9 Macam Obat untuk Mengatasi Reaksi Alergi Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Alergi makanan adalah reaksi abnormal yang dimunculkan tubuh karena sistem imun keliru menganggap asupan makanan tertentu sebagai zat membahayakan. Pada orang yang memiliki alergi makanan, sistem imun tubuhnya akan melepaskan antibodi dan histamin sebagai upaya untuk melawan “zat berbahaya” tersebut. Histamin dan bahan kimia lainnya inilah yang menyebabkan gejala alergi muncul setelah memakan sesuatu. Lalu, apa obat alergi makanan yang bisa dengan cepat mengatasi gejalanya?

Obat alergi makanan yang bisa didapat di apotek

Beberapa makanan yang sering memicu alergi antara lain seperti telur, susu, makanan laut, kacang, gandum, dan beberapa sayur ata buah tertentu. Memakan makanan tersebut, baik disengaja maupun tidak dan dalam porsi yang sedikit atau banyak, dapat memicu sistem imun melepaskan histamin.

Pelepasan histamin dalam jumlah banyak menyebabkan tubuh bereaksi negatif dengan memicu peradangan. Efek peradangan kemudian memunculkan gejala khas berupa hidung meler, gatal-gatal di seluruh badan, pembengkakan pada bibir, lidah, mata, hingga mual-muntah, dan diare. Pada beberapa orang, alergi makanan juga dapat menyebabkan mereka sesak napas atau mengeluarkan suara mengi (napas bunyi “ngik-ngik”).

Apabila gejala alergi muncul setelah Anda makan makanan  tertentu, segera gunakan salah satu atau kombinasi dari obat berikut ini sebelum kondisi semakin gawat:

1. Antihistamin

Jika Anda memiliki alergi makanan, antihistamin adalah salah satu obat yang wajib Anda bawa ke mana-mana. Obat antihistamin berfungsi menghentikan produksi histamin yang memicu gejala alergi.

Beberapa contoh obat antihistamin adalah diphenhydramine, cetirizine, loratadine, dan fexofenadine. Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotek, meski dalam kasus tertentu mungkin ada yang membutuhkan resep dokter.

Beberapa efek samping umum dari antihistamin yang perlu Anda perhatikan adalah rasa mengantuk, sakit kepala, sakit perut, dan mulut kering. Minumlah obat seperti yang dijelaskan dalam kemasan obat, atau seperti yang disarankan oleh apoteker atau dokter.

Antihistamin sering dijadikan obat andalan untuk mengatasi alergi makanan. Namun, tidak semua gejala dapat tuntas diatasi dengan antihistamin. Anda mungkin butuh obat pendamping lain yang bekerjasama dengan antihistamin untuk meredakan gejala. 

2. Kortikosteroid 

Kortikosteroid atau steroid adalah obat yang sering diresepkan dokter bersamaan dengan obat antihistamin untuk mengatasi alergi makanan

Obat steroid berfungsi untuk mengobati hidung tersumbat dan/atau meler, bersin-bersin, dan gatal-gatal akibat alergi. Steroid juga berguna untuk meredakan pembengkakan pada bibir, lidah, mata, dan bagian tubuh lainnya sebagai reaksi alergi.

Beberapa contoh obat korkosteroid yang umum untuk mengobati alergi makanan adalah:

  • Prednisolone dan methylprednisolone dalam bentuk pil dan cairan suspensi.
  • Steroid inhaler untuk gejala yang terkait asma.
  • Betamethasone dalam bentuk obat oles untuk meredakan gatal dan ruam merah di kulit.
  • Fluorometholone dalam bentuk obat tetes mata, untuk meredakan mata merah berair.
  • Budesonide dan fluticasone furoate untuk meredakan hidung tersumbat, bersin dan pilek.

3. Dekongestan

Selain steroid dan antihistamin, kemungkinan dokter akan meresepkan obat dekongestan seperti pseudoephedrine apabila alergi makanan menyebabkan hidung mampet dan ingusan. Obat alergi makanan ini tersedia dalam bentuk pil, cairan, tetes, dan juga semprotan hidung. 

Dekongestan bekerja mengempiskan pembengkakan di pembuluh darah hidung yang membuat saluran napas jadi tersumbat. Meski demikian, dekongestan tidak dapat membantu meredakan gejala bersin atau gatal di hidung.

4. Mast cell (sel mast) stabilizer

Sel mast adalah sel darah putih di dalam sistem kekebalan tubuh yang bertugas merespon alergen sampai tubuh bereaksi. 

Mast cell stabilizer adalah obat yang berfungsi menghentikan tubuh mengeluarkan histamin. Dokter umumnya baru akan meresepkan obat ini ketika obat alergi umum, seperti antihistamin, tidak bekerja dengan baik.

Obat mast cell stabilizer biasanya akan diresepkan dokter apabila mengalami gejala rhinitis (hidung tersumbat) dan konjungtivitis (mata merah gatal). Obat ini aman digunakan selama beberapa hari sampai gejala membaik, namun tidak disarankan dipakai dalam waktu terlalu lama.  

5. Obat antidiare

Diare adalah gejala alergi makanan yang dapat muncul pada beberapa orang.  Jika diare tidak diobati, masalah pencernaan ini bisa menyebabkan Anda lemas karena dehidrasi.

Maka untuk mengatasi gejala alergi makanan satu ini, Anda dapat menggunakan obat diare generik di apotek. Namun, obat seperti loperamide (Imodium) dan bismut subsalisilat (Pepto-Bismol) dapat diresepkan dokter apabila gejala alergi makanan sampai membuat Anda diare parah, misalnya sampai feses yang keluar hanya cairan. 

Loperamide bekerja memperlambat gerakan feses di sepanjang usus untuk memungkinkan kelebihan cairan di dalamnya terserap oleh tubuh. Sementara itu, bismut subsalisilat bekerja dengan cara menyeimbangkan jumlah cairan yang ada di usus. Alhasil, feses yang dihasilkan akan lebih padat dan keras. 

7. Obat pereda mual (antiemetik)

Alergi makanan juga dapat menyebabkan mual dan berakhir muntah. Apabila Anda mengalami gejala ini, dokter bisa meresepkan obat pereda mual (antiemetik) seperti bismuth subsalisilat dengan merek Kaopectate atau Pepto-Bismol.

Di sisi lain, obat antihistamin seperti dimenhydrinate juga dapat membantu mencegah atau meredakan mual dan muntah. Antihistamin ini bekerja dengan memblokir pesan ke bagian otak yang mengendalikan mual dan muntah.

8. Inhibitor leukotrien

Inhibitor leukotrien adalah obat resep yang menghambat keluarnya leukotrien, bahan kimia lain yang diproduksi tubuh untuk memicu reaksi alergi muncul. Obat ini bisa meredakan gejala alergi makanan yang berupa hidung tersumbat, pilek, dan bersin. 

Sayangnya, obat ini punya efek samping yang dapat berdampak bagi psikologis penggunanya, seperti mudah marah, cemas, susah tidur, depresi, dan bahkan halusinasi. 

Suntik epinefrin, obat alergi makanan yang parah

Pada beberapa kasus tertentu, memakan makanan pemicu alergi sedikit saja dapat memicu reaksi parah yang disebut syok anafilaktik. Syok anafilaktik dapat muncul cepat dengan gejala yang langsung terasa parah memberatkan.

Syok anafilaktik dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Untuk itu, diperlukanlah obat alergi khusus berupa suntikan epinefrin. Syok anafilaktik sangat rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki alergi kacang.

Saat mengalami reaksi anafilaktik, suntikan obat epinefrin dapat membantu meningkatkan kerja pernapasan, menaikan tekanan darah Anda, menstabilkan denyut jantung, dan mengurangi pembengkakan saat alergi.

Obat alergi makanan ini hanya diresepkan oleh dokter ahli, tidak dijual bebas di pasaran. Simpan suntikan di tempat yang sejuk, jauh dari sinar matahari, dan jangan disimpan di kulkas. Ini karena paparan suhu berlebih dapat mengubah kandungan obat. Jangan lupa juga memerhatikan tanggal kedaluwarsa obat setiap mau digunakan.

Efek obat ini memang cepat, tetapi tidak bertahan lama untuk mengatasi gejala alergi makanan yang parah. Apabila Anda atau orang lain langsung membaik setelah disuntikkan epinefrin, Anda tetap harus dibawa ke dokter untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit