Definisi

Apa itu penyakit tipes?

Demam tifoid, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan tipes adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ. Seseorang yang sakit tipes tapi tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.

Penyakit ini sangat menular. Orang yang sakit tipes dapat menularkan penyakit ini lewat feses dan urinnya. Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko terkena demam tifoid.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Demam tifoid adalah salah satu penyakit yang umum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja di segala usia. Namun, anak-anak lebih berisiko terkena demam tifoid. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah.

Tipes juga seringkali menyerang orang yang sering jajan sembarangan, serta tinggal di pemukiman kumuh dengan sanitasi yang buruk dan air bersih yang terbatas.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala tipes?

Ciri-ciri tipes dapat muncul dalam tingkat yang ringan sampai parah. Ciri-ciri tipes biasanya muncul secara bertahap pada 1 – 3 minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri. Namun dalam beberapa kasus tertentu, gejala tipes juga bisa terjadi secara mendadak.

Beberapa ciri-ciri tipes yang paling umum adalah:

  • Demam tinggi hingga mencapai 40°C.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare atau sembelit.
  • Lemah dan lesu.
  • Merasakan nyeri dan sakit pada otot.
  • Muncul ruam atau bintik merah di kulit.
  • Nafsu makan menurun.

Kemungkinan ada tanda dan ciri-ciri tipes yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah ciri-ciri tipes tertentu, maka segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Biasanya ciri-ciri tipes akan membaik pada minggu ketiga sampai keempat sejak pertama kali seseorang terinfeksi bakteri penyebab tipes. Namun, saat Anda mengalami komplikasi penyakit ini, gejala tipes mungkin akan bertahan lebih lama. Gejala tipes juga bisa kambuh setelah Anda merasa telah sembuh (disebut dengan gejala rekuren). Sekitar 10 persen yang sakit tipes bisa mengalami gejala kambuhan selama satu sampai dua minggu.

Jika penyakit ini dibiarkan berlarut tanpa penanganan medis yang memadai, komplikasi serius bisa muncul saja terjadi.

Apa bedanya sakit tipes dan gejala tipes?

Kebanyakan orang menduga bahwa tipes dan gejala tipes adalah dua penyakit yang berbeda. Padahal, tipes dan gejala tipes sebenarnya merujuk pada penyakit sama. Hanya saja ketika Anda pergi ke dokter, dokter mungkin lebih sering menyebutkan sebagai gejala tipes. Hal ini tidak mengherankan. Pasalnya, apa yang Anda rasakan memang merupakan gejala atau ciri ciri tipes.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kunjungi dokter sesegera mungkin jika Anda mengalami salah satu atau bahkan lebih gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Bahkan jika Anda telah divaksinasi atau baru saja kembali dari berpergian ke daerah yang endemik penyakit ini dan

Gejala penyakit ini mirip dengan kondisi kesehatan lainnya, namun sebaiknya Anda tetap mencari perawatan medis untuk memastikan diagnosis Anda. Dokter akan melakukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab tipes?

Penyebab tipes adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini berbeda dengan bakteri penyebab infeksi salmonellosis.

Bakteri penyebab tipes menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tak hanya itu saja, jika Anda sering jajan sembarang dan daya tubuh Anda sedang menurun bisa saja Anda mengalami demam tifoid. Anak kecil mungkin lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga kebersihannya saat makan.

Selain dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, penyakit satu ini juga bisa disebabkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Jadi, Anda bisa terinfeksi bakteri penyebab tipes saat Anda mengonsumsi makanan yang diolah secara secara tidak higienis oleh orang yang sedang sakit demam tifoid.

Bisa saja orang yang terinfeksi lupa mencuci tangan setelah menggunakan toilet (terkadang bakteri penyebab tipes juga ada di dalam urin) dan kemudian orang yang terinfeksi langsung menangani makanan, sehingga bakteri bisa berpindah ke makanan. Nah jika sistem kekebalan tubuh Anda sedang menurun, maka Anda mungkin saja terinfeksi penyakit ini.

Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya sakit tipes?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit demam tifoid adalah:

  • Bekerja atau berpergian ke daerah endemik demam tifoid.
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis yang melakukan penelitian tentang bakteri Salmonella typhi.
  • Melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi demam tifoid.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dari penyakit ini?

Komplikasi paling serius dari demam tifoid adalah perdarahan dan perforasi usus. Perforasi usus terjadi ketika usus kecil atau usus besar Anda berlubang, hal ini menyebabkan isi usus bocor ke rongga perut dan menimbulkan infeksi. Jika rongga perut sudah terinfeksi, hal tersebut akan menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi pada jaringan yang melapisi bagian dalam perut. Infeksi ini dapat mengakibatkan berbagai organ berhenti berfungsi.

Kondisi ini termasuk gawat darurat medis dan dapat mengancam nyawa dan biasanya terjadi pada minggu ketiga ketika Anda sudah terinfeksi bakteri.  Itu sebabnya orang yang mengalami komplikasi demam tifoid perlu mendapatkan penanganan medis segera.

Komplikasi lainnya yang bisa terjadi adalah adanya masalah paru-paru atau jantung. Penelitian lain menyebutkan bahwa komplikasi penyakit ini juga dapat menyebabkan pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), dan gagal jantung akut.

Peradangan pankreas (pankreatitis), infeksi saluran kencing, meningitis, perdarahan infeksi pada tulang atau sendi, bahkan masalah kejiwaan seperti halusinasi dan psikosis paranoid juga bisa terjadi karena komplikasi penyakit ini. Meski komplikasi ini terbilang kurang umum, namun penanganan medis tetap harus dilakukan sesegera mungkin jika.

Obat & Pengobatan

Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Penting untuk dipahami bahwa setiap pasien membutuhkan perawatan yang berbeda-beda. Penanganan penyakit ini akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit ini. Hanya dokterlah yang dapat menilai dan mentukan perawatan terbaik apa saja yang dibutuhkan setiap pasiennya.

Beberapa pasien mungkin harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Sementara pasien lainnya cukup di rawat di rumah dengan istirahat total.

Namun secara umum, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Anda bisa melakukannya dengan menggunakan bahan alami dan obat tipes dari dokter.

Obat tipes dari dokter

  • Antibiotik

Antibiotik adalah obat tipes yang paling ampuh. Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab tipes dalam tubuh. Beberapa antibiotik yang sering digunakan adalah Ceftriaxone (biasanya diberikan jika pasien sedang hamil), Chloramphenicol, Ampisilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan Ciprofloxacin. 

Berbagai antibiotik yang digunakan sebagai obat tipes tersebut biasanya tidak akan bekerja pada infeksi virus seperti pilek dan flu. Menggunakan antibiotik saat tidak dibutuhkan meningkatkan risiko terkena infeksi yang kebal dengan pengobatan antibiotik. Oleh sebab itu, konsumsi obat antibiotik tersebut sesuai dengan yang diinstruksikan dokter.

Antibiotik paling ampuh ketika jumlah obat di dalam tubuh dijaga dengan tingkat yang konsisten. Maka, minum obat antibiotik yang diresepkan dokter dengan interval yang kurang lebih sama.

Lanjutkan menggunakan obat antibiotik sampai habis, meskipun ciri ciri tipes menghilang setelah beberapa hari. Berhenti minum obat terlalu dini justru dapat membuat bakteri penyebab tipes untuk tetap tumbuh, yang berakibat kambuhnya infeksi. Beritahu dokter jika kondisi gejala yang Anda alami tidak kunjung hilang atau memburuk.

Mungkin ada banyak obat demam tifoid lainnya yang bisa Anda gunakan. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

  • Operasi

Dalam kasus yang parah, operasi mungkin bisa jadi penanganan terbaik untuk penyakit ini. Terutama apabila sudah terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa seperti perdarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan.

Obat tipes alami

Untuk mendukung obat tipes yang diresepkan dari dokter, Anda juga bisa menambahkan beberapa obat tipes alami agar tubuh semakin cepat pulih. Namun, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat-obatan jenis ini. Pasalnya, dikhawatirkan ada senyawa tertentu di dalam bahan-bahan herbal yang dapat bereaksi dengan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.

Berikut beberapa obat tipes alami yang dapat Anda gunakan untuk membantu meredakan gejala tipes:

  • Bawang putih

Selain digunakan sebagai penyedap masakan, bawang putih juga dapat Anda gunakan sebagai obat tipes alami.

Anda bisa makan dua siung bawang putih mentah selama beberapa minggu hingga Anda merasa lebih baik. Jika Anda tidak bisa makan bawang putih mentah, jangan khawatir. Anda dapat mencampurkan setengah sendok teh bawang putih yang sudah dihancurkan dengansecangkir susu dan empat gelas air. Rebus larutan tersebut hingga tersisa seperempatnya dan minum sebanyak 3 kali sehari.

Bawang putih memiliki sifat antimikroba yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda guna melawan bakteri penyebab tipes. Hal ini tentu membantu mempercepat proses pemulihan Anda. Sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan bawang putih sebagai obat alami. Bawang putih tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan bayi.

  • Cengkeh

Kandungan minyak esensial pada cengkeh ternyata memiliki sifat antibakteri. Maka tidak heran bila cengkeh masuk ke dalam daftar bahan alami yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini. Cengkeh dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala tipes seperti diare dan muntah.

Anda bisa membuat larutan cengkeh dengan cara merebusnya dalam air mendidih. Setelah larutan menjadi dingin, minum secara rutin di siang hari selama minimal satu minggu.

  • Oralit

Orang yang sakit tipes biasanya akan mengalami diare karena pencernaannya terganggu. Nah, untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan oralit. Anda bisa membuat oralit dengan tiga bahan dasar yang sudah pasti ada di rumah, yaitu gula, garam, dan air.

Campurkan semua bahan tersebut dalam sebuah wadah dan minumlah selama beberapa kali dalam sehari sampai tubuh benar-benar pulih. Jika tidak memungkin membeli sendi, Anda dapat membeli oralit kemasan di apotek terdekat lalu dilarutkan dalam segelas air.

  • Daun selasih (daun basil)

Daun selasih memiliki khasiat antibiotik dan antibakteri yang dapat menghambat bakteri S. typhi. Selain itu, bahan alami ini juga membantu menurunkan demam, menghangatkan perut, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Untuk menjadikan daun selasih sebagai pengobatan demam tifoid, Anda harus menyiapkan setidaknya 20 helai daun selasih, 1 sendok teh jahe yang dihancurkan, dan 1 gelas air. Rebus semua bahan tersebut sampai mendidih. Tambahkan sedikit madu untuk menambah rasa manis. Jika sudah dingin, minum larutan tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali sehari hingga masa pemulihan.

  • Pisang

Karena demam tifoid adalah penyakit yang menginfeksi sistem pencernaan, maka Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lunak dan lembek. Hal ini dilakukan agar makanan tersebut mudah dicerna. Nah, pisang bisa jadi salah satu buah yang bisa Anda konsumsi.

Buah sejuta umat ini ternyata mengandung pektin atau serat larut yang dapat menyerap cairan di usus sehingga menurunkan diare. Tidak hanya itu, kandungan kalium pada pisang berfungsi untuk menggantikan elektrolit yang hilang akibat diare dan demam. Anda dapat mengonsumsi pisang secara langsung atau mencampurnya dengan yogurt dan madu.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini?

Diagnosis demam tifoid biasanya dapat dilakukan dengan melakukan tes darah, tinja, atau urin. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda positif sakit tipes maka dokter akan menentukan pengobatan yang cocok untuk Anda.

Cara lain yang lebih akurat untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan menggunakan sampel sumsum tulang. Namun, cara ini lebih menyakitkan dan membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, biasanya tes sumsum tulang dilakukan jika berbagai tes lain tidak meyakinkan.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Beberapa perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah:

  • Perbanyak istirahat, hindari melakukan aktivitas yang berat selama beberapa waktu.
  • Minum obat sesuai yang dianjurkan dokter.
  • Mengonsumsi makanan lunak, tinggi protein dan rendah serat.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, berminyak, berlemak, dan makanan mentah.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan banyak minum air putih.
  • Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
  • Menjaga kebersihan makanan atau minuman, dan alat makan agar infeksi tidak menyebar ke orang di sekitar Anda.
  • Melakukan imunisasi tifoid.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 13, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 13, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan