Nebulizer: Fungsi, Efek Samping, Cara Pemakaian, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/07/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Terdapat beberapa metode pengobatan untuk mengatasi masalah sesak napas. Mulai dari pengobatan oral sampai dengan obat hirup menggunakan nebulizer. Simak ulasan lengkapnya, dari kegunaan hingga cara merawatnya.

Apa fungsi nebulizer?

alat nebulizer

Nebulizer adalah alat mesin yang mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Fungsi nebulizer adalah untuk melegakan saluran napas yang menyempit.

Nebulizer terdiri dari mesin kompresor udara, wadah kecil untuk obat cair, dan selang elastis yang menghubungkan kompresor udara ke wadah obat. Di atas wadah obat terdapat corong atau masker yang akan digunakan untuk menghirup kabut.

Ada dua versi daya nebulizer, yaitu menggunakan listrik dan menggunakan baterai. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara memilih jenis nebulizer yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Alat ini umum digunakan sebagai terapi pengobatan penyakit pernapasan kronis, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Ini karena dibanding dengan inhaler, uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil sehingga obat akan bisa lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Bagaimana cara kerja nebulizer?

Alat bantu pernapasan ini bekerja dengan cara mengubah obat cair menjadi uap. Udara yang mengandung uap obat kemudian akan ditekan naik melalui selang ke masker.

Dari situ, Anda akan menghirup obat Anda. Obat yang dihantarkan oleh nebulizer akan diserap perlahan, dan Anda mungkin harus duduk diam selama 10 sampai 15 menit.

Nebulizer lebih sering digunakan dalam serangan asma dan PPOK karena alat ini tidak memerlukan teknik pernapasan yang rumit. Pasalnya, saat menggunakan inhaler, Anda perlu mengambil napas dalam terlebih dulu sebelum menyemprotkan obat.

Hal tersebut akan menyulitkan orang yang sedang mengalami serangan asma atau PPOK. Itu sebabnya alat ini menjadi pilihan yang lebih efektif untuk menghantarkan obat dibandingkan inhaler dalam situasi memburuknya gejala PPOK.

Penyakit yang bisa diatasi dengan nebulizer

Berikut adalah daftar penyakit yang dapat diatasi dengan pemakaian nebulizer:

1. Asma

Asma adalah kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak, serta memproduksi lendir berlebih. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, serta menimbulkan gejala-gejala seperti batuk dan mengi (napas berbunyi).

2. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan seseorang sulit karena tersumbatnya saluran udara di paru-paru. PPOK merupakan penyakit progresif, artinya penyakit ini akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru (alveolus) meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

4. Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah kondisi yang ditandai dengan saluran napas yang luka dan meradang. Kondisi ini membuat saluran napas dipenuhi lendir kental yang meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Nebulizer membantu membersihkan lendir. Dengan begitu, Anda lebih mudah mengeluarkan lendir dan obat-obatan untuk infeksi bakteri jadi lebih mudah diserap.

5. Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah peradangan dan pembengkakan saluran udara kecil (bronkiolus) akibat infeksi virus. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi dan bisa jadi salah satu risiko penyebab asma di kemudian hari.

Dokter atau perawat mungkin menganjurkan nebulizer untuk mengatasi bronkiolitis, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing.

6. Fibrosis kistik

Fibrosis kistik adalah penyakit genetik yang menyerang kemampuan tubuh mengendalikan gerakan garam dan air di antara sel. Akibatnya, terbentuklah lendir yang sangat kental di paru-paru dan sistem pencernaan. Hal ini membuat Anda susah bernapas dan meningkatkan risiko infeksi paru.

Nebulizer berguna untuk mengencerkan dahak (lendir) atau mengatasi gejala fibrosis kistik lainnya. Obat-obatan kistik fibrosis yang bisa digunakan dalam nebulizer adalah bronkodilator, kortikosteroid, dan enzim dornase alfa.

Pengobatan dengan alat ini tak hanya melegakan pernapasan, tapi juga mengatur produksi lendir dan mencegah infeksi bertambah parah.

7. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada area hidung dan sinus. Menurut berbagai laporan, nebulizer tipe ultrasonik cukup ampuh mengurangi gejala-gejala sinusitis seperti hidung tersumbat atau nyeri di area hidung dan wajah.

Alat ini bahkan disebutkan mampu mengatasi infeksi bakteri pada 76 persen pasien yang diberikan obat antibiotik lewat mesin uap ini.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada pasien pengguna nebulizer di rumah, terbukti bahwa manfaat alat hirup uap ini jauh lebih besar daripada potensi risiko apa pun. Alat ini sendiri bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam mengendalikan penyakit paru kronis, serta bisa membantu para pasien lebih berhemat.

Apakah ada efek samping dari penggunaan nebulizer?

Umumnya, efek samping dari pemakaian nebulizer tergantung pada cairan obat sesak napas yang digunakan.

Penggunaan obat bronkodilator, misalnya, mungkin akan menyebabkan efek samping tertentu. Menurut NHS, berikut adalah beberapa efek dari pemakaian bronkodilator:

  • tangan gemetar
  • sakit kepala
  • detak jantung tidak beraturan
  • kram otot
  • mual
  • mulut kering
  • batuk
  • diare

Lain lagi dengan saline atau larutan garam steril, jenis obat lain yang biasa dipakai dengan alat ini. Beberapa efek samping yang biasanya muncul akibat pemakaian saline dengan nebulizer adalah:

  • batuk bertambah parah
  • sakit tenggorokan
  • rasa sesak di bagian dada

Cara menggunakan nebulizer langkah demi langkah

Cara yang tepat saat menggunakan nebulizer memungkinkan obat bisa bekerja secara efektif, terutama untuk mengobati gejala sesak napas.

Untuk itu, coba ikuti cara-cara pemakaiannya berikut ini, mulai dari mempersiapkannya hingga memakainya.

  1. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah kuman ikut masuk ke paru-paru lewat tangan yang menyentuh alat.
  2. Siapkan obat yang akan digunakan. Jika obat sudah dicampur, tuang langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu dengan menggunakan pipet atau alat suntik.
  3. Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan dokter.
  4. Hubungkan wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  5. Pasang masker di wajah hingga menutupi hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah, agar tidak ada uap yang keluar dari sisi-sisi masker.
  6. Hidupkan mesin kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut.
  7. Anda bisa mengakhirinya saat tidak ada lagi uap yang keluar. Ini tandanya obat sudah habis.

Pemakaian nebulizer umumnya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.

Cara merawat nebulizer agar awet dan tidak cepat rusak

Alat hirup uap obat nebulizer harus dibersihkan setiap kali digunakan. Hal ini penting untuk menghindari pertumbuhan bakteri, yang membuat Anda berisiko kena infeksi bakteri.

Lakukanlah hal berikut ini setiap kali Anda selesai menggunakan alat ini:

  1. Langsung cuci wadah obat dan masker dengan sabun cuci piring. Bilaslah dengan air panas. Usahakan semua bagian dibersihkan tanpa terlewat.
  2. Lap bersih setiap bagian alat hingga benar-benar kering. Agar lebih cepat kering, Anda juga bisa memasang setiap bagian nebulizer ke mesin dan menghidupkannya. Udara yang dikeluarkan dari mesin membantu mengeringkan alat dengan cepat dan praktis.
  3. Pastikan semua bagian telah benar-benar kering sebelum menyimpannya dan menggunakannya kembali.

Selain dibersihkan, Anda juga perlu mensterilkan alat bantu napas tersebut setiap dua hari sekali setelah digunakan. Caranya dengan merendam bagian-bagian alat hirup ini (kecuali bagian masker) ke dalam baskom berisi tiga gelas air panas yang dicampur satu sendok cuka putih encer. Anda juga bisa meminta larutan pembersih khusus dari dokter atau apoteker.

Diamkan selama satu jam atau sesuai yang diinstruksikan di kardus kemasan. Setelah itu, keringkan dengan memasang potongan nebulizer ke mesin dan kemudian hidupkan.

Setelah dibersihkan dan disterilkan, pastikan untuk menyimpan alat sesuai dengan petunjuk agar tetap awet dan terus berfungsi dengan baik.

Selang perlu diganti secara teratur agar lebih higienis dan memastikan bahwa Anda tidak menghirup kuman berbahaya. Hindari mencuci selang dengan air. Penggantian selang harus dilakukan secara berkala karena mustahil untuk membersihkan bagian dalam selang sepenuhnya.

Dengan mengetahui cara pemakaian serta perawatan yang benar, Anda pun bisa mendapatkan pengobatan dengan nebulizer secara maksimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca