home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Kerja dan Efektivitas TUBEX Test untuk Deteksi Penyakit Tipes

Cara Kerja dan Efektivitas TUBEX Test untuk Deteksi Penyakit Tipes

TUBEX test merupakan salah satu metode pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit tipes. Tes ini disebut lebih cepat dan akurat daripada tes Widal yang ditemukan lebih dulu. Lantas, bagaimana proses pelaksanaan TUBEX test? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu TUBEX test?

Ketika Anda mengalami gejala tipes (tifus) atau demam tifoid, seperti pusing, sakit perut, hingga lemas, dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan.

Langkah pertama, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan perjalanan.

Hal itu penting karena tipes menular melalui lingkungan dan kebiasaan yang tidak higienis.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda, mulai dari suhu tubuh hingga melihat bagian perut mana yang sakit.

Untuk mengonfirmasi penyakit demam tifoid, dokter akan meminta Anda melakukan tes darah. Salah metode pemeriksaan pada sampel darah Anda disebut dengan TUBEX test.

TUBEX test adalah seperangkat alat uji untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM anti-O9 dalam darah.

Antibodi tersebut secara otomatis dihasilkan oleh sistem imun saat tubuh terinfeksi oleh bakteri penyebab tipes, Salmonella typhi.

Jadi, apabila TUBEX test mendeteksi adanya antibodi IgM anti-O9 dalam sampel darah Anda, artinya Anda terdiagnosis positif sakit tipes.

Proses pelaksanaan tes

TUBEX test hanya bisa dilakukan di klinik, rumah sakit, atau laboratorium.

Durasi tesnya cukup cepat, hanya menghabiskan waktu sekitar 10 menit sampai hasil akhirnya bisa diketahui.

Sebelum tes dilakukan Anda tidak perlu melakukan persiapan apapun. Tahap pertama TUBEX test, yaitu pengambilan sampel darah mungkin terasa tidak nyaman untuk Anda,

Begini prosedur TUBEX test di laboratorium:

  1. Teknisi laboratorium akan mengambil sampel darah Anda.
  2. Teknisi akan memasukkan 45μl antigen magnetic particle (Brown regeant) ke dalam masing-masing 6 buah tabung reaksi.
  3. Setelahnya, masukkan 45μl sampel darah pasien ke semua tabung reaksi.
  4. Diamkan selama 2 menit.
  5. Setelah 2 menit, teknisi akan meneteskan 90µl antibody-coated indicator particle (Blue reagent).
  6. Tutup setiap tabung reaksi dengan menggunakan selotip medis khusus yang disediakan bersama perangkat TUBEX
  7. Teknisi kemudian akan memiringkan tabung tersebut dan mengocoknya selama 2 menit. Ini bertujuan untuk memperluas hasil reaksi.
  8. Setelah 2 menit, tabung diberdirikan kembali dan diletakkan di atas magnet.
  9. Diamkan dalam keadaan berdiri tegak selama 5 menit. Langkah ini dilakukan untuk memulai proses pengendapan.

Diagnosis positif atau negatif demam tifoid dari TUBEX test dapat dilihat dari warna yang ditampilkan dalam tabung.

Hasil tes yang positif umumnya ditandai dengan warna biru, artinya tidak ada perubahan warna pada cairan sampel. Warna biru menunjukkan sampel darah Anda mengandung antibodi IgM anti-O9.

Setelah memastikan diagnosis tipes melalui tes tersebut, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda.

Sebagian besar kasus tipes dapat diatasi dengan antibiotik, seperti azythromycin dan ceftriaxone.

Seberapa efektif tes TUBEX?

TUBEX test termasuk sebuah terobosan baru sehingga penelitian spesifik yang mempelajari efektivitasnya untuk mendiagnosis tipes masih sangat terbatas.

Namun, penelitian yang dipublikasikan oleh Diagnostic Microbiology and Infectious Disease menyebutkan, menyebutkan bahwa tes ini memiliki sensitivitas hingga 91% dengan spesifisitas 82%.

Sementara itu, tes Widal memiliki sensitivitas 82% dan spesifisitas 58%.

Sensitivitas dan spesifisitas adalah tolak ukur kemampuan sebuah tes skrining untuk bisa membedakan mana individu yang sakit dan yang tidak.

Sensitivitas mengacu pada seberapa akurat tes skrining tersebut dalam mengenali penyakit pada orang yang menderita penyakit tersebut, dikategorikan sebagai “positif”.

Sementara itu, spesifisitas adalah tolak ukur keakuratan tes untuk mengecualikan orang yang benar-benar tidak terjangkit penyakit tersebut, dikategorikan dengan “negatif”.

Sebuah tes skrining dikatakan ideal jika sangat sensitif dan sangat spesifik.

Tes yang sangat spesifik dan sangat sensitif berarti kemungkinannya untuk menunjukkan hasil negatif/positif palsu sangat sedikit.

Maka akan ada lebih sedikit kasus penyakit yang salah diagnosis.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Medical Microbiology bahkan menemukan bahwa TUBEX test dapat digunakan dalam beberapa cara diagnosis tipes, yaitu:

  • Deteksi antibodi dan antigen dari serum darah
  • Deteksi antigen dari urin untuk melengkapi deteksi melalui serum
  • Deteksi atau identifikasi seluruh organisme dari kultur darah atau feses

Meskipun tampak menjanjikan, hasil penelitian tersebut membutuhkan riset yang lebih lanjut.

Pasalnya, sampai saat ini, TUBEX test masih dilakukan dengan menggunakan serum darah.

Hasil TUBEX test memang terbukti lebih akurat daripada tes Widal. Namun, tes Widal lebih banyak digunakan di Indonesia karena harganya yang lebih murah.

Mendapatkan diagnosis tipes yang akurat dapat membantu Anda memilih pengobatan tipes yang tepat.

Dengan mendapatkan pengobatan yang tepat, Anda dapat terhindar dari komplikasi demam tifoid yang dapat mengancam jiwa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tam, F., Ling, T., Wong, K., Leung, D., Chan, R., & Lim, P. (2008). The TUBEX test detects not only typhoid-specific antibodies but also soluble antigens and whole bacteria. Journal Of Medical Microbiology, 57(3), 316-323. doi: 10.1099/jmm.0.47365-0

Typhoid fever – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 25 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-20378665

Ajibola, O., Mshelia, M., Gulumbe, B., & Eze, A. (2018). Typhoid Fever Diagnosis in Endemic Countries: A Clog in the Wheel of Progress?. Medicina, 54(2), 23. doi: 10.3390/medicina54020023

Yan, M., Tam, F., Kan, B., & Lim, P. (2011). Combined Rapid (TUBEX) Test for Typhoid-Paratyphoid A Fever Based on Strong Anti-O12 Response: Design and Critical Assessment of Sensitivity. Plos ONE, 6(9), e24743. doi: 10.1371/journal.pone.0024743

Rahman, M., Siddique, A., Tam, F., Sharmin, S., Rashid, H., & Iqbal, A. et al. (2007). Rapid detection of early typhoid fever in endemic community children by the TUBEX® O9-antibody test. Diagnostic Microbiology And Infectious Disease, 58(3), 275-281. doi: 10.1016/j.diagmicrobio.2007.01.010

IDL Biotech. (2018). TF Rapid typhoid detection. Retrieved 25 November 2020, from https://idlbiotech.com/wp-content/uploads/2018/08/IDL_TUBEX_folder-1511-web.pdf

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x