Komplikasi Asma yang Mungkin Muncul Jika Tak Ditangani Dengan Baik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan dan membuat Anda sesak napas. Pengendalian gejala asma menjadi kunci, mengingat penyakit ini tak dapat disembuhkan. Jika gejalanya tidak dikendalikan dengan baik, akan ada banyak komplikasi atau bahaya asma yang bisa muncul. Lantas, apa saja komplikasi asma yang harus diwaspadai?

Komplikasi asma yang mungkin muncul

Asma yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu terjadinya masalah medis, baik secara fisik maupun psikis, alias komplikasi. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda tidak rutin menjalani pengobatan asma yang dianjurkan dan masih terpapar berbagai pemicunya.

Jika dibiarkan, masalah medis yang diakibatkan oleh asma dapat menjadi kondisi medis yang bersifat jangka panjang dan sulit disembuhkan.

Berikut adalah berbagai komplikasi asma yang mungkin muncul karena asma:

1. Perubahan struktur saluran pernapasan (airway remodeling)

Gejala pneumonia mirip dengan flu biasa, sehingga Anda perlu memerhatikan dengan seksama.

Komplikasi asma pertama yang mungkin terjadi adalah perubahan struktur pada saluran pernapasan. Kondisi ini disebut juga dengan airway remodelling.

Hal ini terjadi ketika asma yang sudah diderita dalam jangka panjang menyebabkan dinding saluran pernapasan menebal dan menyempit.

Penebalan dinding saluran pernapasan ini diakibatkan oleh peradangan pada paru-paru, dan tubuh Anda berusaha melawan peradangan tersebut. Kurang lebih, fenomena ini serupa dengan kulit yang tersayat, kemudian tubuh akan membentuk jaringan luka dengan sendirinya.

Semakin lama asma dibiarkan tanpa pengobatan, semakin parah peradangan yang terjadi di saluran pernapasan. Tubuh pun akan terus membuat jaringan baru di dinding saluran pernapasan.

Fenomena airway remodelling termasuk serius karena saluran pernapasan yang strukturnya berubah tidak dapat kembali lagi seperti semula. Hal ini berisiko menyebabkan penyumbatan dan gagal fungsi paru-paru.

2. Komplikasi saluran pernapasan

mencegah asma kambuh

Meskipun jarang terjadi, asma terkadang dapat menyebabkan komplikasi pernapasan yang mengancam jiwa, seperti:

Hal ini dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat kematian yang disebabkan oleh asma pada tahun 2016 ada 10 dari 1 juta pasien. Meski demikian, banyak dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan darurat yang tepat.

3. Gangguan psikologis

Maprotiline

Faktanya, penyakit asma yang tak terkendali dan tak diobati berhubungan langsung dengan stres, gangguan kecemasan, hingga depresi.

Hal ini telah dikaji dalam sebuah artikel dari jurnal Chest. Kelompok pasien dengan asma adalah salah satu kelompok dengan risiko terbesar mengalami depresi.

Gangguan psikologis yang berkaitan dengan asma umumnya disebabkan oleh terbatasnya aktivitas sehari-hari, sehingga rentan memicu stres dan kecemasan.

Selain itu, ada kemungkinan masalah mental dapat dipicu oleh penanganan asma yang kurang tepat, baik oleh orangtua pasien maupun anggota keluarga lainnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan gangguan psikologis akibat asma juga dipicu oleh faktor-faktor lain, misalnya efek samping dari penggunaan obat-obatan jangka panjang.

4. Obesitas

obesitas anak

Masih dari pembahasan yang terdapat di jurnal Chest, asma juga berpotensi menimbulkan komplikasi berupa kenaikan berat badan berlebih atau obesitas. Memang, berat badan dan asma cukup sering dikaitkan satu sama lain.

Diduga, hubungan antara obesitas dan asma adalah kurangnya aktivitas tubuh. Penderita asma, terutama yang belum mendapatkan penanganan medis, cenderung mengalami kesulitan atau takut untuk berolahraga.

Gaya hidup yang tidak sehat inilah yang menjadi pemicu berat badan naik melebihi batas normal.

5. Gangguan tidur

insomnia kanker hati risiko kanker pria

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di 2016, sebanyak 75 persen pengidap asma mengalami gangguan tidur di malam hari. Padahal, gangguan tidur ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain, misalnya pusing dan tubuh jadi semakin lemas.

Hal ini juga diperjelas dalam sebuah artikel dari Materia Socio-MedicaPenyakit gangguan pernapasan, terutama asma, sangat berkaitan dengan berbagai masalah tidur. Beberapa di antaranya adalah menurunnya kualitas tidur, sering terbangun di malam hari, bangun terlalu cepat, dan lebih mudah mengantuk di siang hari.

Jika sudah begitu, aktivitas jadi terganggu dan Anda akan susah fokus dengan kegiatan sehari-hari. Bahkan, gangguan tidur berkepanjangan bisa-bisa menimbulkan gangguan psikologis, seperti stres.

6. Efek samping pengobatan jangka panjang

obat asma alergi

Ternyata, komplikasi tidak hanya timbul dari asma yang diobati dengan benar. Pasalnya, pengobatan jangka panjang untuk mengatasi gejala asma pun mungkin dapat memicu terjadinya bahaya.

Salah satu contohnya adalah efek samping dari obat kortikosteroid hirup. Penggunaan jangka panjang dari jenis obat asma ini mungkin dapat memengaruhi risiko terkena pneumonia, permasalahan tumbuh kembang anak, serta gangguan pada janin selama masa kehamilan.

Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang asma dan penanganan  yang tepat harus dilaksanakan sejak awal munculnya gejala penyakit. Mengetahui komplikasi dan bahaya asma juga dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penatalaksanaannya.

Bahaya asma yang mengganggu kehidupan sehari-hari

Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, asma yang semakin parah dan tidak terkendali juga dapat berdampak pada aspek lain dalam kehidupan Anda, terutama kegiatan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa bahaya atau komplikasi asma yang sampai memengaruhi aktivitas Anda:

1. Tidak bebas beraktivitas

nyeri dada saat olahraga

Asma membuat Anda tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik, bahkan bisa sampai menyebabkan produktivitas menurun. Memiliki asma yang tak terkendali akan membuat Anda cepat lelah, karena oksigen yang masuk ke dalam tubuh tidak optimal.

Asma dapat menghambat beberapa orang dari kegiatan latihan fisik atau olahraga yang cukup. Padahal, olahraga untuk penderita asma masih penting untuk kondisi kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk mencegah asma kambuh.

Kekurangan olahraga dapat berakibat pada munculnya risiko gangguan kesehatan lain dan penambahan berat badan. Kekurangan kegiatan fisik juga dapat mengakibatkan depresi dan stres psikologis lainnya.

2. Produktivitas menurun

mengatasi asma tanpa inhaler

Bahaya asma yang juga mengganggu kegiatan sehari-hari adalah menurunnya produktivitas. Kondisi ini masih ada hubungannya dengan komplikasi asma berupa gangguan tidur.

Pola tidur yang terganggu tentu berdampak pada performa akademis maupun pekerjaan Anda. Selain itu, gejala asma yang parah dan timbul terus-menerus dapat mengakibatkan banyaknya absen di kantor atau sekolah.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), asma adalah alasan utama anak-anak untuk izin tidak masuk sekolah.

3. Biaya pengobatan besar

komplikasi bahaya asma

Saat seseorang mengidap asma dan tidak mengendalikannya dengan baik, bukan tidak mungkin kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Ketika hal itu terjadi, pengobatan rawat inap mungkin saja dibutuhkan supaya kondisi cepat pulih. Nah, tentu saja pengobatan rawat inap membutuhkan biaya yang lebih besar ketimbang pengobatan rawat jalan.

Meski tak dapat disembuhkan, Anda tak perlu berkecil hati. Anda masih bisa mengendalikan penyakit ini supaya tidak sering kambuh. Cobalah untuk berkonsultasi ke dokter untuk menemukan rencana pengobatan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

Kenali Tanda-tandanya, Ini Cara Pertolongan Pertama pada Serangan Asma

Serangan asma (eksaserbasi akut) bisa mengancam nyawa. Mengetahui pertolongan pertama asma membantu Anda mencegah kondisinya memburuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 28 November 2019 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Gejala Asma, dari yang Ringan Hingga Gawat

Selain batuk mengi, ada banyak gejala penyakit asma lainnya yang perlu Anda waspadai. Mengetahui tanda-tanda asma dapat mencegah kekambuhan serangannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 8 Oktober 2019 . Waktu baca 11 menit

Gejala Asma Pada Anak yang Wajib Dicermati Orangtua!

Gejala asma pada anak sering disalahpahami dengan pilek dan batuk biasa. Supaya tidak salah memberikan obatnya, simak tanda dan gejalanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Asma, Health Centers 3 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala asma pada anak ke dokter

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit