home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Astral Projection: Fenomena Klenik Kondisi Medis Nyata?

Astral Projection: Fenomena Klenik Kondisi Medis Nyata?

Familiar dengan adegan di film horor Insidious, saat roh si anak keluar dari dalam tubuhnya saat tidur dan terjebak di alam baka sebelum sang ayah menyelamatkannya? Nah, fenomena roh keluar dari tubuh tersebut memiliki istilah ilmiah, yaitu astral projection. Anda mungkin berpikir bahwa fenomena ini adalah pengalaman supernatural yang tak dapat dijelaskan oleh logika. Padahal, astral projection dapat Anda jelaskan secara sederhana dalam dunia medis. Yuk, simak penjelasannya berikut ini tanpa perlu takut membuat bulu kuduk merinding.

Astral projection hampir sama seperti halusinasi

Memang cukup sulit untuk menjelaskan mengapa astral projection bisa terjadi. Pasalnya, hingga saat ini, masih belum banyak studi atau penelitian yang mengulik mengenai fenomena tak biasa ini. Namun, para ahli medis menyatakan bahwa hal ini bisa saja terjadi karena adanya gangguan komunikasi pada otak.

Ya, otak adalah organ yang mengatur segala kegiatan dan aktivitas tubuh, termasuk saat Anda sedang bermimpi atau mengalami halusinasi. Para ahli juga menganggap bahwa proyeksi astral adalah salah satu bentuk halusinasi yang otak buat saat mengalami kejadian tertentu, misalnya kelelahan.

Pada tahun 2014, para ahli melakukan sebuah penelitian yang berhasil membuktikan hal tersebut. Menurut para ahli yang melakukan penelitian tersebut, proyeksi astral ini terjadi karena adanya gangguan komunikasi otak, dan tak lebih dari itu.

Ini artinya, pada otak Anda terdapat sebuah bagian, yaitu temporoparietal junction, area di mana bagian temporal dan parietal otak menyatu. Bagian tersebut memiliki fungsi untuk menghubungkan informasi sensorik yang tubuh terima dari luar dengan kumpulan emosi serta ingatan yang sudah ada dalam otak.

Pada orang yang merasa rohnya “keluar” dari dalam tubuh, bagian temporoparietal junction yang mereka miliki tidak bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan informasi yang diproses otak menjadi tidak sempurna. Sebagai contoh, ketika menganggap mimpi yang mereka lihat seperti nyata.

penyebab mimpi buruk

Jenis astral projection yang membuat roh keluar dari tubuh

Ketika roh Anda keluar dari dalam raga, nyawa Anda bisa melayang, berjalan-jalan ke tempat lain. Bahkan, Anda dapat melihat tubuh Anda yang sedang berbaring. Usut punya usut, astral projection tak terjadi begitu saja. Ada berbagai penyebab mengapa roh keluar dari tubuh. Hal ini terbagi ke dalam dua bentuk, yaitu spontan dan tidak spontan. Lalu, apa beda keduanya? Berikut penjelasannya.

1. Astral projection yang spontan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengalaman ‘roh keluar dari tubuh’ ini terjadi secara spontan, yaitu:

Tidur

Saat sedang merasa kelelahan, apalagi kurang tidur, bisa saja dalam tidur Anda merasa mengalami astral projection. Biasanya, pengalaman ini terjadi sesaat sebelum Anda tertidur atau sesaat sebelum bangun dari tidur.

Merasa kelelahan

Lelah akibat melakukan aktivitas yang berat bisa membuat seolah-olah seseorang merasa keluar dari tubuhnya saat sedang tidur nyenyak. Oleh sebab itu, jika pernah mengalaminya, Anda berarti termasuk orang yang pernah mengalami astral projection. Sementara, proyeksi astral spontan lainya diketahui ketika seseorang sedang berada dalam pengaruh efek obat anastesi.

2. Astral projection tidak spontan

Sementara itu, ada pula jenis proyeksi astral yang tidak spontan. Dalam hal ini, roh baru bisa keluar dari tubuh jika sebelumnya ada hal lain yang memicunya. Sebagai contoh:

Obat-obatan yang menyebabkan halusinasi

Tahukah Anda ada beberapa jenis obat yang mungkin dapat menyebabkan halusinasi? Nah, jika Anda mengalaminya, potensi mengalami astral projection pun semakin tinggi.

Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan halusinasi termasuk ketamin, DMT, MDA, dan LSD. Obat-obatan ini mengandung halusinogen. Menurut National Institute of Drug Abuse, halusinogen juga bisa menyebabkan gangguan tidur.

Kehilangan gravitasi

Ternyata, proyeksi astral juga bisa terjadi pada pilot atau astronot. Saat itu, orang yang memiliki profesi tersebut mengalaminya karena hilang kesadaran, khususnya saat menjauhi gravitasi.

Hal ini, sebenarnya, mungkin terjadi karena adanya tekanan udara sekitar yang menekan bagian kepala, sehingga mengganggu fungsi otak Anda atau orang yang mengalaminya.

Nah, sebagian besar fenomena roh keluar dari tubuh seperti astral projection ini terjadi ketika seseorang sedang berada pada alam bawah sadarnya. Alhasil, sampai saat ini kondisi tersebut sering berkaitan dengan halusinasi atau imajinasi. Ya, kedua kondisi tersebut sering terjadi saat seseorang berada pada alam bawah sadarnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hallucinogen DrugFacts. Retrieved 9 April 2021, from https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/hallucinogens

Astral Projection: Just a Mind Trip. Retrieved 9 April 2021, from https://www.livescience.com/27978-astral-projection.html

Braithwaite, J. J., & David, A. S. (2016). Out of body, out of mind? An examination of out-of-body experiences and dissociative disorders. Cognitive neuropsychiatry21(5), 373–376. https://doi.org/10.1080/13546805.2016.1240074
Parnia, S., Spearpoint, K., de Vos, G., Fenwick, P., Goldberg, D., Yang, J., Zhu, J., Baker, K., Killingback, H., McLean, P., Wood, M., Zafari, A. M., Dickert, N., Beisteiner, R., Sterz, F., Berger, M., Warlow, C., Bullock, S., Lovett, S., McPara, R. M., … Schoenfeld, E. R. (2014). AWARE-AWAreness during REsuscitation-a prospective study. Resuscitation85(12), 1799–1805. https://doi.org/10.1016/j.resuscitation.2014.09.004
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 01/01/2021
x