Bagaimana Humidifier Dapat Membantu Anda Bernapas

Oleh

Jika Anda tinggal di daerah yang beriklim kering, humidifier dapat melembapkan udara dan mengurangi iritasi pada saluran bronkial. Tergantung pada pemicu gejala, humidifier juga dapat mengurangi risiko serangan asma. Walau potensi gejala dari asma seperti mengi, sesak napas, batuk dan sesak pada dada akibat saluran udara yang menyempit, sama pada setiap orang, pemicu serangan asma dapat bervariasi.

Pada beberapa orang, gejala asma dipicu oleh alergi seperti debu atau jamur. Pada orang lainnya, aktivitas fisik yang berat atau olahraga dapat menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Perawatan diri sama pentingnya dengan pengobatan dalam mengendalikan gejala asma. Beberapa orang menggunakan humidifier ruangan saat udara kering, namun bagi beberapa orang lainnya, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan masalah.

Jaga kelembapan tetap rendah

Jika Anda memiliki alergi, gunakan humidifier hanya saat udara di rumah Anda sedang sangat kering. Idealnya, kelembapan harus di bawah 50%. Pada beberapa kondisi tertentu, kelembapan yang paling optimal adalah di antara 30 – 40%, menurut Rush University Medical Center di Chicago. Kelembapan yang tinggi hanya mendorong pertumbuhan jamur dan tungau debu. Jika Anda memiliki alergi dan tinggal di area yang beriklim lembap seperti di Jakarta atau daerah pesisir pantai, Anda memerlukan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan pada udara.

Di waktu yang bersamaan, saat kelembapan terlalu rendah, seperti Anda tinggal di iklim gurun, atau saat musim dingin, Anda dapat mengalami iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Pada kasus tersebut, humidifier ruangan dapat bermanfaat, terutama di kamar Anda, jika Anda tidur dengan udara yang kering.

Jaga kelembapan tetap tinggi

Asma yang dipicu oleh olahraga adalah kasus yang berbeda, dan menambahkan kelembapan udara dapat bermanfaat bagi penderita asma jenis ini. Penelitian sebelumnya tentang efek kelembapan pada gejala asma menemukan bahwa penyempitan saluran napas secara signifikan lebih buruk pada anak-anak dengan asma akibat olahraga di ruangan yang kering dibanding dengan yang berolahraga di ruangan dengan kelembapan hingga 90%. Penelitian selanjutnya mengkonfirmasi efek ini pada anak-anak dan orang tua. Penelitian di Kanada pada 1991 European Respiratory Journal menyimpulkan bahwa risiko gejala asma akibat olahraga lebih tinggi saat olahraga di kondisi yang kering dan pemulihan pada kondisi yang lembap, serta lebih rendah secara signifikan pada kondisi sebaliknya (berolahraga pada udara lembap dan pemulihan pada udara yang lebih kering).

Pilihlah humidifier yang sederhana

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah humidifier dapat mengurangi gejala Anda. Anda tidak memerlukan humidifier yang terlalu canggih atau mahal, namun pilihlah ukuran yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan, mudah dibersihkan, dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan. Beberapa humidifier juga memiliki indikator dan kontrol kelembapan. Gunakan air yang telah disaring atau disuling untuk mencegah endapan mineral dan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada tangki air.

Bersihkan humidifier

Jika Anda menggunakan humidifier, pastikan bahwa mesin tidak menyebabkan masalah. Keringkan humidifier setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur yang berkembang pada genangan air. Bersihkan keseluruhan mesin beberapa hari sekali, menggunakan sikat botol atau yang sejenis untuk membersihkan sudut yang sulit dijangkau atau bagian di mana endapan dapat menumpuk, Ahli alergi Karen H. Calhoun, MD, FACS, FAAOA, profesor di Ohio State University, menyarankan menggunakan cuka putih untuk membersihkan humidifier, kecuali jika dilarang oleh pabrik humidifier. Cuka sebagai agen pembersih adalah pilihan yang ramah lingkungan dibanding dengan pemutih atau peroksida.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca