home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang biasanya muncul pada masa anak-anak. Anak yang menderita penyakit ini biasanya memunculkan tanda atau gejala asma, seperti sesak napas, batuk-batuk, nyeri di bagian dada, hingga mengi (bunyi ‘ngik-ngik’ saat bernapas) ketika gejalanya kambuh. Orangtua harus sigap untuk menangani asma pada anak karena gejala penyakit ini mirip-mirip dengan masalah pernapasan lainnya. Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter kalau curiga anak sakit asma?

Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Waktu yang tepat untuk periksa asma anak ke dokter

Gejala asma pada anak bisa muncul di usia berapa pun. Bahkan, sebetulnya sudah bisa terdeteksi sejak bayi. Oleh karena itu, sebelum terlambat, sebaiknya segera bawa si kecil berobat ke dokter spesialis anak bila Anda melihat mereka mengalami gejala asma yang berulang.

Apalagi bila anak juga memunculkan gejala sakit asma yang tidak biasa seperti:

  • Batuk-batuk yang diikuti dengan kesulitan bernapas, terutama di malam hari.
  • Anak mudah kecapekan saat bermain, ditandai dengan hilangnya minat anak pada mainan yang disukainya.
  • Anak terlihat lemah, lesu, dan tidak bertenaga karena susah tidur di malam hari.
  • Napas anak memburu atau ngos-ngosan.
  • Wajah anak tampak pucat.
  • Sering menguap dan mengehela napas seperti mencoba untuk mengatur napasnya.
  • Muncul gejala mirip pilek atau alergi, seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Penting dipahami bahwa tidak semua anak mengalami gejala asma yang sama. Bahkan, gejalanya pun dapat berbeda-beda dan terus memburuk dari waktu ke waktu. Maka itu, semakin cepat anak dibawa ke dokter, maka akan semakin baik.

Bila sesak yang dialami anak sudah mengganggu aktivitasnya, segera bawa ke dokter. Mungkin anak Anda perlu pertolongan segera.

Pengobatan medis untuk anak yang sakit asma

Seperti yang sudah disinggung di awal, gejala asma pada anak sering kali mirip dengan masalah pernapasan lain. Mulai dari yang dianggap ringan seperti batuk dan pilek, hingga kondisi medis lain yang agak lebih serius layaknya pneumonia dan bronkitis. Itu sebabnya, penting untuk mengobati gejala asma pada anak dengan cepat dan tepat begitu Anda mengenalinya.

Tanpa perawatan yang baik, gejala asma yang dialami si kecil bisa semakin memburuk. Hal tersebut pun dapat menyebabkan anak harus dirawat di rumah sakit karena mengalami komplikasi yang berbahaya. Jadi, bila Anda curiga anak sakit asma, jangan ragu untuk segera membawanya berobat ke dokter spesialis anak.

Hal pertama yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis asma pada anak adalah menanyakan seputar riwayat kesehatannya serta gejala yang mereka keluhkan. Beri tahu dokter bila si kecil, Anda atau pasangan (bahkan keduanya), punya riwayat asma, alergi, eksim, atau masalah pernapasan lainnya.

Sampaikan juga terkait gejala yang belakangan ini sering dikeluhkan si kecil secara detail. Termasuk kapan gejala biasanya muncul dan seberapa sering anak mengalami gejala tersebut. Informasi ini sangat penting karena dapat membantu dokter untuk memantapkan diagnosis.

Sembari menanyakan tentang riwayat kesehatan anak, dokter biasanya akan memeriksa degup jantung dan paru-paru anak. Dokter juga akan meminta anak untuk menjalani tes spirometri dan peak flow meter. Kedua tes ini dapat menggambarkan apakah fungsi paru-paru anak bekerja dengan baik atau tidak.

Bila diperlukan, si kecil juga dapat diminta menjalani tes pencitraan dengan sinar X, tes alergi di kulit, serta tes darah untuk memastikan diagnosisnya. Bila pemeriksaan menunjukkan bahwa si kecil positif mengidap asma, maka dokter akan mengajak Anda untuk menyusun rencana perawatan asma. Rencana perawatan asma ini bertujuan untuk mengendalikan asma dan mencegah kekambuhan gejalanya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Asthma in Children (Childhood Asthma). (2019). WebMD. Retrieved 9 October 2019, from https://www.webmd.com/asthma/children-asthma#1

Treating asthma in children ages 5 to 11. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 9 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-asthma/in-depth/asthma-in-children/art-20044383

Spotting Symptoms of Asthma in Your Child or Baby. https://www.asthma.org.uk/advice/child/diagnosis/spotting-symptoms/. Accessed 9/10/2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 11/01/2020
x