Sperma yang sehat alias subur menjadi salah satu faktor untuk membuat pasangan lebih cepat hamil. Jika Anda memiliki beberapa ciri sperma tidak sehat seperti berikut ini, mungkin inilah yang menghambat keberhasilan program hamil Anda hingga saat ini.
Beragam ciri sperma tidak sehat
Tanda utama pria yang tidak subur adalah ketika sel sperma yang diproduksinya kesulitan untuk membuahi sel telur pada rahim wanita. Hal inilah yang membuat wanita susah hamil.
Untuk memastikan apakah Anda memiliki ciri-ciri sperma yang tidak subur, diperlukan sebuah prosedur yang disebut analisis semen (semen analysis).
Adapun, beberapa faktor yang menjadi tanda dari sperma yang tidak sehat adalah sebagai berikut.
1. Jumlah sel sperma sedikit
Pada kondisi normal, seorang pria bisa mengeluarkan air mani yang mengandung lebih dari 15 juta sel sperma per mililiternya.
Jika jumlahnya kurang dari angka tersebut, hal ini menjadi ciri bahwa sperma Anda tidak sehat.
Bahkan, beberapa pria dapat mengalami azoospermia, yakni suatu kondisi saat semen atau air mani tidak mengandung sel sperma sama sekali.
Kelainan sperma ini ini bisa menurunkan peluang untuk mendapatkan anak karena tidak banyak sel sperma yang bersaing untuk membuahi sel telur.
Secara kasatmata, air mani dengan jumlah sel sperma yang sedikit memiliki tekstur lebih encer dan tidak terlalu lengket dari biasanya.
2. Kelainan bentuk sel sperma
Sel sperma yang sehat punya bagian kepala berbentuk lonjong dan ekor yang panjang. Sebaliknya, sel sperma yang tidak sehat memiliki kelainan pada kepala, ekor, atau bagian lainnya.
Setiap pria sebenarnya akan menghasilkan sperma dengan bentuk yang tidak normal. Bahkan, sperma yang tidak normal bisa menyamai jumlah sperma yang normal.
Hal ini wajar selama sel sperma yang sehat bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sayangnya, bentuk sel sperma tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang.
Diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop untuk mengetahui persentase sel sperma normal dibandingkan dengan sel sperma abnormal.
Dikutip dari situs Mayo Clinic, kehamilan umumnya lebih lama terjadi bila jumlah sel sperma dengan bentuk atau morfologi normal kurang dari 4 persen.
3. Pergerakan sperma tidak cukup lincah
Sel sperma harus mampu berenang maju dengan lincah menyusuri mulut rahim hingga ke tuba falopi untuk dapat membuahi sel telur. Ini disebut motilitas sperma.
Ciri-ciri sperma yang tidak bisa membuahi sel telur adalah motilitasnya rendah. Sperma seperti ini tidak cukup lincah untuk bergerak dan menembus sel telur.
Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan organ reproduksi yang dibawa sejak lahir hingga infeksi, cedera, operasi, dan bahkan kelainan pada testis.
Hasil analisis semen akan menggambarkan persentase sel sperma yang dapat bergerak maju.
Secara umum, pria dianggap tidak subur jika kurang dari 40% sperma dalam air mani memiliki motilitas yang baik.
4. pH air mani terlalu asam
Perlu diketahui bahwa air mani berbeda dengan sperma. Air mani adalah cairan putih yang keluar saat ejakulasi, sedangkan sperma adalah sel reproduksi pria yang ada dalam air mani.
Air mani membantu melindungi sel sperma. Secara umum, air mani yang sehat memiliki pH (derajat keasaman) yang cenderung basa, yakni sekitar 7,2–8,2.
Penelitian jurnal PLoS One (2015) menguji pengaruh pH air mani terhadap kemampuan sperma untuk bergerak maju, atau dengan kata lain memiliki motilitas progresif.
Diketahui bahwa sampel sperma di dalam air mani dengan pH 7,2–8,2 memiliki motilitas progresif yang lebih baik daripada sperma di dalam air mani dengan pH 5,2–6,2 (cenderung asam).
pH air mani yang terlalu asam merupakan ciri-ciri sperma yang tidak bisa membuahi sel telur sehingga berpotensi menjadi penyebab pasangan lebih sulit hamil.
5. Warna air mani tidak normal
Air mani yang sehat berwarna putih pekat atau kelabu. Apabila Anda mendapati warnanya lebih pudar dan tembus pandang, ini bisa menandakan jumlah sperma yang sedikit.
Tanda sperma yang tidak sehat juga bisa Anda lihat dengan adanya perubahan warna air mani.
Adanya bercak merah atau kecokelatan umumnya menjadi tanda perdarahan pada prostat atau kelenjar vesikula seminalis yang memproduksi air mani.
Sementara itu, air mani yang berwarna kekuningan dapat menandakan infeksi prostat, penyakit kuning (jaundice), atau air mani yang bercampur dengan urine.
Memang cukup sulit untuk mengenali sendiri ciri sperma yang tidak sehat. Anda tentu tidak bisa melihat jumlah, bentuk, dan kemampuan gerak sel sperma dengan mata telanjang.
Oleh sebab itu, penting untuk melakukan tes kesuburan pria, terutama saat Anda dan pasangan tidak mendapatkan momongan setelah satu tahun mencoba untuk hamil.
Selain analisis semen, prosedur ini melibatkan tes hormon, tes genetik, dan wawancara dengan dokter untuk mengetahui masalah yang mendasarinya.
Apabila memang terdapat gangguan pada sperma, dokter biasanya akan merekomendasikan perubahan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas sperma.
Hal ini mencakup berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan penyubur sperma, seperti telur, daging, ikan, jamur, dan makanan laut.
Namun, bila cara alami di atas tidak efektif, dokter akan menganjurkan prosedur medis, seperti terapi hormon atau atau teknologi reproduksi berbantu berupa bayi tabung (IVF).
Jika Anda dan pasangan punya pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah dengan dokter untuk mengetahui langkah tepat yang perlu dilakukan.
Kesimpulan
- Sperma yang sehat dan subur adalah faktor penting untuk keberhasilan program hamil.
- Ciri-ciri sperma tidak sehat meliputi jumlah sperma yang sedikit, kelainan bentuk sperma, dan pergerakan sperma yang kurang lincah.
- Analisis semen diperlukan untuk mengevaluasi kesehatan sel sperma dan menentukan perawatan yang tepat untuk mengatasi gangguan kesuburan pria.