Berbagai Kebiasaan Buruk yang Sering Jadi Penyebab Tipes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyebab tipes (tifus) atau demam tifoid adalah bakteri yang berasal dari lingkungan atau kebiasaan yang tidak higienis. Jika Anda mengalami demam tifoid, Anda bisa merasakan gejala, seperti badan yang lemah, lelah, hingga sakit tenggorokan. Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan tubuh terserang tipes? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa penyebab penyakit tipes?

pantangan tipes

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang bisa menyebar melalui makanan, air, atau ditularkan dari orang yang terinfeksi (melalui fesesnya). Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. 

Bakteri penyebab tifus juga bisa terdapat pada makanan atau minuman yang terkontaminasi, lalu bakteri tersebut kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan bertambah banyak. Ini akan memicu gejala-gejala sakit tipes, seperti demam tinggi, nyeri perut, sembelit atau diare.

Salmonella typhi terkait dengan bakteri yang menyebabkan salmonellosis, infeksi usus serius lainnya. Namun, kedua kondisi ini tidak sama.

Bagaimana Salmonella typhi menyerang tubuh?

gejala tipes dan gejala maag

Setelah makan atau minum kudapan terkontaminasi Salmonella typhi, bakteri turun ke sistem pencernaan dan langsung berkembang biak dengan sangat cepat.

Kondisi ini membuat suhu tubuh Anda menjadi tinggi, sakit perut, dan sembelit atau diare. Jika tidak diobati, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebar ke area lain di tubuh.

Hal tersebut dapat menyebabkan gejala demam tifoid memburuk selama beberapa minggu setelah infeksi. Jika organ dan jaringan rusak akibat infeksi, hal itu dapat menyebabkan komplikasi tipes yang serius, seperti pendarahan di dalam tubuh atau terdapat usus yang pecah.

Karier tipes

Setelah didiagnosis dengan kondisi ini, Anda akan melakukan menjalani pengobatan tipes, contohnya pemberian antibiotik. Namun, setelah pengobatan antibiotik, orang yang sembuh dari tipes mungkin masih menyimpan bakteri penyebab tipes di dalam tubuh.

Orang-orang ini disebut sebagai karier (pembawa) tipes kronis. Karier tipes biasanya tidak lagi memiliki tanda atau gejala penyakit tipes. Namun, mereka tetap bisa membuat bakteri tipes menular ke orang lain.

Apa saja kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko penyakit tipes?

gejala tipes pada anak demam tifoid

Dikutip dari Mayo Clinic, tipes adalah ancaman serius di seluruh dunia dan sudah menyerang sekitar 27 juta orang atau lebih setiap tahun. Penyakit ini menyebar di India, Asia Tenggaran, Afrika, Amerika Serikat, dan banyak daerah lainnya.

Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi, tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Namun, ada beberapa kebiasaan buruk sehari-hari yang bisa menjadikan bakteri penyebab penyakit tipes masuk ke dalam tubuh Anda, yakni:

1. Jajan sembarangan

Risiko Anda terkena tipes dapat meningkat karena kelelahan dan jajan sembarangan. Bakteri penyebab demam tifoid biasanya hidup di dalam air yang terkontaminasi dengan feses, dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi akibat jajan sembarangan.

Biasanya, anak kecil lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga kebersihannya saat makan.

2. Tidak menjaga kebersihan makanan

Mengonsumsi ikan atau makanan laut lainnya yang berasal dari air yang sudah terkontaminasi tinja/urine yang terinfeksi bakteri penyebab tipes, juga bisa membuat Anda mengidap tipes.

Parahnya lagi, meskipun hal ini kurang umum, bakteri Salmonella typhi bisa bertahan pada urin orang yang terinfeksi.

Sekali lagi, jika orang yang terinfeksi menyentuh makanan tanpa mencuci tangan dengan benar atau setelah buang air kecil, mereka dapat menyebarkan infeksi tersebut kepada orang lain. Tidak memerhatikan kebersihan juga dapat menjadi penyebab tipes kambuh setelah dinyatakan sembuh.

Cara Menjaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar dari Penyakit

3. Mengonsumsi air minum yang kotor

Selain makanan, tipes juga bisa terinfeksi lewat air minum. Tanpa disadari, kotoran atau tinja manusia bisa masuk mencemari air minum Anda.

Hal ini juga harus diperhatikan bila Anda suka jajan minuman dingin. Es batu yang digunakan untuk mendinginkan minuman, masih bisa membawa bakteri penyebab tipes.

4. Menggunakan toilet yang kotor

Bakteri Salmonella typhi masih bisa bertahan sekalipun berada di tinja orang yang terinfeksi. Nah, jika Anda menggunakan toilet yang tercemar tinja penderita tipes dan tidak dibersihkan secara menyeluruh, Anda yang tadinya sehat-sehat saja juga bisa terinfeksi.

Lebih,baik Anda selalu waspada dan menjaga diri sebelum dan setelah menggunakan toilet. Maka dari itu penting untuk mencuci tangan setelah buang air agar tidak terinfeksi tipes.

5. Berhubungan intim dengan penderita tipes

Berhubungan intim dengan orang yang menderita tipes ternyata berpeluang besar bagi Anda untuk tertular. Misalnya, pria yang membawa bakteri penyebab penyakit tipes dapay menularkannya melalui oral dan anal seks.

Pada saat oral dan anal seks, bakteri dari anus pria yang sakit berpindah ke pasangannya. Jadi, seks dengan orang yang sakit tipes juga membuka peluang penyebaran bakteri penyebab tipes tersebut.

Akan tetapi, peluang ini baru bisa terjadi jika Anda melakukan oral dan anal seks sekaligus dengan orang yang sudah terkena tipes sebelumnya.

pengobatan tipes opname rumah sakit

Saat gejala tipes sudah terasa, ada baiknya Anda lakukan penanganan yang tepat, yaitu pergi ke dokter. Jika tipes yang Anda alami sudah parah dan lebih serius, usus bisa mengalami perdarahan dan berlubang.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi usus. Perforasi usus dapat menyebabkan isi usus bocor ke rongga perut, menimbulkan infeksi hingga fatal akibatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gejala yang Ditunjukkan Orang Dewasa Saat Sakit Tipes

Tipes rentan menyerang orang dewasa yang tinggal di lingkungan dengan kualitas air dan fasilitas sanitasinya buruk. Apa saja gejala tipes pada orang dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 15 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit

Apakah Sakit Tipes Bisa Menular? Bagaimana Cara Penularannya?

Tipes rawan terjadi di satu daerah bersamaan karena penyakit ini mudah menular. Namun, lewat cara apakah tipes paling sering menular?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 18 September 2019 . Waktu baca 7 menit

Patuhi 8 Pantangan Ini Agar Cepat Sembuh dari Sakit Tipes

Ada banyak pantangan yang harus dipatuhi selama bed rest karena tipes agar cepat sembuh. Di antaranya, jangan dulu jajan minuman es dan berhubungan seks.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 12 September 2019 . Waktu baca 6 menit

Cara Kerja dan Efektivitas TUBEX Test untuk Deteksi Penyakit Tipes

Tubex adalah tes darah yang dilakukan untuk mendiagnosis gejala tipes. Anda bisa menjalani tes ini di rumah sakit, klinik, atau laboratorium kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 11 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat cacing untuk tipes

Seberapa Efektif Ekstrak Cacing untuk Obat Tipes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
tipes (demam tifoid)

Tipes (Demam Tifoid)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Tes Widal, Tes Cepat untuk Deteksi Penyakit Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala tipes

Berbagai Gejala Tipes yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit