Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai oleh peradangan pada saluran udara dengan meningkatnya produksi lendir dalam tabung bronkial yang membuat penderitanya sesak nafas. Ketika kambuh, serangan asma juga datang dengan gejala lainnya seperti nyeri dada. Lantas, apa penyebab dan cara mengatasi munculnya nyeri dada saat asma?

Penyebab dan cara mengatasi nyeri dada saat asma

tanda hipertensi paru

Nyeri dada merupakan gejala yang umum terjadi, sekitar 76% pasien mengalami hal ini saat serangan asma muncul. Rasa nyeri yang dialami pun bisa berbeda-beda, terkadang seperti hantaman benda tumpul namun di lain waktu juga terasa seperti hujaman tajam.

Karena itulah nyeri dada termasuk pada gejala subjektif, sehingga penanganannya akan bergantung pada deskripsi dari pasien. Namun, pada umumnya ada dua kondisi utama yang dapat menyebabkan munculnya nyeri dada saat asma, yaitu pneumomediastinum dan pneumothorax.

Pneumomesdiastinum

Pneumomesdiastinum adalah kondisi di mana udara terperangkap dalam mediastinum atau ruang yang berada di tengah paru-paru dan organ-organ lainnya pada rongga dada, termasuk jantung. Terjadinya hal ini bisa diakibatkan oleh trauma dan kebocoran di paru-paru atau saluran pernapasan.

Terkumpulnya udara inilah yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam paru-paru dan berujung pada nyeri dada yang Anda rasakan saat asma. Rasa nyeri juga bisa menjalar ke daerah punggung atau leher.

Biasanya, kondisi ini terjadi pada anak-anak atau pasien yang berusia lebih muda. Pneumomesdiastinum jarang menyebabkan gejala yang serius dan dapat membaik dengan sendirinya.

Pneumothorax

Pneumothorax terjadi ketika ketika udara yang bocor mengalir ke ruang di antara paru-paru dan dinding dada. Udara tersebut akan menekan bagian luar paru-paru sehingga membuat paru-paru mengempis atau kolaps.

Kondisi pneumothorax biasanya menyerang orang-orang golongan usia dewasa muda yang memiliki asma. Gejalanya meliputi nyeri dada yang tiba-tiba menyerang, nafas tersengal, meningkatnya detak jantung, dan nafas yang berbunyi lirih.

Selain kedua kondisi di atas, nyeri dada saat asma juga dapat disebabkan oleh gangguan muskuloskeletal. Ketika Anda batuk atau bersin terlalu keras, penegangan otot dan tendon di sekitar tulang rusuk akan menimbulkan rasa nyeri.

Cara Mengatasi nyeri dada saat asma

 nyeri dada asma
Sumber: NDTV Food

Jika Anda menderita penyakit asma, ada baiknya untuk selalu membawa inhaler ke mana pun Anda pergi untuk berjaga-jaga. Ketika gejala asma seperti nyeri dada mulai muncul, segera gunakan inhaler untuk bantu membuka saluran udara.

Bila tidak memiliki inhaler, segera minta bantuan orang terdekat untuk mencari pertolongan medis. Dokter mungkin akan meresepkan pengobatan dan perawatan khusus untuk mencegah gejala jadi memburuk.

Terkadang serangan asma yang lebih serius tidak dapat diatasi dengan inhaler, terutama ketika nyeri dada disebabkan oleh kondisi pneumothorax. Untuk penanganannya, dokter akan memasukkan tabung kecil ke dalam dada untuk mengurangi tekanan dan mengembangkan paru-paru kembali.

Walau termasuk gejala yang biasa terjadi saat asma, nyeri dada tetap tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lainnya. Bila Anda tidak yakin nyeri dada yang dirasakan merupakan gejala asma atau penyakit lain, segera periksa ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Asma juga merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan dan dapat kambuh sewaktu-waktu. Karena itu, penting bagi Anda untuk rutin melakukan check-up dan menghindari semua hal yang dapat memicu terjadinya serangan asma seperti debu, udara yang dingin dan kering, asap, stres, hingga maag.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Pekerjaan Rumah Jika Punya Masalah Tulang Belakang

Melakukan pekerjaan rumah bagi yang punya masalah kronis pada tulang belakang tentu tidak mudah. Tapi tenang, berikut tipsnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nyeri Kronis, Health Centers 17/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Itu Kanker Paru?

DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala saat puasa

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit