backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan

Kiat Bijak Menolong Orang yang Mengalami Serangan Panik

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/09/2023

Kiat Bijak Menolong Orang yang Mengalami Serangan Panik

Serangan panik atau panic attack merupakan kondisi yang bisa terjadi kapan saja. Meski Anda tidak mengalaminya, penting untuk tetap mengetahui cara mengatasi serangan panik untuk menolong orang di sekitar Anda.

Panic attack membuat pengidapnya merasa sangat takut sehingga kesulitan untuk berpikir jernih. Inilah alasan mengapa peran orang lain sangat dibutuhkan untuk mengatasinya.

Lantas, tindakan seperti apa yang seharusnya dilakukan ketika melihat seseorang mengalami panic attack? Simak informasi berikut supaya Anda tidak salah langkah!

Cara menolong orang dengan serangan panik

Panic attack umumnya terjadi secara mendadak sehingga orang yang mengalaminya perlu mendapatkan pertolongan pertama sebelum benar-benar mendapatkan bantuan medis.

Berikut adalah berbagai tindakan yang bisa Anda lakukan untuk menolong orang terdekat yang mengalami panic attack.

1. Kenali gejala panic attack 

tanda hipertensi paru

Meski terjadi secara tiba-tiba, panic attack sering kali diawali dengan gejala yang sebaiknya Anda kenali. Berikut adalah beberapa gejala dari serangan panik.

  • Sesak napas.
  • Badan menggigil atau gemetar.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Keringat berlebih tanpa alasan jelas.
  • Mual atau sakit perut.
  • Selain mengenali gejalanya, akan lebih baik lagi jika Anda membantu orang tersebut mengenali pemicunya.

    Dengan begitu, Anda bisa mengurangi kemungkinan terjadinya serangan panik atau memberi pendampingan yang tepat saat mereka akan menghadapinya.

    2. Tenangkan orang tersebut

    Penting untuk tidak ikut panik saat melihat seseorang mengalami panic attack. Pasalnya, jika ikut panik, Anda mungkin tidak bisa menolong orang tersebut.

    Setelah berhasil mengontrol diri sendiri supaya tidak terbawa dengan suasana, beri ketenangan pada mereka.

    Cara ini bisa Anda lakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat afirmasi seperti “Kamu bisa melewati ini,” “Tenang, aku akan menemanimu,” dan sebagainya dengan nada setenang mungkin.

    3. Bantu atur pernapasan

    Panic attack bahkan bisa membuat seseorang kesulitan mengatur pernapasan. Inilah mengapa mereka biasanya mengalami sesak napas atau napas yang tidak beraturan.

    Penn Medicine Lancaster General Health menyarankan Anda untuk menolong orang yang mengalami serangan panik dengan cara membantu mengatur pernapasannya.

    Sebagai contoh, Anda bisa mengajak mereka menarik dan mengembuskan napas bersama sambil berhitung sampai sepuluh.

    Anda mungkin perlu melakukan beberapa kali percobaan sampai mereka merasa lebih tenang.

    4. Tawarkan bantuan

    Setiap orang bisa memiliki cara mengatasi serangan panik yang berbeda-beda. Nah, Anda bisa menawarkan bantuan sesuai dengan yang mereka butuhkan.

    Beberapa orang mungkin perlu didampingi dalam jarak dekat, tetapi ada juga yang lebih merasa terbantu jika dibiarkan begitu saja dan merasa cukup dengan keberadaan Anda saja.

    Pertanyaan ini sebaiknya Anda ajukan sebelum mereka mengalami panic attack atau setidaknya saat Anda mulai melihat gejalanya.

    Pasalnya, jika panic attack sudah menyerang, mereka mungkin kesulitan untuk menyampaikan apa yang dibutuhkannya.

    5. Bawa ke tempat tenang

    Jika panic attack terjadi di tempat yang ramai, segera bawalah mereka ke tempat yang lebih sepi dan tenang. 

    Tempat yang terlalu ramai akan membuat mereka lebih sulit fokus sehingga serangan panik bisa berlangsung lebih lama.

    Selain itu, mintalah bantuan orang-orang supaya tidak mengerubungi seseorang yang terkena serangan panik. Kondisi ini dapat memperburuk berbagai gejala yang mereka alami.

    6. Ajarkan teknik grounding

    Teknik grounding adalah salah satu cara untuk mengatasi emosi negatif, termasuk serangan panik.

    Teknik ini dilakukan dengan cara mengalihkan fokus melalui salah satu atau beberapa pancaindra sekaligus.

    Anda bisa menolong orang yang mengalami serangan panik dengan memberinya sentuhan fisik melalui pegangan tangan jika mereka berkenan.

    Selain pegangan tangan, sentuhan fisik sebagai teknik grounding juga bisa dilakukan dengan cara memberikan barang tertentu untuk dipegang.

    Meski begitu, teknik grounding umumnya baru bisa digunakan setelah serangan panik sudah sedikit mereda.

    Grounding dengan metode 5-4-3-2-1

    Cari lima hal untuk dilihat (penglihatan), empat hal untuk disentuh (peraba), tiga suara untuk didengar (pendengaran), dua hal yang bisa dicium (penciuman), dan satu hal yang bisa dirasakan (pengecapan).

    7. Menolong orang serangan panik dengan menunjukkan empati

    Pemicu serangan panik pada setiap orang bisa berbeda-beda. Maka dari itu, jangan remehkan saat mereka merasa ketakutan pada suatu hal yang menurut Anda biasa-biasa saja.

    Alih-alih mempertanyakan bagaimana kecemasan itu bisa muncul, beri mereka dukungan untuk membuat kondisinya lebih baik.

    Serangan panik dapat menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan, tetapi kondisi ini umumnya hanya berlangsung singkat, yakni antara 5–10 menit.

    Oleh karena itu, jika kepanikan terjadi secara berulang atau tidak juga berkurang setelah Anda telah memberikan semua bantuan, sebaiknya pertimbangkan untuk mencari pertolongan dari tenaga profesional.

    Hindari ini saat menolong orang dengan serangan panik

    cara membantu teman yang depresi

    Saat berusaha menolong orang yang mengalami panic attack, pastikan Anda tidak melakukan berbagai hal berikut.

    • Memaksa mereka melakukan sesuatu.
    • Marah atau menunjukkan ketidakpedulian.
    • Mengucapkan kata-kata kasar.
    • Mengajukan pertanyaan yang menyudutkan seperti, “Mengapa kamu bisa seperti ini?” “Kenapa tiba-tiba seperti ini?” dan lain sebagainya.
    • Membandingkan kondisi mereka dengan orang lain.

    Meski terjadi secara singkat, panic attack bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Ini lantaran seseorang yang kerap mengalami panic attack lebih berisiko mengidap masalah pada kesehatan mental.

    Jika mereka merasa tidak kunjung membaik, sebagai bentuk dukungan, Anda pun bisa menemaninya untuk konsultasi ke psikolog.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 01/09/2023

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan