Bagaimana Humidifier Dapat Membantu Memperlancar Pernapasan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah tidak asing dengan perangkat elektronik rumah tangga yang disebut dengan humidifier. Alat bantu pernapasan ini berfungsi untuk menambahkan kelembapan udara, terutama pada lingkungan dengan udara yang kering. Ternyata, keberadaan alat ini penting untuk membantu mengatasi gejala sesak napas yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi tertentu. Seperti apa pengaruh humidifier untuk pernapasan Anda? Lalu, bagaimana cara pemakaiannya agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal?

Manfaat humidifier untuk memperlancar pernapasan

minyak esensial untuk bayi

Pemakaian alat humidifier sudah cukup banyak ditemukan, terutama di rumah dengan udara yang kering selama musim kemarau, atau ruangan yang terlalu lama menggunakan AC. Alat ini bekerja dengan cara menambah tingkat kelembapan di dalam ruangan.

Humidifier menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengatasi kondisi kulit kering terkelupas, batuk kering, iritiasi hidung, hingga sakit kepala. Namun, artikel kali ini akan membahas secara mendalam bagaimana humidifier bermanfaat untuk pernapasan Anda.

Menurut Dr. Kathrin Nicolacakis yang dilansir dari Cleveland Clinic, udara yang terlalu kering dapat berakibat buruk pada hidung dan paru-paru. Hal ini tentu dapat memperparah kondisi sesak napas yang Anda derita.

Dr. Nicolacakis menambahkan, meskipun Anda tidak memiliki penyakit penyebab sesak napas apapun sebelumnya, sistem pernapasan Anda tetap bisa terganggu jika terpapar udara yang terlalu kering.

Terlebih lagi, apabila Anda sering berada di ruangan dengan suhu yang terlampau dingin, hal ini juga berisiko memperparah kondisi pernapasan Anda. Orang-orang dengan penyakit pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta bronkitis tidak disarankan untuk berada di ruangan dengan suhu yang terlalu dingin.

Pasalnya, udara yang terlalu dingin dan kering dapat memicu gejala-gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Udara dingin juga dapat mengganggu kelembapan yang melapisi dinding saluran pernapasan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko sesak napas, bahkan pada orang yang sehat sekali pun.

Oleh karena itu, humidifier dapat menjadi solusi untuk menyeimbangkan kelembapan di rumah Anda, terutama bagi Anda yang sering mengalami masalah pernapasan.

Tips menggunakan humidifier agar bekerja secara efektif

manfaat Humidifier

Setelah mengetahui bagaimana manfaat yang diberikan humidifier untuk pernapasan, Anda perlu memahami juga kiat-kiat pemakaian alat ini supaya bekerja dengan efektif.

Masih banyak orang yang belum tahu bahwa penggunaan humidifier yang kurang tepat malah membuat Anda tidak mendapatkan potensi terbaik dari alat ini. Bahkan, kesalahan dalam pemakaiannya justru dapat berakibat buruk pada kesehatan Anda.

Ditambah lagi, harga humidifier yang cukup mahal tentu membuat Anda ingin mendapatkan manfaat dari alat ini semaksimal mungkin. Maka itu, simak tips-tips di bawah ini agar Anda bisa memanfaatkan humidifier dengan benar:

1. Gunakan humidifier sesuai dengan kebutuhan

Penting untuk Anda ketahui bahwa udara yang terlalu lembap pun tidak bagus untuk kesehatan. Maka itu, pakailah humidifier seperlunya, serta perhatikan situasi dan kondisi yang sekiranya memerlukan alat ini.

Pada beberapa orang, gejala sesak napas dipicu oleh alergi seperti debu atau jamur. Pada orang lainnya, aktivitas fisik yang berat atau olahraga dapat menyebabkan saluran pernapasan menyempit. Beberapa orang menggunakan humidifier ruangan saat udara kering, namun untuk beberapa orang lainnya, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Misalnya, jika Anda menderita sesak napas yang disebabkan oleh asma, hindari menggunakan humidifier terlalu lama. Pasalnya, udara yang terlalu lembap berisiko meningkatkan jumlah pemicu alergi yang tersebar di udara, seperti debu.

Kelembapan yang tinggi juga bisa mempercepat pertumbuhan jamur, lumut, dan tungau. Jika pemicu alergi tersebut terhirup atau terpapar tubuh, gejala asma akan memburuk.

Di waktu yang bersamaan, saat kelembapan terlalu rendah, seperti Anda tinggal di iklim gurun, atau saat musim dingin, Anda dapat mengalami iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Pada kasus tersebut, humidifier ruangan dapat bermanfaat, terutama di kamar Anda, jika Anda tidur dengan udara yang kering.

Menurut Mayo Clinic, tingkat kelembapan yang ideal berkisar di antara 30 hingga 50 persen. Untuk mengukur kadar kelembapan di ruangan, Anda bisa memakai alat higrometer yang tersedia di toko perlengkapan rumah.

2. Pilihlah humidifier yang sederhana

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah humidifier dapat mengurangi gejala ganggan pernapasan Anda. Anda tidak memerlukan humidifier yang terlalu canggih atau mahal, namun pilihlah ukuran yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan, mudah dibersihkan, dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan.

Beberapa humidifier juga memiliki indikator dan kontrol kelembapan. Gunakan air yang telah disaring atau disuling untuk mencegah endapan mineral dan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada tangki air.

3. Bersihkan humidifier

Hal penting lainnya agar humidifier Anda bekerja secara maksimal untuk kesehatan pernapasan adalah rutin membersihkannya. Jika Anda menggunakan humidifier, pastikan bahwa tidak terlalu banyak kotoran yang menumpuk di mesin.

Humidifier yang kotor bisa menjadi sarang pertumbuhan bakteri dan lumut. Ini tentunya akan berdampak buruk pada kondisi pernapasan yang Anda miliki. Bahkan, pernapasan orang yang sehat sekali pun dapat terganggu apabila menghirup uap dari humidifier yang kotor.

Anda disarankan untuk membilas tangki humidifier setiap 3 hari sekali. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida 3% yang tersedia di apotik. Beberapa pabrik pembuat humidifier juga menyarankan pemakaian cairan pemutih atau disinfektan untuk membersihkan alat.

Keringkan humidifier setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur yang berkembang pada genangan air. Bersihkan seluruh bagian beberapa hari sekali, menggunakan sikat botol atau sejenisnya untuk membersihkan sudut yang sulit dijangkau, atau bagian di mana endapan dapat menumpuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Oang dengan asma memiliki saluran pernapasan yang menyempit dan meradang, latihan pernapasan yang benar bisa mengurangi gejala sesak yang sering timbul.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Asma, Health Centers 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pembersih rumah anak asma

Zat Kimia pada Produk Pembersih Rumah Membuat Anak Rentan Terkena Asma

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
square breathing

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit