home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Fakta Unik tentang Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

5 Fakta Unik tentang Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Viagra populer untuk mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi. Manfaat ini berkat kandungan bahan aktifnya bernama sildenafil. Mungkin Anda pernah menggunakannya? Namun, tahukah Anda bahwa obat ini memiliki cerita perjalanan yang menarik semenjak dari penemuannya hingga pemakaiannya saat ini? Yuk, simak sejumlah fakta unik seputar obat Viagra yang sayang untuk Anda lewatkan berikut ini.

Berbagai fakta obat Viagra yang mungkin belum Anda ketahui

Viagra merupakan salah satu pilihan obat kuat untuk pria yang membantu untuk mendapatkan ereksi lebih lama saat berhubungan seksual. Ada beragam fakta obat viagra yang populer bagi beberapa kalangan untuk mengatasi impotensi, mulai dari awal penemuan hingga pembuatan viagra untuk wanita.

1. Awalnya dikembangkan untuk obat penyakit jantung

Penemuan sildenafil atau Viagra sebagai obat disfungsi ereksi bisa dikatakan hanya kebetulan. Pada tahun 1986, para ilmuwan dari Pfizer berusaha mengembangkan obat yang bertujuan untuk mengobati angin duduk (angina pektoris), yakni suatu kondisi penyempitan pembuluh darah jantung. Sildenafil bekerja menghalangi enzim PDE5 (phosphodiesterase type 5) yang memicu pelebaran pembuluh darah, sehingga dapat mengobati angina.

Namun, para peneliti tersebut malah menemukan bahwa sildenafil memiliki waktu paruh yang relatif singkat dan berpotensi menimbulkan interaksi berbahaya. Terutama jika penggunaan sildenafil berbarengan dengan obat golongan nitrat untuk menurunkan tekanan darah.

Selama uji klinis, tercatat bahwa obat tersebut memiliki sedikit efek pada angina. Walaupun begitu, terdapat hasil lain yang ternyata berada di luar dugaan. Para pria yang menjadi objek uji coba penelitian melaporkan mengalami ereksi sebagai efek sampingnya.

Semenjak itu, Pfizer memutuskan untuk memasarkan sildenafil untuk mengatasi disfungsi ereksi setelah penelitian lebih lanjut menunjukkan manfaat pada kelompok ini. Akhirnya pada tahun 1998, obat Viagra menjadi obat oral pertama yang disetujui FDA, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat sebagai pengobatan untuk masalah disfungsi ereksi.

2. Viagra sering ditambahkan ke suplemen kesehatan stamina pria

Sejak FDA dan EMEA, badan pengawas obat dan makanan Eropa menyetujui Viagra pada Maret 1998, obat ini menjadi sangat laris di seluruh dunia. Dalam hitungan minggu, jutaan resep diberikan untuk penderita disfungsi ereksi. Hal yang cukup revolusioner adalah hadirnya Viagra bahkan mengubah spesialis dokter yang menangani disfungsi ereksi. Dari semula urologis atau psikiater, setelahnya cukup dokter umum yang menanganinya.

Viagra merupakan obat keras yang harus kalangan awam peroleh melalui resep dokter. Namun saking terkenalnya obat ini, maka banyak produsen obat nakal yang mencampurkan suplemen stamina pria, ramuan obat kuat herbal atau jamu obat kuat dengan Viagra. Hal ini tentu sangat berbahaya karena mereka mencampurkan secara ilegal dengan tidak menyebutkan adanya kandungan sildenafil dalam produk mereka dan dosisnya tidak sesuai resep dokter.

Jika seseorang menderita penyakit jantung atau sedang mengonsumsi obat nitrat, maka akan sangat berbahaya. Apabila Anda mempunyai masalah disfungsi ereksi, kunjungi dokter untuk mendapatkan obat yang tepat, jangan sembarangan minum suplemen atau jamu tertentu.

3. Viagra bukan satu-satunya obat kuat pria yang tersedia

Faktanya obat viagra bukan satu-satunya obat kuat pria. Cialis dan Levitra adalah alternatif utama obat viagra. Ketiganya memiliki cara kerja yang sama, yakni dengan memiliki kandungan senyawa PDE5 (phosphodiesterase type 5). Senyawa ini yang mampu membuat otot rileks dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh, sehingga memudahkan aliran darah ke penis yang memicu ereksi. Perbedaan dari ketiga obat kuat pria ini dalam keawetan efeknya.

Viagra mampu bekerja selama 4 jam, Levitra bekerja sampai 5 jam, dan sedangkan Cialis mampu bertahan sampai 36 jam. Namun, bukan berarti waktu kerja obat-obatan tersebut akan membuat penis ereksi terus-menerus. Melainkan, bagaimanapun obat kuat pria hanya bisa bekerja begitu tubuh menerima rangsangan seksual.

Semakin lama durasi suatu obat kuat, maka semakin leluasa penggunanya untuk memulai aktivitas seksual. Sebagai contoh, minum Cialis pada sore hari dan obat masih bisa berefek meskipun baru mulai beraktivitas seksual menjelang fajar menyingsing.

4. Obat Viagra juga bermanfaat untuk wanita

Beberapa penelitian telah menguji coba Viagra untuk pengobatan masalah disfungsi seksual wanita. Namun, FDA belum menyetujui obat Viagra untuk wanita dan juga banyak dokter tidak meresepkannya. Selain itu, obat setara Viagra untuk wanita, yakni flibanserin (Addyi) yang awalnya berfungsi sebagai obat antidepresan telah FDA setujui sebagai pengobatan untuk hasrat seksual yang rendah pada wanita pre-menopause.

Flibanserin bekerja dengan cara yang berbeda dengan Viagra. Obat ini akan menargetkan otak dalam mengobati gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD), yaitu sebuah kondisi medis yang menandakan hasrat seksual rendah. Namun kelemahan obat perangsang wanita ini tidak bisa wanita gunakan bersamaan dengan alkohol karena memberikan interaksi berbahaya.

5. Viagra untuk pengobatan hipertensi arteri pulmonal

Tujuh tahun berselang setelah Viagra rilis, sildenafil juga sudah mendapatkan persetujuan untuk pengobatan hipertensi arteri pulmonal (PAH) dengan nama Revatio. Dalam penggunaannya, dosis Revatio memang lebih rendah sebesar 20 mg, daripada Viagra untuk pengobatan masalah disfungsi ereksi sebesar 50 mg.

Revatio baru mendapat izin edar oleh BPOM pada Oktober 2016 lalu, sehingga dokter-dokter Indonesia bisa menggunakan Viagra untuk menangani hipertensi arteri pulmonal. Jadi, apabila ada bayi yang mengidap gangguan pernapasan dan mendapat Viagra, Anda jangan kaget. Hal ini karena kandungan sildenafil dalam Viagra bertujuan untuk pengobatan, bukan untuk hal yang tidak-tidak.

Di samping sejumlah fakta tentang obat Viagra tersebut, tentu Anda perlu berhati-hati dalam menggunakannya sebagai terapi disfungsi ereksi. Konsultasi ke dokter untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ghofrani, H. A., Osterloh, I. H., & Grimminger, F. (2006). Sildenafil: from angina to erectile dysfunction to pulmonary hypertension and beyond. Nature reviews. Drug discovery, 5(8), 689–702. https://doi.org/10.1038/nrd2030 

Sang, J. H., Kim, T. H., & Kim, S. A. (2016). Flibanserin for Treating Hypoactive Sexual Desire Disorder. Journal of menopausal medicine, 22(1), 9–13. https://doi.org/10.6118/jmm.2016.22.1.9 

Unegbu, C., Noje, C., Coulson, J. D., Segal, J. B., & Romer, L. (2017). Pulmonary Hypertension Therapy and a Systematic Review of Efficacy and Safety of PDE-5 Inhibitors. Pediatrics, 139(3), e20161450. https://doi.org/10.1542/peds.2016-1450

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Sarmoko, Apt. Diperbarui 23/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x