kerap di temukan pada bagian:

  • sela-sela jari
  • di bawah ketiak
  • area pinggul
  • sekitar pergelangan tangan
  • bagian dalam siku
  • telapak kaki
  • sekitar payudara
  • sekitar organ kelamin laki-laki
  • bokong
  • siku

Selain itu, bagian kulit lainnya yang lembab akibat sering tertutup pakaian ketat atau perhisaan juga lebih rentan untuk terinfeksi tungau.

Sebelum bintil kemerahan muncul, reaksi pertama tubuh atas infeksi tungau adalah timbulnya rasa gatal. Gangguan ini bisa sangat mengganggu karena rasa gatal terkadang bisa sangat tidak tertahankan sehingga mengganggu waktu istirahat atau membuat penderitanya kesulitan tidur.

Akibat terlalu sering menggaruk bagian kulit yang terdampak bisa mengalami iritasi, kulit bisa menjadi kering dan mengelupas.

2. Gejala kudis pada bayi

Anak-anak dan bayi juga dapat mengidap penyakit kulit menular ini, bahkan kudis bisa menyebar luas sehingga menutupi sebgaian besar kulitnya. Lantas, apakah terdapat perbedaan antara gejala kudis pada orang dewasa dengan anak-anak dan bayi?

Sama halnya dengan orang dewasa, ciri-ciri scabies pada anak juga ditandai dengan munculnya bintil-bintil merah yang menyebar. Bedanya, gejala kudis pada anak-anak atau bayi paling sering ditemukan pada bagian telapak tangan dan kaki serta kulit kepala.

Infeksi tungau di kulit bisa sangat mengganggu kenyamanan si kecil. Akibatnya, mereka menjadi lebih rewel, menurun nafsu makannya, atau kesulitan tidur.

3. Ciri scabies nodular

Menurut studi yang dipublikasikan dalan Current Infectious Disease Reports, 7 persen dari seluruh kasus scabies merupakan scabies nodular. Dibandingkan jenis scabies lainnya bentuk nodul pada scabies nodular lebih bulat dengan terkstur yang lebih halus.

Ciri scabies ini ditandai dengan nodul atau bintil berukuran 2-20mm yang muncul pada area kulit yang sangat tipis, yaitu:

  • sekitar genital
  • bokong
  • pangkal paha
  • ketiak

4. Ciri scabies berkrusta

Scabies berkrusta yang juga dikenal dengan nama Norwegian scabies adalah kondisi di mana terdapat ribuan hingga jutaan tungau yang menginfeksi kulit. Oleh sebab itu, bentuk gejala kudis ini begitu parah dan sangat menular.

Jenis scabies ini biasanya ditemukan pada orang yang mengalami kondisi penurunan sistem imun secara drastis seperti pada penderita HIV atau penyakit autoimun , setelah menjalani pengobatan kemoterapi, imunosupresan, atau cangkok organ.

Ciri dari scabies berkrusta ditandai dengan gejala yang disebut dermatitis psoriasisformis seperti:

  • Bintil-bintil berwarna putih mengerak di kulit.
  • Permukaan kulit bersisik.
  • Distribusi gejala bisa menyebar ke seluruh tubuh.
  • Rasa gatal yang tak tertahankan.
  • Menurunnya kondisi kesehatan tubuh.

5. Ciri komplikasi scabies

Menggaruk bagian kulit yang terdampak secara terus-menerus dapat memecah lapisan kulit pelindung sehingga kulit menjadi rentan terinfeksi oleh bakteri yang berasal dari lingkungan luar tubuh. Salah satu penyakit komplikasi yang berisiko muncul adalah impertigo.

Kondisi impertigo terjadi ketika bakteri strep (streptococcus) menginfeksi permukaan kulit sehingga menyebabkan munculnya ruam merah berisi cairan. Ruam merah ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Namun, paling sering terjadi di sekitar hidung, mulut, area sekitar tangan dan kaki.

Setelah pecah, ruam tersebut akan membuat kulit berkerak kuning dan cokelat.

Kapan perlu memeriksakan gejala kudis ke dokter?

gejala ciri scabies kudis

Jika Anda mengalami ciri scabies seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, segeralah periksakan diri ke dokter kulit. Pasalnya, belum ada obat tanpa resep atau OTC yang bisa diperoleh di apotek yang berguna untuk mengatasi penyakit ini. Pengobatan medis masih mejadi satu-satunya langkah paling efektif dalam mengatasi kudis.

Di samping itu, terdapat juga peluang bahwa Anda bisa salah mengenali gejala kudis dengan penyakit psoriasis, eksim, atau dermatitis. Dengan diagnosis pasti dari dokter, Anda bisa menjalani  cara pengobatan dan perawatan kulit yang terdamapak scabies dengan tepat.

Seperti apa tanda scabies sudah sembuh?

Melalui pengobatan medis serta penerapan langkah pencegahan yang tepat, gejala scabies secara bertahap akan mereda dalam waktu 2-4 minggu. Meskipun bintil-bintil merah sebagian besar telah menghilang, biasanya rasa gatal tetap terasa selama beberapa minggu ke depan.

Pada tahap awal pengobatan, tak jarang gejala kudis pun malah bertambah parah. Hal ini menandakan bahwa infeksi tungau tengah bereaksi melawan pengobatan. Sebaliknya, jika Anda gejala tak kunjung membaik sekalipun telah menjalani pengobatan, Anda perlu kembali lagi memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan memberikan pengobatan scabies lain yaitu pengobatan sistemik yang mengombinasikan penggunaan obat oral dan obat topikal. Segera hubungi dokter di pusat layanan kesehatan terdekat, ketika ciri scabies menunjukkan:

  • Munculnya ruma kulit baru di bagian tubuh yang berbeda.
  • Peradangan pada bagian tubuh lain yang tidak sembuh dalam waktu lama.
  • Terjadinya pembengkakan di bagian kulit yang meradang yang disertai rasa sakit.
  • Demam tinggi di atas 38 derajat Celsius

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 menit baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 8 menit baca

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 7 menit baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 6 menit baca
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 7 menit baca
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 menit baca