Sulit Tidur? Mineral Magnesium Ternyata Bisa Membantu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, di mana saat tidur tubuh bisa beristirahat dari kerjanya seharian dan mengisi energinya kembali. Sulit tidur, seperti insomnia, tentu sangat mengganggu. Hal ini membuat Anda merasa cepat lelah keesokan harinya sehingga bisa mengganggu aktivitas Anda. Beberapa hal mungkin bisa membantu mengatasi masalah sulit tidur Anda, salah satunya adalah mencukupi kebutuhan mineral magnesium. Bagaimana bisa?

Mineral magnesium bisa membantu mengatasi sulit tidur

Beberapa penelitian telah menghubungkan efek magnesium terhadap kualitas tidur. Magnesium merupakan salah satu mineral yang bisa membantu Anda tertidur dan menjaga tidur Anda sepanjang malam.

James F. Balch, M. D., penulis dari “Prescription for Nutritional Healing”, mengatakan bahwa kekurangan mineral magnesium (dan juga kalsium) dapat menyebabkan Anda terbangun setelah beberapa jam tertidur dan setelah itu sulit lagi untuk kembali tidur, seperti dilansir dari Medical News Today.

Tubuh yang kekurangan magnesium dapat menunjukkan gejala insomnia kronis. Sedangkan, kadar magnesium yang lebih tinggi dalam tubuh ditemukan berhubungan dengan tidur yang lebih dalam dan nyenyak. Seperti yang telah dibuktikan dalam penelitian oleh James Penland dari Human Nutrition Research Center di North Dakota.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Abbasi, dkk. dari Isfahan University of Medical Sciences tahun 2012 juga memperkuat penelitian sebelumnya. Penelitian yang dilakukan pada 46 lansia yang diberi asupan magnesium tambahan selama 8 minggu menunjukkan bahwa pemberian magnesium tambahan dapat membantu insomnia, serta memperbaiki efisiensi tidur, waktu tidur, dan bangun pagi.

Bagaimana magnesium dapat membantu tidur?

Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk saraf dan otot. Dalam membantu tidur, mineral magnesium dapat membantu Anda menjadi rileks serta menenangkan sistem saraf dan otot sehingga Anda mudah tertidur dan tidur menjadi lebih nyenyak.

Magnesium dapat membuat tubuh Anda rileks dengan cara mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sistem yang bertanggung jawab untuk membuat Anda tenang dan rileks. Hal ini karena magnesium berperan dalam pengaturan neurotransmiter yang mengirim sinyal ke sistem saraf dan otak.

Selain itu, magnesium juga dapat berikatan dengan reseptor asam gamma aminobutirat (GABA), yang merupakan neurotransmiter yang bertanggung jawab untuk menenangkan aktivitas saraf. Tak hanya itu, magnesium juga berperan dalam mengatur hormon melatonin, yang mengatur siklus tidur-bangun pada tubuh.

Perlu Anda ketahui bahwa kurang tidur sendiri ternyata dapat menurunkan kadar magnesium dalam tubuh. Hal ini karena kurang tidur dapat menyebabkan tubuh menjadi stres, yang kemudian dapat mengakibatkan tubuh melepaskan magnesium keluar melalui urine.

Selain membantu tidur, magnesium juga dapat membantu mengatasi kecemasan dan depresi, yang keduanya dapat mengganggu tidur Anda. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan kebingungan mental. Dan, penambahan magnesium dalam pengobatan dapat mengatasi hal tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan magnesium untuk membantu tidur?

Anda bisa mendapatkan magnesium dengan mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung magnesium, seperti sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal, daging, ikan, dan buah-buahan.

Atau, Anda juga bisa mendapatkan magnesium dari suplemen (dengan saran dokter). Batas maksimal suplemen magnesium yang dianggap aman dikonsumsi adalah 350 mg per hari, hindari dosis yang lebih tinggi dari itu.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013, kebutuhan magnesium Anda per hari adalah 350 mg untuk pria dewasa dan sebesar 310-320 mg untuk wanita dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Generalized Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Umum)

Generalized anxiety disorder adalah jenis gangguan kecemasan yang terjadi saat Anda merasa cemas secara berlebihan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tortikolis

Tortikolosis membuat leher penderitanya mengalami kecondongan untuk miring ke satu sisi. Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit