Serangan Asma? Ini Tanda-Tanda dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Asma eksaserbasi akut atau serangan asma adalah kemunculan gejala secara tiba-tiba yang memburuk dalam waktu cepat. Kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi berbahaya dan mengancam nyawa.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab, gejala awal, serta pertolongan pertama kondisi ini. Jadi, bila Anda atau orang lain mengalaminya dapat melakukan pengobatan dengan cepat dan tepat.

Penyebab serangan asma (eksaserbasi akut)

asma alergi bulu binatang

Penyebab pasti dari asma yang kambuh itu sendiri belum diketahui. Namun, dikutip dari Mayo Clinic yang terjadi adalah otot-otot saluran napas mendadak menegang. Tidak hanya itu saja, saluran napas jadi meradang dan membengkak ketika terpapar oleh faktor pemicunya.

Setiap orang mungkin memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda. Apalagi kalau Anda mempunyai sistem kekebalan tubuh yang cukup sensitif ketika terpapar oleh pemicu serangan asma. Beberapa yang paling umum di antaranya:

  • Serbuk sari dari bunga, pohon, dan rumput.
  • Bulu binatang dan kecoa.
  • Asap rokok, asap kendaraan, dan pembakaran sampah, dan polusi udara.
  • Berada di tempat yang dingin.
  • Asam lambung naik karena penyakit GERD.
  • Kondisi psikologis atau kesehatan mental yang tidak stabil karena stres berat.
  • Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat.
  • Debu dan jamur yang berterbangan di udara lalu terhirup.
  • Sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu, sinusitis, rhinitis kronis, dan bronkitis.
  • Obat antinyeri seperti aspirin dan ibuprofen, hingga obat beta blocker untuk penyakit jantung.
  • Tempat kerja tertentu yang mengharuskan pekerjanya terpapar polusi udara dan zat kimia setiap hari.

Berhubung ada banyak sekali faktor pemicu serangan asma, maka cara terbaik untuk menentukan penyebab pastinya adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Jadi, jangan hanya menduga-duga satu dari beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas.

Gejala serangan asma yang paling umum

gejala serangan asma

Ketika terjadi serangan asma, gejala yang bisa terjadi adalah batuk serta kesulitan untuk bernapas. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernapasan Anda. Selain itu, kondisi asma eksaserbasi akut juga memiliki empat tanda khas yang meliputi:

  • Mengi parah, yaitu suara siulan lirih atau bunyi “ngik-ngik” ketika Anda mengambil dan mengembuskan napas.
  • Batuk terus-terusan, dan cenderung memburuk di malam hari.
  • Napas ngos-ngosan atau tersengal-sengal
  • Dada terasa sesak seperti tertindih batu yang sangat besar.

Selain yang sudah disebutkan di atas, serangan asma juga bisa ditandai dengan serangkaian gejala lainnya, seperti:

  • Angka peak flow meter yang rendah atau menurun.
  • Badan sangat lemas, lesu, dan tidak bertenaga selama atau setelah berolahraga.
  • Otot leher dan dada menegang atau terasa kencang (retraksi).
  • Perubahan suasana hati, jadi lebih banyak diam atau mudah marah.
  • Muncul gejala-gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
  • Muncul kantong mata gelap.
  • Susah tidur di malam hari.
  • Merasa haus terus.
  • Mata gatal atau berair.
  • Sering berdeham.

Berbagai gejala di atas adalah yang paling sering dilaporkan pasien. Mungkin masih ada tanda-tanda lain yang belum disebutkan. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa frekuensi, durasi, hingga tingkat keparahan serangan asma dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Anda bisa saja mengalami serangan setelah sekian lama tidak kambuh dan serangannya pun cenderung muncul lebih sering dari sebelumnya. Sementara beberapa orang yang lain dapat mengalami serangan hanya di malam hari, saat terpapar udara dingin, atau setiap kali berolahraga.

Hal lain yang perlu diwaspadai; serangan asma dapat tiba-tiba bertambah parah dan melemahkan. Maka dari itu, bila sejak awal Anda sudah mengenali gejalanya, jangan ragu untuk segera melakukan pengobatan. Entah itu pakai obat asma atau berobat langsung ke dokter.

Gejala serangan asma yang harus dibawa ke UGD

bawang merah untuk asma

Asma eksaserbasi akut adalah kemunculan gejala yang memburuk secara tiba-tiba dalam kurun waktu relatif singkat. Kondisi ini berkali-kali lipat lebih melemahkan. Bahkan hingga dapat membuat penderitanya susah untuk beraktivitas seperti biasanya.

Berikut beberapa ciri-ciri serangan asma yang perlu mendapatkan penanganan medis segera.

  • Sesak napas hingga membuat susah makan dan berbicara.
  • Kulit di antara tulang rusuk dan leher terlihat tertarik ke dalam ketika ingin mencoba mengambil napas.
  • Warna wajah berubah jadi kemerahan atau malah pucat
  • Bibir dan kuku berubah warna menjadi keputihan atau kebiruan.
  • Jantung berdebar sangat kencang.
  • Napas semakin memburu atau cepat.
  • Mengeluarkan banyak keringat saat berusaha bernapas.
  • Sulit atau bahkan tidak bisa sama sekali untuk berjalan.
  • Dirundung rasa panik dan gelisah yang sangat teramat.
  • Kehilangan kesadaran.

Jika Anda atau orang lain mengalami serangan asma parah seperti yang sudah disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis. Anda bisa menghubungi ambulan (118) atau langsung pergi ke UGD rumah sakit terdekat yang ada di sekitar.

Pertolongan pertama saat terjadi serangan

serangan asma eksaserbasi akut

Asma eksaserbasi akut bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Itu sebabnya, bila Anda atau orang di sekitar Anda tiba-tiba menunjukkan gejala asma, sangat penting untuk mengetahui tindakan pertolongan pertamanya.

Berikut panduan pertolongan pertama saat serangan asma kambuh.

1. Berhenti beraktivitas

bawang merah untuk asma asma eksaserbasi akut

Cara pertama mengatasi serangan asma yang muncul tiba-tiba saat Anda tengah beraktivitas adalah dengan segera berhenti untuk menenangkan diri.

Sesak napas tiba-tiba memang membuat panik, namun usahakan untuk mengalihkan pikiran Anda. Kepanikan justru semakin membuat Anda sulit bernapas lega.

2. Menjauh dari tempat ramai

tanda hipertensi paru

Bila serangan asma muncul saat di keramaian, segera cari tempat yang agak sepi untuk menenangkan diri.

Memaksakan diri berada di tempat ramai justru akan membuat Anda semakin panik dan stres, yang dapat memperburuk serangannya.

Jikalau memungkinkan, cairlah tempat datar untuk duduk lalu longgarkan celana atau rok dan lepaskan beberapa kancing kemeja.

3. Atur napas pelan-pelan

sesak napas saat hamil

Gejala asma sering kali melemahkan karena membuat napas terasa lebih dangkal, cepat, dan tidak stabil.

Oleh karena itu, setelah berhasil menenangkan diri, cara mengetasi serangan asma selanjutnya adalah berusaha untuk mengatur napas pelan-pelan.

Lemaskan otot bahu dan leher Anda. Kemudian, ambil napas dari hidung dan tahan selama beberapa detik. Setelah itu kerucutkan bibir dan keluarkan napas secara perlahan lewat mulut.

Ulangi berkali-kali sampai napas Anda jadi lebih teratur.

4. Segera pakai obat-obatan darurat

penyakit asma serangan asma eksaserbasi akut

Serangan asma bisa terjadi kapan pun, di mana pun. Maka dari itu, Anda sebaiknya selalu siap sedia membawa obat darurat yang memang ditujukan untuk mengatasi serangan asma.

Setelah duduk dan menenangkan diri, segera gunakan obat atau alat bantu pernapasan seperti inhaler yang Anda bawa. Jangan lupa untuk kocok dulu tabung inhaler beberapa kali supaya obatnya tercampur merata.

Buka tutup inhaler dan tempatkan corongnya di mulut. Katupkan bibir Anda rapat-rapat sehingga tidak ada uap obat yang keluar. Semprotkan satu kali ke dalam mulut dan kemudian ambil napas panjang sebanyak empat kali. Berikan jeda waktu setidaknya 1 menit di antara setiap isapan saat Anda merasa perlu menggunakan lebih dari satu isapan.

Apabila dilakukan dengan tepat, cara ini efektif untuk membuat napas Anda lebih dalam dan mencegah asma kian parah.

5. Hindari pemicu asma

asma alergi bulu binatang

Serangan asma bisa tiba-tiba muncul jika Anda terpapar oleh faktor pemicu asma, seperti debu, bulu binatang, asap rokok, parfum, atau zat-zat kimia yang terkandung dalam produk kosmetik.

Jika memang Anda sensitif dengan hal-hal tersebut, sebaiknya jauh pemicunya saat itu juga. Misalnya faktor pemicu asma Anda adalah asap rokok, maka jauhi orang-orang yang merokok.

Segera cari udara segar supaya asapnya tidak semakin banyak terhirup. Sedangkan bila Anda alergi atau sensitif terhadap udara atau debu, Anda bisa masuk ke dalam ruangan yang bebas dari semua itu.

Jika cara mengatasi ini tidak segera dilakukan, serangan asma dapat semakin buruk.

6. Minta pertolongan

pertolongan pertama pada asma serangan asma eksaserbasi akut

Jika semua cara mengatasi serangan asma di atas tidak juga meredakan gejala, sebaiknya segera cari pertolongan dari orang yang ada di sekitar Anda.

Minta orang di sekitar Anda untuk memanggil tenaga kesehatan dan ambulan supaya asma Anda cepat ditangani.

8. Memeriksakan diri ke dokter

sakit jantung ke dokter apa

Anda tetap harus memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter meski serangannya sudah berlalu.

Dokter dapat mengevaluasi seberapa baik kontrol asma Anda, dan memantau kondisi Anda lebih lanjut. Bila dirasa butuh, dokter dapat meresepkan obat-obat baru atau merekomendasikan terapi tertentu untuk membantu mengendalikan asma yang Anda miliki.

Jangan tunggu parah dulu baru periksa ke dokter. Lebih baik datang ke rumah sakit dengan gejala asma ringan daripada baru ke sana saat napas Anda sudah terengah-engah dan melemahkan.

Mengantisipasi akan memudahkan dokter menentukan pengobatan terbaik untuk Anda. Di sisi lain, hal ini juga merupakan cara terbaik untuk mencegah serangan asma yang parah di kemudian hari.

Jadi, semakin cepat periksa ke dokter maka akan semakin baik.

Cara mencegah kambuhnya asma

anemia ke dokter apa

Cara terbaik untuk menghindari asma eksaserbasi akut adalah memastikan asma Anda terkontrol dengan baik sejak awal. Hal ini berarti mengikuti action plan, atau rencana aksi asma untuk asma. Rencana aksi asma sendiri merupakan instruksi tertulis yang disusun bersama dokter guna memantau gejala dan menentukan pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Biasanya dalam rencana aksi asma terdapat:

  • Nomor telepon darurat yang mudah dihubungi, misalnya orangtua, pasangan, atau kerabat dekat.
  • Daftar pemicu asma dan bagaimana mencegahnya. Berhubung faktor pemicu asma ada banyak, berkonsultasi ke dokter merupakan pilihan terbaik untuk mengetahui secara pasti apa faktor pemicu asma Anda.
  • Daftar tanda-tanda awal serangan yang perlu diwaspadai.
  • Daftar nama dan dosis obat-obatan serta kapan dan bagaimana cara penggunaannya.
  • Panduan pertolongan pertama saat asma kambuh.

Serangan asma dapat kambuh kapan saja. Maka pastikan Anda selalu membawa lembar catatan khusus tersebut beserta obat-obatan asma kemana pun Anda pergi. Tempatkan keduanya dalam sebuah wadah yang bening dan transparan sehingga bisa ditemukan dengan mudah sewaktu-waktu Anda membutuhkannya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 16/02/2020

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Asma Okupasi di Tempat Kerja: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Mencegahnya

Asma akibat kerja (asma okupasi) disebabkan oleh zat yang dihirup di tempat kerja, seperti debu, bahan kimia, asap, gas, debu atau zat berbahaya lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 22/12/2019

5 Obat yang Paling Sering Digunakan untuk Meredakan Batuk Karena Asma

Bagaimana cara mengobati batuk karena asma yang sudah lebih dari 8 minggu?Cek di sini rekomendasi obat batuk asma yang paling ampuh.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 20/12/2019

Direkomendasikan untuk Anda

penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
cara mencegah asma

5 Cara Preventif untuk Mencegah Asma Kambuh Akibat Polusi Udara

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020