Berbagai Gejala Asma yang Mudah Dikenali dan Tak Boleh Disepelekan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang dapat menyerang siapa saja, kapan saja. Gejala asma tidak boleh disepelekan. Selain mengganggu aktivitas, asma yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat membahayakan nyawa penderitanya. Ayo kenali semua ciri-ciri asma yang mungkin muncul selama serangan kumat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gejala asma paling khas

Asma muncul ketika saluran pernapasan meradang kemudian membengkak dan menyempit. Jaringan pelapis saluran napas pun memproduksi lendir yang lebih kental dan lebih banyak dari biasanya, sehingga makin mempersempit rongganya. Akibatnya, pasokan udara segar yang mengalir ke dalam dan luar paru-paru jadi sangat terbatas. Anda pun akan lebih sulit untuk bernapas lega.

Gejala asma umumnya akan kumat ketika Anda terpapar pemicunya. Setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda, dan intensitas keparahannya pun juga mungkin beda. Ada yang merasakan gejalanya hanya sebentar dan terasa ringan, tapi ada juga yang sangat parah hingga melemahkan.

Begitu pula dengan frekuensi waktu kemunculannya. Anda mungkin saja mengalami serangan asma setelah sekian lama tidak pernah kambuh. sementara itu, orang lain mengalami gejalanya setiap hari secara berkala, meski ada juga yang hanya di malam hari, atau hanya ketika melakukan aktivitas tertentu.

Namun secara umum, berikut adalah beberapa tanda atau ciri-ciri khas asma yang mudah Anda kenali:

1. Batuk

Obat batuk alami untuk dewasa

Salah satu ciri-ciri paling khas dari penyakit asma adalah batuk keras yang terus-menerus. Batuk karena asma dapat berupa batuk kering maupun berdahak.

Batuk gejala asma muncul karena saluran udara (bronkus) membengkak dan menyempit sehingga paru-paru tidak mendapat cukup oksigen. Umumnya batuk cenderung semakin parah setelah beraktivitas. Gejala ini bisa juga kumat pada malam hari sehingga membuat penderitanya sulit tidur nyenyak dan sering terbangun sepanjang malam.

Kondisi ini membuat penderita asma membutuhkan lebih banyak obat untuk meredakannya.

2. Mengi

sesak napas bangun tidur

Batuk asma juga seringnya disertai dengan gejala mengi. Mengi adalah suara seperti siulan lirih atau bunyi “ngik ngik” yang terdengar tiap kali Anda bernapas. Bunyi ini muncul akibat udara yang dipaksa keluar melalui saluran udara yang sempit dan tersumbat.

Suara mengi umumnya akan jadi semakin keras saat Anda mengembuskan atau menghirup napas. Hal ini juga sering terjadi sebelum atau saat tidur.

Mengi adalah satu dari sekian gejala asma yang dapat dikenali. Batuk kering kronis yang tidak disertai mengi mungkin menandakan Anda mengalami varian batuk asma.

Namun, mengi tidak selalu berarti Anda memiliki asma. Mengi dapat pula menjadi gejala dari masalah kesehatan lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, dan pneumonia.

3. Sesak napas

tanda hipertensi paru

Ciri-ciri penyakit asma lainnya yang perlu diwaspadai adalah sesak napas. Saluran udara yang meradag dan tersumbat tidak dapat mengalirkan udara segar sebanyak biasanya, sehingga napas menjadi lebih pendek-pendek dan dangkal. Orang awam lebih akrab menggambarkan kondisi ini sebagai napas megap-megap.

Gejala sesak napas karena asma biasanya muncul setelah terpapar pemicunya, dan bisa juga setelah selesai berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.

Faktor pemicu asma pada setiap orang mungkin berbeda. Bisa dari asap rokok, polusi udara, debu, bulu bintang, hingga bahan kimia yang terkandung pada produk rumah tangga atau kosmetik. Tak hanya itu. Stres emosional, perubahan cuaca yang ekstrem, dan penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memicu gejala sesak napas.

Seesak napas juga dapat menyebabkan perasaan gelisah, yang semakin memparah gejala asma. Itu sebabnya jangan panik ketika asma mulai kumat. Sebisa mungkin tenangkan diri dan atur napas secara perlahan.

4. Dada terasa sesak

nyeri dada saat olahraga

Saluran udara (bronkus) Anda diselubungi oleh serabut otot. Peradangan akibat asma dapat membuat otot-otot tersebut kaku atau tegang yang membuat dada terasa sesak tertekan. Sensasi ini sering digambarkan seperti seseorang yang melilitkan tali erat-erat di sekeliling dada atas Anda.

Gejala asma ini dapat membuat Anda semakin sulit bernapas dan terasa sakit setiap kali akan mengambil napas. Dada Anda mungkin terasa seperti ditekan atau ditindih dengan benda berat. Gejala batuk dan mengi juga dapat semakin memperburuk sensasi ini.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Postgraduate Medical Journal melaporkan sekitar 76% pengidap asma mengalami rasa sakit yang tajam menusuk di dadanya. Gejala dapat muncul sebelum atau selama serangan asma.

Sayangnya, nyeri dada dikenal sebagai gejala yang subyektif. Artinya, gejala ini tidak bisa diukur pasti oleh dokter. Dokter biasanya akan mengandalkan deskripsi rasa sakit yang dikeluhkan pasien.

Gejala asma yang kurang umum

batuk terus gejala gagal jantung

Selain yang sudah disebutkan di atas, asma juga bisa kumat memunculkan serangkaian gejala lain. Lagi-lagi, gejala ini mungkin dapat bervariasi pada setiap orang.

Kelelahan

Selama serangan asma, paru-paru tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Ini berarti lebih sedikit oksigen yang masuk ke aliran darah dan otot Anda. Tanpa oksigen, tubuh Anda perlahan akan kelelahan.

Jika gejala asma memburuk di malam hari (asma nokturnal asthma) dan Anda mengalami masalah tidur, Anda mungkin akan merasa kelelahan sepanjang esok harinya.

Sengau

Sengau adalah pertanda pembesaran nostril ketika bernapas. Sengau sering menjadi tanda dari kesulitan bernapas. Gejala asma ini umum terjadi pada anak-anak dan bayi.

Menghela napas

Menghela napas adalah respon psikologis yang melibatkan perluasan paru-paru hingga kapasitas maksimal. Intinya, menghela napas adalah pengeluaran napas yang dalam dan panjang dalam sekali waktu.

Anda juga sebaiknya waspada bila sering menguap. Ini dapat menandakan tubuh Anda tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Gelisah

Gelisah dapat menjadi gejala ataupun pemicu serangan asma. Ketika saluran udara mulai menyempit, dada akan menjadi kaku atau tegang sehingga Anda kesulitan bernapas. Sulit bernapas lega dapat memicu panik dan kegelisahan. Di sisi lain, berada dalam situasi yang membuat stress dan penuh tekanan juga dapat memicu gejala asma kumat pada beberapa orang.

Beberapa ciri-ciri asma lainnya yang tidak boleh dianggap remeh meliputi:

  • Napas memburu atau cepat
  • Sulit tidur dan berkonsentrasi
  • Peak flow berada di zona kuning (yellow zone)
  • Perubahan mood, misalnya jadi lebih banyak diam atau mudah marah
  • Muncul gejala-gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala
  • Otot leher dan dada terasa kencang (retraksi)
  • Badan pegal-pegal tidak karuan
  • Dagu terasa gatal
  • Muncul kantong mata berwarna gelap
  • Merasa haus terus
  • Mata gatal atau berair
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Eksim kumat
  • Wajah pucat dan berkeringat

Meski beragam tanda dan gejala di atas tidak begitu umum, Anda tetap harus waspada bila sewaktu-waktu mengalaminya.

Tingkat keparahan gejala asma saat kumat dapat meningkat dengan cepat. Maka, penting untuk mengobati gejala asma dengan sigap dan tepat begitu Anda mengenalinya.

Tanpa perawatan segera, seperti dengan inhaler asma atau bronkodilator, gejala asma akan semakin memburuk. Bila terus dibiarkan, Anda bisa mengalami kondisi darurat medis yang berbahaya.

Ciri-ciri asma yang harus dibawa ke UGD

gejala PPOK

Apabila gejala asma awal terlambat dikenali dan diobati, kondisi bisa berubah menjadi serangan asma gawat. Serangan asma darurat berkali-kali lipat lebih melemahkan dan membuat penderitanya beraktivitas seperti biasa.

Ciri-ciri serangan asma yang parah biasanya muncul bertahap dan perlahan, dalam 6-48 jam sebelum benar-benar berubah menjadi lebih serius. Meski begitu, bagi sebagian orang, gejala asma yang mereka alami dapat memburuk sangat cepat.

Orang dewasa atau anak-anak yang terkena serangan asma parah harus segera dibawa ke UGD jika pengobatan darurat pertama gagal dilakukan setelah 10-15 menit, atau jika mengalami gejala darurat seperti berikut ini muncul:

  • Peak flow berada di zona merah (red zone).
  • Gejala asma seperti batuk, mengi, sesak napas, dan nyeri dada terus memburuk.
  • Obat seperti inhaler atau bronkodilator tidak meredakan gejala.
  • Anda bernapas sangat cepat (takipnea).
  • Jantung berdebar kencang.
  • Wajah pucat pasi, atau menjadi biru keabuan
  • Anda mengalami megap-megap yang parah hingga kesulitan untuk makan, tidur, dan berbicara.
  • Anda mengeluarkan banyak keringat saat berusaha bernapas.
  • Anda sulit atau bahkan tidak bisa sama sekali untuk berjalan.
  • Anda dirundung rasa panik dan gelisah yang sangat teramat.
  • Kulit di antara tulang rusuk dan leher terlihat tersedot (masuk ke dalam) ketika Anda ingin mencoba mengambil napas.
  • Bibir dan kuku Anda berubah warna menjadi kebiruan atau keabu-abuan (sianosis).
  • Kehilangan kesadaran.
  • Perubahan warna (biru atau abu-abu) pada bibir, wajah, atau kuku
  • Kesulitan berbicara atau berjalan
  • Kebingungan mental
  • Demam tinggi
  • Nyeri dada
  • Detak jantung meningkat drastis

Jika Anda atau orang lain mengalami serangan asma parah, cari pertolongan medis segera. Hubungi ambulan (118) atau langsung pergi ke UGD rumah sakit terdekat di sekitar Anda.

Penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal dalam waktu cepat.

Jangan anggap remeh gejala awal asma

mencegah asma kambuh

Gejala asma dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan membuat Anda tidak bisa menikmati hidup.

Asma merupakan penyakit kompleks yang dapat menyebabkan perubahan besar pada fungsi paru-paru penderitanya. Beruntungnya, kebanyakan gejala lebih cenderung menghambat aktivitas dan bukan mengancam kehidupan Anda — jika penyakit bisa dikendalikan.

Selain dapat memperburuk gejala, perubahan fungsi paru ini juga dapat meningkatkan frekuensi kekambuhan serangan asma. Maka dari itu, memahami tanda dan ciri awal dari penyakit ini adalah langkah pertama untuk mencegah komplikasi sekaligus menjaga fungsi pernapasan agar tetap optimal.

Apabila Anda belum pernah didiagnosis menderita asma tapi curiga mengalami beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter. Dokter akan menanyakan seputar gejala dan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh. Pemeriksaan fisik, fungsi paru, tes laboratorium, hingga pencitraan pun dapat dilakukan untuk memantapkan diagnosis.

Orang dengan asma umumnya harus berdiskusi dengan dokter untuk merencanakan perawatan asma darurat yang paling sesuai dengan kondisi mereka. Dokter dapat meresepkan obat yang bisa dikonsumsi segera saat gejala asma muncul. Bila diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan terapi tertentu yang bisa membantu meredakan gejala asma.

Mencegah kekambuhan gejala asma

Mulai sekarang berusahalah untuk memerhatikan dan mendengarkan tubuh Anda sendiri dengan saksama. Ingat, gejala asma yang semula ringan bisa tiba-tiba memburuk dan berubah menjadi serangan asma yang parah. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kekambuhan gejala asma. 

1. Membuat catatan setiap hari

Sebaiknya buatlah catatan mengenai kondisi Anda setiap hari pada sebuah buku khusus. Tuliskan di dalam buku tersebut tentang apa pun yang Anda rasakan pada hari ini. Misalnya, gejala asma apa yang dialami dan tingkat keparahan gejalanya. 

2. Rutin pakai peak flow meter

Anda juga sebaiknya menggunakan peak flow meter setiap hari. Angka peak flow meter akan menggambarkan pergerakan dan fungsi paru-paru Anda terkini. 

Dengan mengetahui perubahan angka peak flow meter, lama-lama Anda bisa melihat seperti apa pola munculnya gejala asma pada tubuh Anda. Semakin turun angkanya, itu tandanya asma Anda bisa jadi semakin serius.

3. Hindari faktor pemicunya

Sedangkan bila Anda curiga asma kumat karena ada pemicu tertentu, coba hindari faktor pemicunya tersebut. Misalnya kalau kekambuhan asma Anda akibat debu, maka hindari dulu aktivitas yang membuat Anda terpapar debu. Anda bisa menjauh dari tempat yang berdebu atau pakai masker untuk mencegah debu terhirup. 

Sebenarnya ada banyak sekali hal yang bisa memicu asma. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui hal spesifik apa yang bisa memicu asma kambuh agar bisa menghindarinya. 

4. Selalu bawa obat ke mana pun

Anda juga sebaiknya selalu membawa obat-obatan asma ke mana pun Anda pergi untuk mencegah risiko kumat sewaktu-waktu.

Taruh obat-obatan di tempat yang transparan dan mudah dijangkau sehingga Anda bisa dengan mudah menemukannya ketika gejala kambuh. Jangan lupa, bawa juga action plan atau instruksi rencana pengobatan asma dari dokter. 

Berbagai langkah-langkah untuk mencegah gejala asma di atas seharusnya sudah didiskusikan dengan dokter yang menangani Anda. Jika Anda belum tahu, segera konsultasikan dengan dokter.

Lantas, bagaimana jika terlanjur kambuh?

Pertolongan pertama saat gejala asma kambuh

asma pada orang dewasa

Asma bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Maka, sangat penting untuk mengetahui tindakan pertolongan pertama untuk asma apabila Anda atau orang terdekat Anda sewaktu-waktu menunjukkan gejalanya

Berikut langkah pertolongan pertama saat gejala asma kambuh:

1. Jangan panik

Ketika gejala asma menyerang, biasanya seseorang akan merasa panik karena tidak bisa bernapas. Namun, cobalah untuk menenangkan diri. Hal ini juga berlaku bila Anda melihat ada orang lain yang mengalaminya. Tetap tenang dan jangan sampai panik, dan tenangkan dirinya juga.

Panik justru akan membuat tubuh makin stres sehingga Anda makin sulit untuk bernapas. Bila Anda sedang ada di keramaian, menepilah ke tempat yang agak sepi untuk mengatur napas.

2. Duduk dan atur napas

Setelah bisa agak tmenenangkan diri, carilah tempat yang datar untuk duduk. Duduklah dengan posisi yang menurut Anda paling nyaman. 

Atur napas dengan menarik napas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan lewat mulut. Supaya pernapasan mulut ini dapat memberikan hasil yang optimal, ikuti langkah berikut:

  • Lemaskan otot bahu dan leher. 
  • Perlahan-lahan ambil napas dari hidung dan tahan selama beberapa detik
  • Kerucutkan bibir seolah-olah Anda akan bersiul. 
  • Keluarkan napas secara perlahan lewat mulut. 

Ulangi cara ini berkali-kali sampai napas Anda terasa lebih ringan dan teratur. 

Anda juga bisa melonggarkan ikat pinggang atau lepaskan beberapa kancing atas kemeja. Tujuannya supaya Anda dapat lebih leluasa untuk bernapas. 

3. Pakai alat bantu pernapasan

Segera gunakan alat bantu pernapasan seperti inhaler untuk membantu meredakan gejala asma. Kocok botolnya terlebih dulu sebelum menghirup obatnya.

Sementara bila orang yang Anda temui tidak punya inhaler, segera cari bantuan medis atau hubungi layanan ambulan (118). Inhaler tidak boleh digunakan bergantian dengan orang lain.

Setiap orang diresepkan jenis obat dan takaran dosis yang berbeda. Inhaler milik Anda mungkin bukan yang orang itu butuhkan dan tidak akan efektif untuknya. Pinjam-meminjam inhaler juga meningkatkan risiko penularan infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca