Pentingnya Memakai Masker Saat Flu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda sering memakai masker saat terkena penyakit flu? Atau Anda selalu menganjurkan orang di kantor Anda memakai masker jika sakit? Tindakan Anda sudah benar, tapi sebenarnta seberapa efektifkah masker yang Anda kenakan? Apakah Anda sudah memakai masker Anda dengan benar? Apakah memakai masker saja sudah cukup untuk mencegah penularan penyakit flu?

Benarkah pakai masker saat flu efektif mencegah penularan?

Selama bertahun-tahun, awalnya para ilmuwan meragukan apakah pemakaian masker dapat mencegah penyebaran virus influenza. Namun, baru dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia kedokteran yakin bahwa memakai masker saat terserang flu atau menggunakan sebagai upaya pencegahan sangatlah membantu.

Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2008, dalam International Journal of Infectious Diseases, menyimpulkan bahwa masker harus digunakan dengan benar agar lebih efektif dalam mencegah menyebaran infeksi virus.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada Annals of International Medicine menemukan anggota keluarga dapat mengurangi risiko flu sekitar 70% ketika mereka juga mencuci tangan dan menggunakan masker.

Bahkan peneliti dari University of Michigan juga membuktikan hal sama. Penelitian yang melibatkan 1.000 mahasiswa yang tinggal di asrama ini, membagi ke dalam beberapa kelompok, yakni mereka yang memakai masker, mereka yang memakai masker dan mempraktikkan kebiasaan membersihkan tangan, mereka yang tidak melakukan keduanya.

Hasilnya menunjukkan grup yang menggunakan masker dan membersihkan tangan di asrama mengalami penurunan risiko sekitar 75% terhadap flu. Dapat disimpulkan bahwa memakai masker saja tidak cukup, peneliti menyarankan agar tindakan pencegahan tersebut harus dibarengi dengan mencuci tangan.

Apakah masker memiliki tipe yang berbeda-beda?

Ketika Anda ingin memakai masker saat flu, pastikan Anda mengetahui tipe-tipe masker yang akan digunakan. Berikut ini beberapa tipe masker:

1. Masker wajah

Masker jenis ini cukup longgar tapi pas untuk dipakai, dan sering ditemukan di mana pun. Di Amerika sendiri, penggunaan masker ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika untuk digunakan sebagai atribut kesehatan.

Bertahun-tahun lalu, mungkin Anda hanya melihat bahwa masker ini hanya digunakan oleh tenaga medis. Namun semenjak adanya penyebaran berbagai virus, seperti flu burung, flu babi, dan Covid-19, masker medis ini jauh lebih sering ditemukan di ruang publik.

Tipe masker ini mampu mencegah tetesan liru (droplet) yang berasal dari hidung atau mulut yang mungkin mengandung virus.

Kekurangan dari masker ini adalah Anda tetap dapat menghirup sebagian kecil udara yang terkontaminasi. Oleh karena itu, memakai masker ini tidak dapat mencegah penyebaran virus sepenuhnya saat flu.

2. Respirator

Respirator, atau yang dikenal juga dengan masker respirator N95, merupakan masker yang dirancang khusus untuk melindungi pemakai dari partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus. Sebenarnya, masker ini sangat jarang terlihat digunakan pada kehidupan sehari-hari.

Lagi-lagi, setelah Covid-19 muncul, penggunaannya sudah jaub lebih umum. Bahkan, penggunaan masker N95 menjadi prioritas bagi para tenaga medis.

Masker ini telah disertifikasi oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Nama N95 sendiri berasal dari kemampuan masker ini untuk menyaring 95% partikel udara. Selain digunakan oleh petugas kesehatan, masker jenis ini juga biasa dipakai dalam pengecatan atau ketika seseorang menangani sebuah bahan yang memiliki kemungkinan beracun.

Respirator dirancang agar dapat melekat sempurna pada wajah dan tidak menyisakan celah sedikitpun bagi virus untuk masuk. Maka itu, memakai masker respirator dinilai lebih efektif mencegah penularan saat flu.

Bagaimana cara memakai masker dengan benar?

Pada tahun 2010, CDC memperbarui alur pencegahan flu yang mereka keluarkan. Mereka merekomendasikan penggunaan memakai masker bagi para petugas kesehatan saat melakukan kontak dengan penderita flu. CDC juga menyarankan untuk memberikan masker kepada pasien yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.

Memakai masker memang dapat menurunkan risiko penularan penyakit flu. Akan tetapi, hal ini baru akan terjadi jika masker tersebut digunakan dengan benar.

Berikut adalah cara memakai masker saat flu yang tepat:

  • Gunakan masker jika harus terus-menerus Anda berada dalam jarak 2 meter dari orang yang sedang sakit.
  • Posisikan tali masker dengan benar, karena hal tersebut dapat membuat masker tetap terjaga di atas hidung, mulut, dan dagu. Usahakan untuk tidak menyentuhnya (terutama bagian depan), kecuali Anda ingin melepaskannya.
  • Gunakan sebelum Anda berinteraksi dengan orang terkena flu, bukan saat sudah memulai interaksi.
  • Jika Anda terkena flu, sebaiknya juga gunakan masker, sehingga virus tersebut tidak menyebar.
  • Jika virus flu atau lainnya yang menyebar melalui udara di lingkungan Anda dalam level tinggi penyebarannya, segera gunakan masker.
  • Jangan pernah menggunakan masker yang sudah dipakai. Selesai menggunakannya, segera buang dan cuci tangan Anda.

Mencegah masih lebih baik daripada mengobati. Mencegah diri Anda terpapar oleh virus merupakan metode terbaik dalam menghadapi flu atau penyakit lain. Masker merupakan salah satu metode yang sangat baik, namun tentu saja perlu disertai dengan cara penggunaan yang tepat.

Selain memakai masker, salah satu tindakan pencegahan saat musim flu yang tidak kalah penting adalah dengan mencuci tangan. Selain itu, Anda juga dapat memproteksi diri Anda dengan vaksin flu untuk mencegah diri Anda terjangkit penyakit tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Bukan saja kerusakan hati dan penyakit jantung, konsumsi gula berlebih juga bisa menimbulkan efek buruk lain pada kesehatan tubuh Anda. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Fakta Gizi, Nutrisi 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspadai 6 Trik yang Biasa Dilakukan Pelaku Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual bisa terjadi kapan pun dan di mana saja. Namun, tindakan tersebut biasanya dilakukan dengan trik-trik umum berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Jitu Meraih Orgasme Pertama Kali untuk Wanita

Ada banyak cara wanita orgasme, namun untuk mencapainya memang tak semudah yang dikira. 5 hal ini untuk membantu Anda capai klimaks pertama kalinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berapa Lama Ketahanan Vaksin Bekerja di Dalam Tubuh?

Vaksin diperlukan untuk mencegah tubuh terhindar dan terserang dari penyakit. Tapi seberapa ampuh ketahanan vaksin melindungi tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

petai dan jengkol

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
makanan probiotik

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
ilustrasi mengatasi perut kembung

Ragam Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung yang Cepat dan Ampuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menggunakan media sosial

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit