Penyebab Anda Sering Tidak Bisa Tidur Saat Berada di Tempat Baru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda sedang berlibur di luar kota dan harus menginap di sebuah hotel atau di rumah seorang kerabat. Sayangnya, pada malam pertama menginap, Anda tak bisa tidur meskipun badan sudah capai. Pernah mengalami hal ini? Tenang, Anda tidak sendirian.

Para peneliti telah mengamati fenomena unik ini, di mana seseorang biasanya tidak bisa tidur di tempat baru. Fenomena ini juga sering disebut first night effect atau efek malam pertama. Mengapa bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya, ya? Berikut ulasan lengkapnya.

Kenapa tak bisa tidur di tempat baru?

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Biology tahun 2016, ketika Anda berada di tempat baru, otak Anda akan tetap terjaga. Bahkan ketika Anda mencoba untuk tidur sekalipun.

Dalam penelitian ini, para ahli dari Brown University di Amerika Serikat memantau aktivitas otak para peserta yang diminta untuk tidur di laboratorium. Pada malam pertama, rupanya otak bagian kiri para peserta yang sedang tidur masih tetap aktif dan bereaksi terhadap suara di sekitarnya.

Dibandingkan dengan otak bagian kanan, otak bagian kiri perannya lebih penting dalam berjaga-jaga dan mendeteksi adanya ancaman. Inilah mengapa Anda akan lebih mudah terbangun saat tidur kalau Anda mendengar suara-suara dari telinga kiri.

Otak bagian kiri Anda memang akan lebih waspada ketika berada di tempat baru. Ini karena tidur di tempat yang asing membuat Anda cemas akan hal-hal yang tidak terduga. Misalnya suhu ruangan atau posisi tidur yang berbeda. Untuk melindungi diri dari ancaman, otak kiri Anda pun akan berjaga-jaga selama Anda tidur.

Berada di tempat baru, entah karena sedang liburan atau karena pekerjaan, juga bisa meningkatkan kadar stres Anda. Hal ini juga bisa membuat Anda makin gelisah dan tak bisa tidur.

Bahkan sebuah penelitian dalam Journal of Psychiatric Research mengungkapkan kalau first night effect ini bisa bertahan selama lebih dari satu malam. Jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir kalau di malam kedua Anda belum bisa tidur nyenyak. Otak Anda masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru.

posisi tidur memengaruhi pencernaan

Semakin sering bepergian, Anda akan semakin gampang tidur di tempat baru

Jangan salah, ada juga orang yang malah bisa langsung tidur nyenyak di tempat baru. Bila Anda termasuk tipe orang yang mudah tidur di tempat yang baru, Anda mungkin sudah sering bepergian dan menginap di hotel atau rumah teman.

Menurut para ahli dari Brown University, otak manusia adalah organ tubuh yang cukup fleksibel. Kalau Anda sudah sering tidur di tempat yang baru, otak pun sudah tidak akan terlalu cemas dan waspada lagi.

Pasalnya, Anda sudah beberapa kali harus tidur di tempat baru dan ternyata memang tidak ada ancaman apa pun. Anda pun bisa lebih rileks dan tidur nyenyak meskipun berada di tempat yang asing.

Cara supaya tidur lebih nyenyak di tempat baru

Kalau Anda sering tak bisa tidur saat menginap di tempat baru, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Simak tips-tips berikut ini.

  • Mandi air hangat sebelum tidur. Ini akan membantu Anda agar lebih nyaman. Namun, pastikan Anda tidak kepanasan saat tidur. Jadi, atur suhu kamar supaya cukup sejuk.
  • Jangan main HP sebelum tidur. Usahakan untuk mematikan semua alat elektronik Anda kira-kira 90 menit sebelum waktunya tidur. Sinar dan kedipan cahaya dari smartphone Anda akan membuat otak semakin waspada dan sulit beristirahat.
  • Bawa bantal atau selimut dari rumah. Kalau bisa, bawa bantal atau selimut dari rumah saat menginap di tempat baru. Aroma dan tekstur kainnya bisa “menipu” otak seolah-olah Anda sedang tidur di rumah sendiri.  
  • Pakai earplug (sumbat telinga). Supaya Anda tidak mudah terbangun karena suara-suara di sekitar, gunakan earplug saat Anda tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit