Saat Batuk, Lebih Baik Menelan atau Mengeluarkan Dahak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berbagai penyakit penyebab batuk yang menimbulkan peradangan di saluran napas dapat meningkatkan produksi dahak. Banyak yang meyakini bahwa saat batuk berdahak, sebaiknya dahak dikeluarkan karena menelan dahak bisa membahayakan kesehatan. Dahak dipercaya mengandung banyak kuman yang bisa mengganggu pencernaan. Apakah benar menelan dahak saat batuk berdampak lebih buruk pada kondisi kesehatan dibandingkan dengan mengeluarkannya?

Menelan dahak tidak berbahaya, tapi memperparah batuk

Seperti yang dijelaskan dalam studi klinis Airway Mucus Function and Dysfunction, setiap hari dahak diproduksi di sepanjang saluran napas untuk melindungi sekaligus mendukung kerja sistem pernapasan. Dahak yang normal biasanya berwarna jernih dan encer.

Sebaliknya, dahak akan berubah mengental dan warnanya menggelap ketika terjadi peradangan di saluran napas. Dahak yang lebih pekat ini bisa menjebak berbagai benda asing seperti debu, partikel kotor, iritan, virus, dan bakteri yang dapat semakin mengiritasi saluran pernapasan.

Mekanisme batuk sendiri membantu dahak yang menggumpal untuk dikeluarkan dari saluran udara. Semakin banyak dahak di saluran napas, semakin sering pula Anda batuk. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk tidak menelan dahak saat batuk, tetapi membuangnya.

Bagaimana jika Anda tidak sengaja menelan dahak saat batuk? Tak perlu khawatir. Menelan dahak saat batuk tidak akan membuat Anda sakit perut atau mengalami gangguan pencernaan lainnya.

Dahak memang mengandung kuman penyakit yang menyebabkan Anda batuk. Namun, saat Anda tidak sengaja menelan, dahak akan ikut dicerna di dalam lambung. Lambung bekerja untuk menetralisir makanan dan kuman-kuman yang masuk ke dalam saluran cerna sebelum diproses lebih lanjut oleh organ pencernaan lainnya. Kondisi lambung yang cenderung asam bisa mematikan berbagai kuman penyakit yang terkandung di dalam dahak.

Penyakit infeksi tertentu memang bisa menyebabkan Anda merasakan rasa tak nyaman di perut, tapi kondisi ini sebenarnya lebih disebabkan oleh pergerakan udara yang menekan saluran cerna ketika Anda batuk, bukan dari kuman penyakit yang terkandung dalam dahak.

Membuang dahak sembarangan menyebarkan penyakit

Batuk dengan tisu

Setelah mengetahui fakta di atas, Anda mungkin lebih memilih untuk membuangnya, ketimbang menelan dahak saat batuk. Namun, pastikan Anda menerapkan etika batuk dan cara membuang dahak yang benar.

Jangan sampai Anda meludah sembarangan sehingga menyebarkan penyakit kepada orang lain.

Menurut para ahli kesehatan, kuman penyakit di dalam dahak bisa bertahan hidup selama 1-6 jam. Bahkan, beberapa kuman bisa hidup di jalanan lebih dari 24 jam. Belum lagi kebanyakan infeksi pernapasan seperti tuberkulosis, pneumonia, dan influenza yang ditandai dengan batuk berdahak dapat menular lewat udara.

Kuman-kuman ini bisa saja berpindah ke tubuh orang yang sehat hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi oleh percikan dahak dari orang yang terinfeksi.

Berikut adalah tata cara batuk yang baik dan benar, terutama saat Anda berada di lingkungan umum:

  • Segera ketika ingin batuk dan buang dahak, ambil tisu untuk menutupi mulut dan hidung Anda.
  • Ludahkan dahak di dalam tisu dan langsung buang tisu bekas ke dalam tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Mewaspadai penyakit dari warna dahak

Menelan dahak saat batuk mungkin terasa lebih praktis. Akan tetapi, membuang dahak sebenarnya bisa membuat Anda lebih waspada terhadap kemungkinan gangguan pernapasan tertentu.

Anda bisa memperhatikan warna dahak tersebut. Dahak yang kuning pekat atau kehijauan kemungkinan menunjukkan infeksi bakteri atau virus. Sementara saat Anda batuk dan mengeluarkan dahak berwarna kemerahan atau batuk berdarah maka bisa menandakan infeksi pernapasan  serius, seperti TBC, bronkitis, pneumonia, hingga kanker paru.

Namun, sebelumnya Anda juga perlu bisa membedakan antara batuk darah dan muntah darah. Pastikan darah yang dikeluarkan benar-benar berasal dari saluran napas.

Oleh sebab itu, jika Anda terus batuk dengan mengeluarkan dahak berwarna pekat selama lebih dari 7 hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, terutama jika Anda perokok berat atau peminum alkohol rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 4 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Selain obat warung, bahan juga alami bisa digunakan untuk meredakan batuk kering ataupun berdahak. Berikut beberapa obat batuk tradisional yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 24 Oktober 2019 . Waktu baca 9 menit

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Jika ingin menghindari risiko efek samping dari obat apotek, sebaiknya gunakan berbagai obat batuk alami untuk ibu hamil ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Health Centers 4 Oktober 2019 . Waktu baca 10 menit

Mucohexin

PenggunaanUntuk apa mucohexin digunakan? Mucohexin adalah sebuah merek obat yang tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung bromhexine sebagai kandungan utamanya. Bromhexine termasuk ke dalam golongan obat ...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 16 September 2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
mual saat hamil

Batuk Terus Bikin Lelah, Pelajari Teknik Batuk Efektif Berikut!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 17 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
dada sakit saat batuk

Mengapa Dada Saya Terasa Sakit Saat Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit