home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Priapismus

Priapismus
Definisi |Tanda & gejala |Penyebab |Faktor risiko|Obat & pengobatan |Pengobatan di rumah

Definisi

Priapismus atau priapism adalah kondisi penis ereksi berkepanjangan selama beberapa jam dan tak terkontrol meski tak ada rangsangan seksual.

Saat ereksi normal, penis akan penuh dengan darah dan akan mengendap hingga terjadinya orgasme. Jika pria mengalami priapismus, maka aliran darah dalam penis terbendung dan tidak dapat mengalir keluar. Akibatnya, pria dapat mengalami ereksi terus menerus yang berlangsung empat jam atau lebih, bahkan tanpa adanya rangsangan seksual.

Dikutip melalui Mayo Clinic, priapismus terbagi menjadi dua tipe yang paling umum terjadi, yakni iskemik dan non-iskemik.

1. Priapismus iskemik

Priapismus iskemik atau aliran darah rendah adalah kondisi yang ditimbulkan oleh darah yang terjebak dalam bilik ereksi pada penis. Hal ini sering terjadi tanpa sebab pada pria yang sehat, tetapi juga memengaruhi pria dengan penyakit anemia sel sabit (sickle cell anemia), leukemia (kanker darah), atau malaria.

2. Priapismus non-iskemik

Priapismus non-iskemik atau aliran tinggi lebih jarang ditemukan kasusnya apabila dibandingkan dengan aliran rendah. Gangguan yang ditimbulkan pun biasanya tidak menyakitkan. Kondisi ini ditimbulkan oleh pecahnya arteri akibat cedera pada penis atau perineum—daerah antara skrotum dan anus, sehingga mencegah darah di penis mengalir seperti biasanya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Priapismus adalah penyakit langka dan kasusnya jarang ditemui. Penyakit ini bisa menyerang anak laki-laki berusia 5 hingga 10 tahun, dan pria dewasa berusia 20 hingga 50 tahun.

Pria yang memiliki kondisi khusus, seperti anemia sel sabit (sickle cell anemia) juga memiliki risiko tinggi untuk mengalami priapismus. Diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala

Anda bisa mengalami priapismus berulang kali dan berkepanjangan. Ketika kambuh, ereksi dapat berulang terus-menerus dan berlangsung lebih kurang sekitar 4 jam sehingga menyebabkan rasa nyeri pada penis.

Walaupun dalam kebanyakan kasus priapismus akan berakhir setelah beberapa jam, penyakit ini juga bisa kambuh kembali setelah beberapa hari, bulan, atau tahun, sehingga juga dapat diklasifikasikan sebagai kondisi yang berkepanjangan.

Berdasarkan tipenya, kondisi penyakit ini memiliki gejala khusus tersendiri. Berikut ini tanda dan gejala yang dialami jika Anda mengalami priapismus iskemik.

  • Ereksi penis yang berlangsung lebih dari empat jam dan tidak terkait dengan rangsangan atau gairah seksual.
  • Batang penis terasa kaku, namun ujung atau kepala penis terasa lunak.
  • Timbul rasa nyeri penis yang berkepanjangan.

Sementara jika Anda mengalami priapismus non-iskemik, beberapa tanda dan gejala yang mungkin bisa terjadi seperti di bawah ini.

  • Ereksi penis yang berlangsung lebih dari empat jam dan tidak terkait dengan rangsangan atau gairah seksual.
  • Batang penis terlihat tegak, tapi tidak sepenuhnya kaku.
  • Sensasi nyeri yang ditimbulkan tidak terlalu menyakitkan.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Anda perlu segera menghubungi dokter spesialis andrologi dan mendapatkan perawatan darurat apabila mengalami ereksi penis berkepanjangan dan menyakitkan selama lebih dari empat jam. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi yang Anda alami.

Penyebab

Hingga saat ini tidak ada penyebab akurat priapismus. Dikutip dari NetDoctor, sekitar 35% kasus yang dilami oleh penderita bersifat idiopatik—tidak diketahui penyebabnya, dan 21% berhubungan dengan terapi obat atau penyalahgunaan alkohol. Selain itu, ada 21% kasus yang terjadi karena trauma dan 8% lainnya akibat gangguan darah.

Namun secara luas, priapismus umumnya terjadi akibat cedera dan kerusakan sistem yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi penis “layu” setelah ejakulasi.

Adapun beberapa kerusakan yang dapat menjadi penyebab priapismus, antara lain:

  • Kelainan darah, terutama penyakit anemia sel sabit (sickle cell anemia), myeloma, thalassemia, dan leukemia.
  • Trauma atau cedera penis, baik tidak sengaja ataupun setelah operasi.
  • Kerusakan sistem saraf, seperti cedera tulang — terutama tulang belakang, namun jarang terjadi akibat multiple sclerosis atau diabetes — biasa melibatkan unsur stimulasi berlebih, sehingga menyebabkan tingginya aliran darah menuju penis disertai dengan kerusakan penurunan penis setelah ejakulasi.
  • Obat impotensi terutama yang diberikan melalui suntikan ke dalam penis.
    • Papaverine
    • Phentolamine
    • Prostaglandin E1 (alprostadil), yang menyebabkan peningkatan aliran darah dengan melebarkan pembuluh darah di penis
    • Sildenafil (Viagra), hampir tidak diketahui kecuali pemberian bersamaan dengan obat lain, seperti suntikan prostaglandin
  • Obat lain, terutama jika overdosis.
    • Obat-obatan psikistri: trazodone dan chlorpromazine
    • Obat tekanan darah: prazosin dan nifedipine
    • Antikoagulan: warfarin dan heparin
    • Obat-obatan lain: omeprazole, metoclopramide, dan tamoxifen
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang.
  • Penyebab lain, seperti gigitan laba-laba dan kalajengking, gangguan metabolisme termasuk asam urat atau amiloidosis, gangguan neurogenik, cedera tulang belakang, dan kanker yang melibatkan penis.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya penyakit priapismus, antara lain:

  • Penyakit yang menyebabkan kelainan peredaran darah dalam pembuluh darah.
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang yang adiktif.
  • Minum terlalu banyak alkohol atau produk yang mengandung steroid androgen — zat untuk meningkatkan ukuran otot.

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Priapismus dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani segera. Kondisi yang berlangsung lebih dari empat jam dapat menyebabkan kadar oksigen darah berkurang. Hal ini dapat merusak jaringan di penis, sehingga berisiko disfungsi ereksi dan cacat pada penis.

Pengobatan untuk kondisi priapismus dilakukan berdasarkan tipe yang dialami. Secara umum, priapismus iskemik memerlukan penanganan lebih lanjut ketimbang priapismus non-iskemik.

Pengobatan priapismus iskemik

Kondisi penyakit ini adalah darurat sehingga memerlukan penanganan segera. Dokter akan mengkombinasikan prosedur untuk mengeluarkan darah dari penis dan obat-obatan untuk mengobati priapismus iskemik.

  • Dokter dapat menyuntikkan phenylephrine pada jaringan spongiosa penis untuk merangsang pembuluh darah terbuka dan meningkatkan aliran darah keluar penis.
  • Selain itu, dokter juga bisa mendrainase darah keluar dari penis dengan menggunakan obat bius dan jarum kecil untuk menghentikan ereksi.
  • Jika perawatan tidak berhasil, dokter mungkin melakukan prosedur operasi untuk memperbaiki dan mengubah rute aliran darah sehingga darah dapat bergerak melalui penis secara normal.

Pengobatan priapismus non-iskemik

Kondisi ini dapat hilang sendiri tanpa pengobatan dan umumnya tidak berisiko akan kerusakan penis. Anda bisa menempatkan kompres es dan tekanan pada perineum — daerah antara skrotum dan anus — untuk menghentikan ereksi.

Selain itu, minum banyak air dan buang air kecil bisa Anda lakukan ketika penis kaku. Mandi dengan air panas dan berolahraga juga membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.

Namun, jika suatu waktu ereksi penis tidak berkurang dalam waktu empat jam, Anda perlu pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera.

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk diagnosis kondisi ini?

Dokter harus segera mendiagnosis untuk menentukan tipe priapismus yang dialami. Untuk menentukan diagnosis yang tepat, beberapa tes yang akan dilakukan, antara lain:

  • Riwayat dan pemeriksaan medis, untuk mengetahui gejala yang dialami pasien.
  • Tes darah, untuk mengukur jumlah sel darah merah dan trombosit, sekaligus mengetahui kondisi anemia sel sabit, kelainan darah lain, atau kanker.
  • Analisa gas darah (AGD), untuk mengukur jumlah gas dalam darah yang dapat memastikan tipe priapismus pada pasien.
  • Ultrasound Doppler, untuk mengukur aliran darah dalam penis yang dapat mendeteksi cedera atau kelainan penis lainnya.
  • Tes toksikologi, untuk memeriksa obat-obatan yang bisa menyebabkan priapismus melalui urine.

Pengobatan di rumah

Sejumlah perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi priapismus Anda, antara lain:

  • Merawat kondisi medis yang Anda alami, khususnya jika mengalami anemia sel sabit atau kelainan darah lainnya.
  • Mengubah atau menghentikan penggunaan obat yang dapat memicu kondisi ini.
  • Selalu buang air kecil ketika kantung kemih penuh untuk mencegah penumpukan urine.
  • Menghindari dehidrasi dengan rutin minum air putih.
  • Mencegah seks berkepanjangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Priapism – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 17 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/priapism/symptoms-causes/syc-20352005.

Hackett, G. (2014). Priapism. Netdoctor. Retrieved 17 February 2021, from https://www.netdoctor.co.uk/conditions/sexual-health/a12000/priapism/.

Balentine, J., & Davis, C. (2021). Priapism: Treatment, Definition, Causes, Stuttering, Ischemic. MedicineNet. Retrieved 17 February 2021, from https://www.medicinenet.com/priapism_penis_disorder/article.htm.

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Download Version.

Porter, Robert. Kaplan Justin. Homeier Barbara. The Merck manual home health handbook. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2009. Print. Page 1470

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui kemarin
x