Mengenal Berbagai Gejala Asma, dari yang Ringan Hingga Gawat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Gejala penyakit asma sering kali kambuh dan muncul tiba-tiba, sehingga tidak boleh disepelekan. Kenali semua gejala penyakit asma yang mungkin muncul selama serangan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gejala asma yang paling khas

Asma muncul ketika saluran pernapasan meradang kemudian membengkak dan menyempit. Jaringan pelapis saluran napas pun memproduksi lendir yang lebih kental dan banyak dari biasanya, sehingga mempersempit rongganya.

Akibatnya, pasokan udara segar yang mengalir ke dalam dan luar paru-paru jadi sangat terbatas. Anda pun akan kesulitan untuk mengambil napas.

Gejala penyakit asma umumnya akan kumat ketika Anda terpapar penyebab yang memicunya. Setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda dengan tingkat keparahan yang berbeda pula.

Gejala yang muncul bisa saja ringan dan sebentar. Namun, ada pula yang parah sehingga Anda merasa kepayahan dan merasa lemah. Begitu pula dengan frekuensi waktu kemunculannya. Anda mungkin saja mengalami serangan asma setelah sekian lama tidak pernah kambuh.

Sementara itu, orang lain mengalami gejala asma setiap hari secara berkala, meski ada juga yang hanya di malam hari, atau hanya ketika melakukan aktivitas tertentu.

Namun secara umum, berikut adalah beberapa gejala atau tanda penyakit asma yang mudah Anda kenali:

1. Sesak napas

tanda hipertensi paru

Gejala penyakit asma yang paling umum adalah sesak napas. Bahkan, beberapa orang kerap menyamakan keduanya.

Sesak napas adalah gejala dari adanya masalah pada paru. Umumnya, setiap orang yang memiliki asma pasti merasakan sesak napas.

Hal ini terjadi karena saluran udara meradang dan tersumbat sehingga tidak dapat mengalirkan udara sebanyak biasanya. Napas Anda pun menjadi pendek-pendek dan dangkal.

Tanda sesak napas karena asma biasanya muncul setelah terpapar pemicunya. Gejala ini juga bisa muncul setelah Anda selesai berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.

Faktor pemicu sesak napas karena asma pada setiap orang mungkin berbeda. Bisa dari asap rokok, polusi udara, debu, bulu bintang, hingga bahan kimia yang terkandung pada produk rumah tangga atau kosmetik.

Tak hanya itu saja, stres emosional, perubahan cuaca yang ekstrem, dan penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa memicu penyebab asma.

Sesak napas juga dapat menyebabkan perasaan gelisah, yang semakin memparah gejala asma. Itu sebabnya jangan panik ketika asma mulai kumat. Sebisa mungkin tenangkan diri dan atur napas secara perlahan.

2. Batuk

gejala asma

Gejala lain yang juga khas dari penyakit asma adalah batuk keras yang terus-menerus. Batuk asma dapat berupa batuk kering maupun berdahak.

Batuk sebagai ciri-ciri penyakit asma muncul karena saluran udara (bronkus) membengkak dan menyempit sehingga paru-paru tidak mendapat cukup oksigen. Umumnya, batuk karena asma cenderung semakin parah setelah beraktivitas.

Gejala penyakit asma ini bisa juga kumat pada malam hari sehingga membuat penderitanya sulit tidur nyenyak dan sering terbangun sepanjang malam.

Kondisi ini membuat penderita asma membutuhkan lebih banyak obat untuk meredakannya.

3. Mengi

sesak napas bangun tidur

Batuk asma seringnya juga disertai dengan mengi. Mengi adalah suara seperti siulan lirih atau bunyi “ngik-ngik” yang terdengar tiap kali Anda bernapas. Bunyi ini muncul akibat udara yang dipaksa keluar melalui saluran udara yang sempit dan tersumbat.

Suara mengi umumnya akan jadi semakin keras saat Anda mengembuskan atau menghirup napas. Hal ini juga sering terjadi sebelum atau saat tidur.

Mengi adalah satu dari sekian gejala penyakit asma yang dapat dikenali. Batuk kering kronis yang tidak disertai mengi mungkin menandakan Anda mengalami jenis lain batuk asma.

Namun, mengi tidak selalu berarti Anda memiliki asma. Mengi dapat pula menjadi gejala dari masalah kesehatan paru lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, dan pneumonia.

4. Dada terasa sesak

nyeri dada saat olahraga

Saluran udara (bronkus) Anda diselubungi oleh serabut otot. Peradangan akibat asma dapat membuat otot-otot tersebut kaku atau tegang yang membuat dada terasa sesak tertekan. Sensasi ini sering digambarkan seperti seseorang yang melilitkan tali erat-erat di sekeliling dada atas Anda.

Gejala penyakit asma ini dapat membuat Anda semakin sulit bernapas dan terasa sakit setiap kali akan mengambil napas. Dada Anda mungkin terasa seperti ditekan atau ditindih dengan benda berat. Gejala batuk dan mengi juga dapat semakin memperburuk sensasi ini.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Postgraduate Medical Journal melaporkan sekitar 76% pengidap asma mengalami rasa sakit yang tajam menusuk di dadanya. Gejala dapat muncul sebelum atau selama serangan asma.

Sayangnya, nyeri dada dikenal sebagai gejala yang subjektif. Artinya, gejala ini tidak bisa diukur pasti oleh dokter mengingat kemampuan orang menahan sakit berbeda-beda. Dokter biasanya akan mengandalkan deskripsi rasa sakit yang dikeluhkan pasien.

Gejala asma yang kurang umum

gejala oenyakit asma

Selain yang sudah disebutkan di atas, asma juga bisa kumat memunculkan serangkaian gejala lainnya. Lagi-lagi, gejala penyakit asma ini mungkin dapat bervariasi pada setiap orang.

1. Kelelahan

Selama serangan asma, paru-paru tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Ini berarti lebih sedikit oksigen yang masuk ke aliran darah dan otot Anda. Tanpa oksigen, tubuh Anda perlahan akan kelelahan.

Jika gejala asma memburuk di malam hari (asma nokturnal) dan Anda mengalami masalah tidur, Anda mungkin akan merasa kelelahan sepanjang esok harinya.

2. Sengau

Sengau adalah pertanda pembesaran nostril ketika bernapas. Sengau sering menjadi tanda dari kesulitan bernapas. Gejala penyakit asma ini umum terjadi pada anak-anak dan bayi.

3. Menghela napas

Menghela napas adalah respons psikologis yang melibatkan perluasan paru-paru hingga kapasitas maksimal. Intinya, menghela napas adalah pengeluaran napas yang dalam dan panjang dalam sekali waktu.

Anda juga sebaiknya waspada bila sering menguap. Ini dapat menandakan tubuh Anda tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

4. Gelisah

Gelisah dapat menjadi gejala ataupun pemicu serangan asma. Ketika saluran udara mulai menyempit, dada akan menjadi kaku atau tegang sehingga Anda kesulitan bernapas. Sulit bernapas lega dapat memicu panik dan kegelisahan.

Di sisi lain, berada dalam situasi yang membuat stres dan penuh tekanan juga dapat memicu gejala asma kumat pada beberapa orang.

5. Gejala asma kurang umum lainnya

Beberapa tanda-tanda asma lainnya yang tidak boleh dianggap remeh meliputi:

  • Napas memburu atau cepat
  • Sulit tidur dan berkonsentrasi
  • Tes peak flow berada di zona kuning (yellow zone)
  • Perubahan mood, misalnya jadi lebih banyak diam atau mudah marah
  • Muncul gejala-gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala
  • Badan pegal-pegal tidak keruan
  • Dagu terasa gatal
  • Muncul kantong mata berwarna gelap
  • Merasa haus terus
  • Mata gatal atau berair
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Eksim kumat
  • Wajah pucat dan berkeringat

Gejala asma berdasarkan tingkat keparahan

Dengan mengetahui seberapa parah gejala yang dimiliki maka Anda dapat mencegah asma kambuh dengan menghindari hal-hal yang bisa bikin asma semakin memburuk. Tingkat keparahan ini dapat dilihat dari gejala penyakit  yang dapat dikontrol atau tidak.

1. Asma intermiten

Memiliki gejala atau tanda seperti:

  • Gejala: 2 hari atau kurang dalam satu minggu
  • Terbangun di tengah malam: 2 kali atau kurang dalam satu bulan
  • Menggunakan inhaler: 2 kali atau kurang per minggu
  • Tidak mengalami gangguan saat beraktivitas

Biasanya jika Anda mengalami asma jenis ini, Anda tidak akan diberikan obat terapi asma. Umumnya, Anda hanya dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang memicu asma muncul.

2. Asma persisten ringan

Memiliki gejala atau tanda seperti:

  • Gejala: gejala muncul lebih dari 2 hari dalam satu minggu
  • Terbangun di tengah malam: 3-4 kali dalam satu bulan
  • Menggunakan inhaler: lebih dari 2 kali per minggu
  • Aktivitas sedikit terganggu

Dokter umumnya akan memberikan obat antiradang untuk mengatasi gejala yang muncul pada tahap ini.

3. Asma persisten sedang

Memiliki gejala atau tanda seperti:

  • Gejala: gejala muncul hampir setiap hari
  • Terbangun di tengah malam: lebih dari 1 kali dalam satu minggu
  • Menggunakan inhaler: hampir setiap hari
  • Aktivitas terganggu

Orang yang memiliki asma persisten sedang akan diberikan obat untuk mengendalikan penyakit asma yang dideritanya.

Selain itu, pasien dengan jenis asma ini akan dianjurkan untuk melakukan terapi bronkodilator, yaitu terapi yang terdiri atas berbagai obat-obatan yang berfungsi untuk melegakan dan memperlancar pernapasan.

4. Asma persisten berat

Memiliki gejala atau tanda seperti:

  • Gejala: gejala muncul setiap hari, bahkan hampir seharian
  • Terbangun di tengah malam: setiap malam
  • Menggunakan inhaler: beberapa kali dalam satu hari
  • Aktivitas sangat terganggu

Obat pengendali asma yang diberikan pada penyakit asma persisten berat ini tak cukup satu jenis saja. Untuk mencegah terjadinya komplikasi asma, dokter akan memberikan beberapa kombinasi obat inhaler jenis glukokortikosteroid dalam dosis tinggi.

Perlukah ke UGD ketika gejala serangan asma muncul?

gejala PPOK

Apabila gejala awal penyakit asma terlambat dikenali dan diobati, terutama jika Anda baru kena asma saat dewasa, kondisi bisa berubah menjadi serangan asma gawat.

Tanda-tanda serangan asma yang parah biasanya muncul bertahap dan perlahan, dalam 6-48 jam sebelum benar-benar berubah menjadi lebih serius. Meski begitu, bagi sebagian orang, gejala asma yang mereka alami dapat memburuk sangat cepat.

Orang dewasa atau anak-anak yang terkena serangan asma parah harus segera dibawa ke unit gawat darurat (UGD) jika pengobatan darurat pertama gagal dilakukan setelah 10-15 menit.

Anda juga perlu segera ke IGD, apabila muncul gejala:

  • Peak flow berada di zona merah (red zone)
  • Gejala asma seperti batuk, mengi, sesak napas, dan nyeri dada terus memburuk
  • Obat seperti inhaler atau bronkodilator tidak meredakan gejala
  • Anda bernapas sangat cepat (takipnea)
  • Jantung berdebar kencang
  • Wajah pucat pasi, atau menjadi biru keabuan
  • Anda mengalami megap-megap parah hingga kesulitan untuk makan, tidur, dan berbicara
  • Mengeluarkan banyak keringat saat berusaha bernapas
  • Sulit atau bahkan tidak bisa sama sekali untuk berjalan
  • Anda dirundung rasa panik dan gelisah yang sangat teramat
  • Kulit di antara tulang rusuk dan leher terlihat tersedot (masuk ke dalam) ketika Anda ingin mencoba mengambil napas
  • Bibir dan kuku Anda berubah warna menjadi kebiruan atau keabu-abuan (sianosis)
  • Kehilangan kesadaran
  • Perubahan warna (biru atau abu-abu) pada bibir, wajah, atau kuku
  • Kesulitan berbicara atau berjalan
  • Demam tinggi
  • Nyeri dada
  • Detak jantung meningkat drastis

Cara diagnosis penyakit asma

Setelah mengetahui apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit asma, Anda tidak serta merta dapat menentukan apakah Anda benar-benar menderita asma. Penyakit ini hanya bisa didiagnosis oleh dokter dan tim medis dengan melakukan serangkaian pemeriksaan.

Dalam proses diagnosis asma, berikut adalah langkah-langkah yang akan dokter ambil:

1. Mengecek riwayat kesehatan

Ivermectin adalah obat

Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan Anda untuk memahami gejala-gejala asma yang Anda alami. Pertanyaan-pertanyaan tersebut umumnya meliputi riwayat kesehatan Anda sendiri, anggota keluarga yang lain, obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, serta gaya hidup Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki riwayat alergi atau penyakit eksim, kondisi tersebut mungkin meningkatkan risiko Anda menderita asma. Selain itu, bila Anda memiliki anggota keluarga dengan asma, alergi, atau eksim, peluang Anda untuk terdiagnosis dengan asma pun cukup besar.

Anda juga perlu memberi tahu dokter mengenai kondisi lingkungan sekitar Anda, mulai dari tempat tinggal hingga lingkungan kerja.

2. Melakukan pemeriksaan fisik

dampak gizi buruk kwashiorkor pada anak

Sebelum menetapkan diagnosis asma, dokter akan meminta Anda melalui serangkaian pemeriksaan fisik. Dokter akan mengecek beberapa bagian tubuh Anda, seperti telinga, mata, hidung, tenggorokan, kulit, dada, dan paru.

Dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dokter dapat mengetahui seberapa baik Anda dapat bernapas serta bagaimana kondisi paru-paru Anda. Tes ini terkadang juga dilakukan dengan mesin rontgen untuk melihat bagian dalam paru-paru atau sinus Anda.

3. Melakukan tes fungsi paru

Untuk menegakkan diagnosis asma, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengetahui fungsi paru Anda.

Tes ini bertujuan mengukur kemampuan bernapas Anda secara lebih mendalam. Biasanya, tes ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum dan sesudah Anda menghirup obat bronkodilator. Obat ini berfungsi untuk membuka saluran pernapasan Anda.

Dari hasil tes fungsi paru, jika dokter melihat kondisi paru-paru Anda membaik setelah menghirup bronkodilator, kemungkinan Anda memiliki asma.

Berikut adalah beberapa jenis tes fungsi paru untuk mengetahui apakah gejala-gejala yang Anda derita adalah asma:

Spirometri

Menurut Mayo Clinic, tes ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan gejala asma berusia 5 tahun ke atas.

Tes spirometri dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan kuat ke dalam tabung yang terhubung dengan spirometer. Alat tersebut akan mengukur jumlah udara yang Anda hirup, serta seberapa cepat Anda membuang napas.

Tes aliran puncak atau peak flow

Tes aliran puncak atau peak flow dapat menentukan seberapa baik udara masuk dan keluar dalam paru-paru Anda.

Ketika Anda mengalami serangan asma, saluran pernapasan akan menyempit. Alat peak flow dapat mengukur kapan saluran pernapasan Anda menyempit.

Alat ini tergolong sangat sensitif dalam mendeteksi adanya perubahan dalam kualitas pernapasan Anda. Bahkan, kemungkinan alat ini dapat mendeteksi adanya asma sebelum Anda menunjukkan gejala.

Tes exhaled nitric oxide (FeNO)

Tes ini mengukur jumlah gas nitrit oksida (NO) yang ada dalam pernapasan Anda. Anda akan diminta bernapas ke dalam sebuah tabung dengan alat khusus.

Normalnya, tubuh Anda memang menghasilkan gas NO dalam jumlah yang wajar. Namun, jika kadar gas NO dalam tubuh Anda meningkat, kemungkinan saluran pernapasan Anda mengalami peradangan, yang menjadi salah satu ciri-ciri penyakit asma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Asma, Health Centers Februari 16, 2020

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting Januari 11, 2020

Asma Okupasi di Tempat Kerja: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Mencegahnya

Asma akibat kerja (asma okupasi) disebabkan oleh zat yang dihirup di tempat kerja, seperti debu, bahan kimia, asap, gas, debu atau zat berbahaya lainnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Asma, Health Centers Desember 22, 2019

5 Obat yang Paling Sering Digunakan untuk Meredakan Batuk Karena Asma

Bagaimana cara mengobati batuk karena asma yang sudah lebih dari 8 minggu?Cek di sini rekomendasi obat batuk asma yang paling ampuh.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Asma, Health Centers Desember 20, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 11, 2020
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang April 13, 2020
cara mencegah asma

5 Cara Preventif untuk Mencegah Asma Kambuh Akibat Polusi Udara

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Maret 26, 2020