Tak Cuma Buat Asma, Nebulizer Juga Bisa Atasi 6 Masalah Kesehatan Ini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Nebulizer adalah alat kesehatan yang menghasilkan uap dari obat-obatan cair sehingga bisa dihirup dengan mudah dan nyaman. Alat ini membantu mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran air yang sangat kecil supaya langsung masuk ke dalam paru-paru.

Mesin uap ini digunakan dalam kondisi darurat serta dalam perawatan rumah untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan. Nah, kondisi kesehatan yang biasanya memerlukan nebulizer adalah:

1. Asma

Asma adalah penyakit pernapasan yang ditandai dengan radang saluran napas kronis. Saluran napas orang dengan asma bisa membengkak, mengencang, dan menghasilkan lendir berlebihan sehingga Anda jadi kesulitan bernapas.

Serangan asma muncul ketika gejala-gejala tadi bertambah parah secara tiba-tiba.

Dibandingkan dengan inhaler, nebulizer adalah pilihan yang lebih mudah bagi anak-anak yang belum bisa menggunakan inhaler dengan tepat atau orang dewasa dengan kasus asma serius.

2. PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menyerang paru secara bertahap, biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyakit ini ditandai dengan gejala-gejala gangguan pernapasan dan napas yang terhambat.

Napas bisa terhambat sebagai akibat dari kombinasi penyakit saluran napas seperti bronkitis kronis, rusaknya kantong udara di paru-paru, dan asma refrakter (berat).

Meski pasien PPOK umumnya mengalami penyempitan saluran pernapasan yang tidak bisa disembuhkan, penggunaan bronkodilator berpotensi meringankan keluhan tersebut.

Maka itu, nebulizer dengan bronkodilator bisa digunakan untuk mengatasi keluhan yang akut atau untuk mencegah PPOK bertambah parah.

3. Bronchiolitis

Bronkiolitis adalah peradangan dan pembengkakan saluran udara kecil (bronkiolus) akibat infeksi virus. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi dan bisa jadi salah satu risiko penyakit asma di kemudian hari. Dokter atau perawat mungkin menganjurkan nebulizer untuk mengatasi bronkiolitis, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing.

4. Bronkiektasis

Bronkiektasis ditandai dengan saluran napas yang luka dan meradang, serta dipenuhi dengan lendir yang kental. Hal ini bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Nah, nebulizer adalah alat yang bisa dipakai untuk membersihkan lendir. Dengan begitu, Anda lebih mudah mengeluarkan lendir dan obat-obatan untuk infeksi bakteri jadi lebih mudah diserap.

5. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah penyakit genetik yang mengganggu kemampuan tubuh mengendalikan gerakan garam dan air di antara sel. Akibatnya, terbentuklah lendir yang sangat kental di paru-paru dan sistem pencernaan. Hal ini membuat Anda susah bernapas dan meningkatkan risiko infeksi paru.

Nebulizer akan mengantarkan obat secara efisien dan menghancurkan gumpalan lendir atau mengatasi gejala fibrosis kistik lainnya. Obat-obatan kistik fibrosis yang bisa digunakan dalam nebulizer adalah bronkodilator, kortikosteroid, dan enzim dornase alfa.

Pengobatan dengan nebulizer tak hanya melegakan pernapasan, tapi juga mengatur produksi lendir dan mencegah infeksi bertambah parah.

6. Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada area hidung dan sinus. Menurut berbagai laporan, ultrasonic nebulizer cukup ampuh mengurangi gejala-gejala sinusitis seperti hidung tersumbat atau nyeri di area hidung dan wajah.

Nebulizer bahkan disebutkan mampu mengatasi infeksi bakteri pada 76 persen pasien yang diberikan obat antibiotik lewat mesin uap ini.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada pasien pengguna nebulizer di rumah, terbukti bahwa manfaat nebulizer jauh lebih besar daripada potensi risiko apa pun. Nebulizer sendiri bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam mengendalikan penyakit paru kronis, serta bisa membantu para pasien lebih berhemat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 16/02/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Membersihkan Ruangan untuk Penderita Sakit Paru Kronis

Membersihkan ruangan dapat menjadi hal yang sedikit sulit untuk penderita PPOK. Namun jangan khawatir, berikut tips untuk bantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/01/2020 . 4 menit baca

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 08/12/2019 . 6 menit baca

Daftar Makanan yang Direkomendasikan dan yang Harus Dibatasi Penderita Asma

Tidak banyak yang tahu bahwa apel dan pisang termasuk makanan terbaik untuk penderita asma, tapi tidak dengan kubis atau kol. Kenapa bisa begitu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 30/11/2019 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 menit baca
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 4 menit baca