6 Cara Tepat untuk Mengatasi Diare pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/02/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bayi dan anak kecil sangat rentan terserang diare. Diare pada anak kecil umumnya cenderung melemahkan sehingga mereka tidak bisa bebas bermain dan belajar dengan nyaman. Gejala diare yang parah pun bahkan dapat sampai menyebabkan anak dehidrasi. Lantas, cara apa saja yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi diare pada anak di rumah? Baca ulasan selengkapnya di sini.

Beragam cara mengatasi diare pada anak di rumah

Gejala diare biasanya dapat sembuh sendiri dalam 1-2 hari. Meski begitu, diare pada anak mungkin saja malah bertambah parah jika Anda tidak mendampinginya dengan beragam cara mengatasi penyakit tersebut.

Nah, agar tidak salah langkah berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda coba lakukan untuk meredakan diare pada anak di rumah:

1. Berikan minum yang banyak

dampak air mineral bagi tubuh

Anak kecil yang sedang diare biasanya lebih sering rewel karena kehausan. Namun pada beberapa kasus, diare yang parah justru membuat anak jadi malas minum.

Terlepas dari anak sedang haus atau tidak, penting untuk rutin memberikannya minum air putih sering-sering jika sedang diare. Memberikannya banyak minum air putih dapat mengatasi atau mencegah dehidrasi yang sering terjadi pada anak saat diare.

Jangan lupa untuk tetap memerhatikan kebersihan air minum yang Anda berikan untuk si kecil. Pastikan air minumnya berasal dari air bersih dan matang agar tidak meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Namun, jangan memberikan jus buah pada anak yang diare. Frank Greer, MD, menjelaskan pada situs Baby Center, meski mengandung air, vitamin, dan mineral, jus cenderung memicu sakit perut sehingga dapat memperparah kondisi anak.

Jangan pula berikan air putih untuk bayi yang usianya kurang dari 6 bulan. Bagi bayi, cara paling ideal untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya adalah dengan pemberian susu. Maka itu…

2. Jangan hentikan pemberian ASI

menyusui saat liburan

Bila anak masih menyusui, jangan hentikan pemberian ASI. Melanjutkan pemberian ASI adalah cara terbaik untuk mengatasi diare serta mencegah dehidrasi pada bayi dan anak hingga usianya 2 tahun.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, ASI adalah sumber energi yang aman diberikan pada anak yang sakit karena nutrisinya mendukung proses penyembuhan dari penyakit.

Laktosa yang terkandung dalam ASI pun tidak menyebabkan diare bertambah parah. Selain itu, ASI mengandung antibodi yang berasal dari tubuh ibu yang dapat memperkuat kekebalan tubuh bayi.

3. Selingi air putih dengan pemberian oralit

gelas minum bayi

Selain dengan air putih, pemberian oralit bisa jadi cara yang cepat untuk mengatasi diare pada anak kecil di atas usia 6 bulan.

Oralit adalah obat untuk menggantikan kadar elektrolit dan cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Oralit tersedia dalam bentuk obat serbuk yang harus dilarutkan dengan air atau dalam bentuk cairan siap minum.

Anak yang berusia kurang dari 1 tahun dapat diberikan oralit sebanyak 50-100 ml, sementara anak di atas 1 tahun bisa diberikan sebanyak 100-200 mililiter. Namun orangtua mungkin perlu menyendokkan larutan sedikit-sedikit ke mulut anak jika ia belum terbiasa minum sendiri dari gelas. Oralit mampu mengembalikan kadar cairan tubuh dalam 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Oralit bisa dibeli di toko obat atau apotek. Meski demikian, Anda juga bisa membuat larutan ini sendiri sebagai cara mengatasi diare pada anak di rumah. Anda cukup mencampurkan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dapur ke dalam satu gelas air bersih yang matang.

Jika Anda masih ragu menentukan dosis oralit pada anak, jangan ragu untuk konsultasi pada dokter.

4. Berikan ia makan dalam porsi kecil

mpasi makanan bayi

Diare dapat menurunkan nafsu makan anak. Meski begitu, anak tetap harus makan untuk mencukupi asupan nutrisinya dan mengisi ulang tenaganya supaya tidak terus-terusan merasa lemas.

Agar anak mau makan, Anda dapat mengakalinya dengan memberikan makanan dalam porsi lebih kecil namun sering. Memberi makanan langsung dalam porsi banyak justru bisa memicu perutnya jadi lebih sakit.

Jadi, daripada si kecil makanan dalam porsi besar untuk 3 kali sehari, lebih baik berikan ia makanan yang padat kalori sebanyak 6 kali sehari.

5. Pilih makanan yang mudah dicerna

manfaat pisang

Jika anak sudah mulai terbiasa makan makanan padat, Anda harus lebih hati-hati lagi memilih makanan untuknya. Cari tahu dulu apa makanan yang baik untuk anak saat diare dan mana makanan yang sebaiknya dihindari saat buang-buang air.

Makanan yang baik untuk mengatasi diare pada anak adalah makanan yang teksturnya lembut, padat kalori, dan mudah dicerna. Anak yang sudah mulai MPASI atau makanan padat dapat diberikan bubur nasi tanpa santan, pisang tumbuk, wortel rebus yang lunak, atau daging ayam, ikan, atau sapi rebus yang disuwir-suwir.

Sementara itu, hindari memberikan makanan yang tinggi serat. Makanan tinggi serat bisa membuat feses anak justru melunak sehingga diarenya jadi semakin parah. Maka saat anak masih diare, jangan dulu berikan ia makan brokoli, pir, dan sawi.

Hindari juga makanan yang mengandung lemak tinggi dan yang digoreng dengan minyak. Makanan seperti ini bisa memberatkan kerja usus sehingga memperlambat proses penyembuhan.

Perhatikan juga pilihan makanan tertentu jika anak punya alergi atau intoleransi. Pasalnya, makanan yang memicu sistem imun bereaksi berlebihan pun bisa membuat diarenya jadi lebih parah.

6. Berikan obat diare sebagai solusi terakhir

obat diare mencret bayi

Jika berbagai cara rumahan di atas tidak juga berhasil mengatasi diare pada anak, jangan tunda periksakan si kecil ke dokter. Apalagi jika anak sudah berhari-hari mengalami diare tanpa perubahan kondisi.

Dokter mungkin dapat meresepkan obat diare yang aman untuk anak dan rencana perawatan lebih lanjut.

Jangan memberikan si kecil makanan atau minuman lain di luar yang dianjurkan sebelum usianya menginjak 6 bulan tanpa saran dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ada berbagai penyebab diare, termasuk infeksi bakteri. Tidak hanya satu jenis, bakteri penyebab diare pun berbeda-beda. Cari informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Diare, Health Centers 12/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit GERD adalah

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit