home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Riketsia (Tipus)

Pengertian riketsia (tipus)|Gejala riketsia|Penyebab riketsia|Faktor risiko tipus|Komplikasi tipus|Diagnosis riketsia |Pengobatan riketsia|Pencegahan riketsia
Riketsia (Tipus)

Pengertian riketsia (tipus)

Riketsia atau tipus adalah infeksi bakteri yang disebarkan melalui kutu dan tungau. Penyakit ini sering disamakan dengan tipes (tifus atau demam tifoid).

Padahal, penyebab tipes dan tipus berbeda. Tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, sedangkan penyakit riketsia atau tipus disebabkan oleh bakteri Rickettsia.

Tipus adalah infeksi yang disebabkan oleh beberapa spesies bakteri Rickettsia. Bakteri ini bisa dibawa oleh ektoparasit seperti kutu, tungau dan caplak, kemudian menginfeksi manusia.

Ektoparasit sering ditemukan pada hewan, seperti tikus, kucing, dan tupai. Beberapa orang juga bisa membawa ektoparasit dari pakaian, sprei, kulit, atau rambut mereka.

Gejala riketsia

Tanda-tanda dan gejala penyakit ini muncul 1-2 minggu setelah paparan dan bisa berkembang dari mulai yang ringan hingga berat.

Umumnya, riketsia atau tipus memiliki gejala berupa:

Gejala riketsia lainnya mungkin juga akan muncul ruam serta bintik-bintik berwarna gelap, seperti gejala kudis/scabies di area tubuh yang digigit oleh kutu.

Ruam ini juga mungkin menyebar ke seluruh tubuh seperti wajah, telapak tangan, atau kaki.

Pada tipus scrub, gejala yang mungkin juga muncul dapat berupa perubahan mental, seperti kebingungan hingga koma.

Pada kondisi ini, gejala lainnya termasuk kelenjar getah bening yang membesar.

Penyebab riketsia

Bakteri penyebab riketsia tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya seperti sakit flu atau pilek.

Secara umum, ada empat jenis tipus atau riketsia. Setiap jenis tipus disebabkan oleh bakteri serta cara penularan yang berbeda-beda.

Beberapa jenis penyakit tipus atau riketsia tergantung sumber bakteri yang menginfeksinya adalah berikut

Tipus epidemik

Penyakit ini disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki yang ditularkan oleh gigitan kutu rambut pada tubuh manusia.

Jenis penyakit ini dapat menyebabkan sakit berat, bahkan kematian.

Tipus endemik atau tipus murine

Jenis tipus riketsia ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu loncat pada tikus.

Penyakit ini mirip dengan tipus epidemik, tapi memiliki gejala yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

Tipus scrub

Penyakit ini disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi yang ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Tipus scrub bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.

Penyakit riketsia atau tipus dapat ditemukan di seluruh dunia. Namun, negara yang padat penduduk dengan sanitasi yang buruk berisiko lebih tinggi terkena wabah penyakit ini.

Faktor risiko tipus

Penyakit ini dapat memengaruhi orang dari segala usia, tingkat pendapatan, tingkat sosial, dan lingkungan hidupnya.

Namun, risiko penyakit ini akan meningkat apabila Anda memiliki kondisi berikut.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, sedang pengobatan kemoterapi, bayi, dan lansia.
  • Mengalami kontak kulit yang berlangsung lama dengan orang yang terinfeksi. Ini tidak termasuk jabat tangan atau berpelukan singkat.
  • Berbagi barang yang sama, seperti handuk, sprei, ataupun pakaian dengan orang yang terinfeksi.
  • Melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi bakteri penyebab tipus.
  • Bepergian ke daerah endemik penyakit ini.

Komplikasi tipus

Sama seperti penyakit lainnya, riketsia membutuhkan perawatan yang cepat dan tepat.

Ketika seseorang yang terinfeksi dibiarkan berlarut tanpa penanganan medis yang memadai, komplikasi serius bisa muncul.

Beberapa komplikasi tipus atau riketsia yang mungkin terjadi termasuk:

  • hepatitis alias peradangan hati,
  • perdarahan saluran cerna, dan
  • hipovolemia atau penurunan volume cairan darah.

Diagnosis riketsia

Gejala riketsia seringkali mirip dengan gejala penyakit lainnya. Hal ini membuat penyakit ini sulit untuk diagnosis.

Namun, biasanya dokter mendiagnosis penyakit ini dengan memeriksa kondisi fisik berdasarkan gejala yang Anda keluhkan. Dokter mungkin juga akan menanyakan riwayat bepergian Anda.

Dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan di bawah ini untuk menentukan diagnosis.

  • Tes darah atau biopsi kulit untuk menentukan jenis bakteri penyebab riketsia
  • Tes darah menggunakan metode serologi yang diambil dua minggu secara terpisah. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi respon sistem kekebalan tubuh pasien terhadap pasiennya.

Pengobatan riketsia

Penyakit riketsia atau tipus bisa diatasi dengan antibiotik. Pengobatan menggunakan antibiotik ini biasanya sudah dimulai sebelum hasil tes darah atau biopsi diketahui.

Beberapa antibiotik yang sering direkomendasikan dokter adalah:

Dikutip dari US National Library of Medicine, mengonsumsi tetracycline yang diminum dapat menodai gigi.

Oleh karena itu, biasanya obat ini tidak diresepkan untuk anak-anak yang masih memiliki gigi susu.

Selain antibiotik, penderita tipus epidemik mungkin membutuhkan bantuan oksigen dan cairan intravena (IV).

Pencegahan riketsia

Tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi tipus. Meskipun begitu, ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi penyakit ini.

1. Pakai obat pembasmi serangga

Selalu sediakan obat pembasmi serangga setiap kali Anda ingin berpergian ke tempat-tempat terbuka. Bila perlu, gunakan baju lengan panjang dan celana panjang.

2. Cuci tangan

Rajin cuci tangan setiap kali ingin memulai aktivitas atau setelah beraktivitas. Gunakan sabun antiseptik untuk memastikan kebersihan tangan Anda.

3. Cuci semua pakaian dan sprei tempat tidur

Gunakanlah air panas dan sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan sprei, atau jika perlu direbus untuk membunuh tungau yang masih tertinggal.

4. Biarkan tungau mati kelaparan

Untuk benda-benda yang tidak dapat dicuci, Anda dapat memasukkan benda-benda tersebut ke dalam plastik tertutup dan letakkan di tempat yang jarang dijangkau selama beberapa minggu.

Tungau akan mati dalam beberapa hari ketika dibiarkan tanpa makanan.

5. Hindari kontak dengan penderita

Hindari kontak langsung dengan penderita dalam waktu yang lama. Selain itu, hindari kebiasaan saling menggunakan barang-barang pribadi, seperti handuk, yang dapat menularkan penyakit ini.

6. Bersihkan seluruh ruangan di rumah

Bersihkan semua karpet dan perabotan yang ada di dalam rumah. Jangan lupa gunakan masker wajah saat membersihkan daerah tersebut.

7. Konsultasi ke dokter

Segera cek kesehatan setelah berkunjung ke daerah endemik di mana penyakit ini sedang mewabah. Meski Anda tidak memunculkan gejala tipus, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan.

Mencegah penularan penyakit riketsia perlu disiplin yang tinggi. Cara-cara di atas wajib dilakukan pada saat sebelum memulai terapi dengan pengobatan.

Tindakan pencegahan dapat menurunkan risiko infeksi berulang pada pasien yang sudah sembuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO | Typhus fever (Epidemic louse-borne typhus). (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://www.who.int/ith/diseases/typhusfever/en/

Encyclopedia, M. (2020). Typhus: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 23 December 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/001363.htm

Typhus Fevers | Typhus Fevers | CDC. (2020). Retrieved 23 December 2020, from https://www.cdc.gov/typhus/index.html

Typhus . (2017). Retrieved 23 December 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/typhus/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 18/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x