Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu kelompok yang dinilai rentan mengembangkan kondisi yang parah saat terinfeksi COVID-19 adalah penderita asma. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan bagi penderita asma untuk menghadapi pandemi penyakit yang juga menyerang saluran pernapasan ini?

Tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma

asma akibat kerja okupasi

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), penderita asma sedang hingga berat kemungkinan berisiko lebih tinggi mengembangkan komplikasi dari COVID-19.

Pasalnya, penyakit yang sudah mewabah ke seluruh dunia ini memengaruhi saluran pernapasan penderitanya. Akibatnya, serangan asma mungkin tidak dapat dihindari hingga menyebabkan pneumonia dan penyakit pernapasan akut. 

Sementara itu, sejauh ini belum ada vaksin dan obat yang khusus untuk mengobati virus ini. Maka dari itu, menerapkan upaya mencegah penularan COVID-19, seperti rutin mencuci tangan dan physical distancing adalah pencegahan yang paling efektif. 

Hal ini berlaku pada siapa saja, termasuk para penderita asma. Namun, Anda mungkin perlu menambahkan langkah-langkah pencegahan tambahan mengingat kondisi kesehatan yang lebih berisiko terhadap komplikasi COVID-19

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

1. Mengurangi aktivitas di luar rumah

Salah satu tips menghadapi COVID-19 bagi penderita asma adalah mengurangi aktivitas di luar rumah. Sama seperti masyarakat pada umumnya, berada di rumah bisa membantu memperlambat penyebaran virus. 

Apabila Anda menderita asma dan tidak perlu pergi ke kantor atau bekerja di luar rumah, usahakan untuk ke luar hanya untuk kepentingan di bawah ini:

Selain berada mengurangi pergi ke luar, menghindari menyentuh wajah saat tangan belum dicuci pun diperlukan. Bahkan, sebaiknya Anda menggunakan tisu untuk menyeka hidung ketika bersin atau batuk. 

2. Menerapkan penanganan asma dengan cermat

inhaler atau nebulizer yang harus dipilih

Bagi para penderita asma, pandemi COVID-19 membuat mereka harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, gejala COVID-19 terlihat mirip dengan gejala asma, sehingga membedakannya pun mungkin terasa sulit. 

Hal ini dikarenakan ketika penderita asma mengalami infeksi pada saluran pernapasan, gejala asma mereka akan muncul.

Oleh karena itu, tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan beberapa langkah menangani gejala asma yang sederhana selama pandemi, seperti:

  • tetap menggunakan inhaler setiap waktu yang telah ditentukan
  • membawa inhaler pereda (berwarna biru) setiap hari, terutama saat gejala asma terjadi
  • tetap melanjutkan pengobatan yang sedang berjalan, termasuk inhaler berisi steroid
  • membuat peak flow harian untuk membedakan gejala asma dan COVID-19
  • menghindari pemicu asma
  • menyediakan stok obat-obatan jika perlu di rumah dalam waktu yang lama
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko tertular COVID-19
  • mencoba mengelola rasa cemas saat pandemi yang bisa memicu serangan asma

Dengan demikian, Anda bisa melewati hari-hari dengan tenang selama pandemi COVID-19 ini berlangsung karena adanya panduan saat serangan asma terjadi.

3. Minta bantuan orang lain untuk mendisinfeksi barang

Selain menyiapkan obat-obatan dan rencana saat serangan asma terjadi, penderita asma pun perlu membersihkan barang dengan disinfektan, terutama saat COVID-19 berlangsung.

Bila memungkinkan, usahakan meminta bantuan orang lain yang tidak menderita asma untuk membersihkan barang menggunakan disinfektan. Pasalnya, bahan-bahan pada disinfektan memungkinkan Anda untuk mengalami serangan asma, sehingga lebih baik minta bantuan orang lain. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita asma saat membersihkan barang dan ruangan dengan disinfektan.

  • tidak berada di ruangan yang sama
  • meminimalkan penggunaan disinfektan berbahan yang bisa memicu asma
  • membuka setiap jendela dan pintu serta menggunakan kipas agar udara ke luar
  • membersihkan permukaan barang, seperti remote TV, meja, gagang pintu dan meja
  • menyemprotkan atau menuangkan produk semprot ke kain atau handuk kertas

Bagaimana jika penderita asma terinfeksi COVID-19?

sesak napas bangun tidur

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan penderita asma terkena infeksi COVID-19. Apabila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika mengembangkan gejala COVID-19, yaitu:

  • tetap berada di rumah dan lakukan konsultasi via internet
  • menggunakan layanan khusus untuk COVID-19 demi mendapatkan saran
  • memberitahu tenaga kesehatan bahwa Anda menderita asma dan gejalanya memburuk
  • mencari tahu perbedaan batuk biasa dengan batuk saat terinfeksi COVID-19
  • tetap mengikuti rencana tindakan asma yang sudah dibuat
  • minum obat asma yang sudah diresepkan dokter seperti biasa
  • minta bantuan ke petugas medis via telepon jika gejala COVID-19 tidak kunjung mereda

Penggunaan inhaler memang dapat membantu Anda meredakan gejala asma, seperti sesak napas dan batuk. Namun, pemakaian inhaler mungkin tidak dapat membantu meringankan gejala yang disebabkan oleh COVID-19, seperti sesak napas.

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Penderita asma dan COVID-19 memang bisa memperlihatkan gejala yang sama, tetapi untuk penyebab yang berbeda. Sementara itu, inhaler Anda berfungsi untuk melawan gejala yang disebabkan oleh asma. 

Apabila Anda ragu, jangan lupa untuk mengikuti rencana tindakan saat serangan asma terjadi dan memakai inhaler pereda untuk meringankan sesak dada. Jika tidak berhasil dan masih kesulitan bernapas, segera hubungi bantuan medis. 

Penderita asma mungkin lebih berisiko mengembangkan komplikasi yang serius dari COVID-19. Namun, perencanaan tindakan asma yang matang dan cara mencegah COVID-19 perlu dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Jika Anda merasakan gejala COVID-19, segera hubungi layanan kesehatan khusus yang menangani hal ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari Sp.A(K)., MTropPaed memaparkan data KIPI yang terjadi selama vaksinasi COVID-19 dilakukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Vaksinasi COVID-19 akan diberikan pada 70% persen penduduk dalam waktu 15 bulan demi mencapai herd immunity. Tapi vaksin saja tak cukup.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Beberapa negara menemukan kasus hewan tertular COVID-19, mulai dari harimau, cerpelai, hingga hewan pelihawaan seperti anjing dan kucing.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

8 Alat Bantu Pernapasan yang Membantu Anda Bernapas Lebih Lega

Orang dengan masalah pernapasan seperti PPOK dan asma mungkin membutuhkan alat bantu agar bisa bernapas lega. Ketahui pilihan yang Anda miliki berikut ini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kesehatan Pernapasan 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
memilih jenis alat nebulizer yang bagus

Tips Memilih Nebulizer Terbaik, Sesuai Kebutuhan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
inhaler obat hirup asma

Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit