Apa itu tipes (demam tifoid)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tipes (demam tifoid)?

Tipes alias demam tifoid adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri ini biasanya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi. Selain itu, bakteri ini juga bisa ditularkan dari orang yang terinfeksi.

Demam tifoid termasuk infeksi bakteri yang bisa menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ. Tanpa perawatan yang cepat dan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang berakibat fatal.

Orang yang terinfeksi penyakit ini dapat menularkan bakteri melalui feses atau urinenya. Jika orang lain makan makanan atau minum air yang terkontaminasi  dengan urine atau feses yang sudah terinfeksi, penyakit ini bisa menular.

Seberapa umumkah tipes (demam tifoid)?

Demam tifoid sangat umum terjadi di negara-negara berkembang, terutama pada anak-anak. Meski lebih sering terjadi pada anak-anak, kondisi ini juga bisa menyerang orang di usia berapa pun.

Tipes biasanya dapat ditangani dan dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tipes (demam tifoid)?

Begitu Anda terinfeksi, tubuh biasanya akan mengalami berbagai tanda dan gejala awal seperti:

  • Demam yang meningkat setiap hari hingga mencapai 40,5 derajat celcius
  • Sakit kepala
  • Lemah dan lelah
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan dan menurunkan berat badan
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam
  • Perut yang membengkak

Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, Anda akan mengalami kondisi seperti:

  • Mengigau
  • Berbaring lemah dengan mata setengah tertutup

Selain itu, di masa kritis ini Anda bisa mengalami berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Pada sebagian orang, tanda dan gejala bisa muncul kembali dua minggu setelah demam mereda.

Kemungkinan juga ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami berbagai gejala seperti yang telah disebutkan. Selain itu, Anda juga perlu segera memeriksakan diri jika terserang penyakit saat mengunjungi negara lain. Jika gejala penyakit kambuh setelah kembali ke rumah, konsultasikan kembali ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya.

Penyebab

Apa penyebab tipes (demam tifoid)?

Salmonella typhi adalah bakteri penyebab tipes yang perlu diwaspadai. Biasanya bakteri ini disebarkan melalui:

Feses dan urine

Bakteri Salmonella typhi biasanya disebarkan melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Namun terkadang, bakteri ini juga menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi.

Di negara berkembang, sebagian besar masalah ini muncul akibat air minum yang terkontaminasi dan sanitasi yang buruk.

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan toilet umum atau bekas pakai orang yang telah terinfeksi penyakit ini.

Orang yang pernah terinfeksi

Sebagian orang yang sembuh dari demam tifoid bisa menyimpan bakteri ini dalam saluran usus atau kantong empedunya. Bakteri ini bahkan bisa tersimpan hingga bertahun-tahun lamanya.

Nah, golongan orang ini disebut sebagai pembawa kronis karena bisa menginfeksi orang lain meski tidak lagi memiliki tanda dan gejala penyakitnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena tipes (demam tifoid)?

Tipes (demam tifoid) menjadi salah satu penyakit serius yang mengancam seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang. Pasalnya, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, ada 22 juta kasus tipes dan 200.000 kematian akibat penyakit ini di seluruh dunia.

Penyakit ini cukup menular di India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan, dan banyak daerah lainnya. Selain itu, anak-anak juga lebih berisiko terkena masalah kesehatan yang satu ini.

Jika Anda tinggal di negara maju di mana demam tifoid jarang terjadi, risikonya akan lebih tinggi jika:

  • Bekerja atau bepergian ke daerah di mana demam tifoid sering terjadi.
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis yang bersentuhan dengan bakteri Salmonella typhi.
  • Memiliki kontak dengan orang yang sedang atau baru saja terinfeksi demam tifoid.
  • Minum air yang telah terkontaminasi kotoran yang mengandung bakteri Salmonella typhi.

Komplikasi akibat tipes (demam tifoid)

Apa saja komplikasi akibat tipes (demam tifoid)?

Komplikasi yang disebabkan oleh demam tifoid biasanya hanya terjadi pada orang yang belum mendapatkan antibiotik yang tepat. Tak hanya itu, komplikasi juga bisa muncul jika Anda membiarkan tipes terlalu lama tanpa diobati.

Umumnya, sekitar 1 dari 10 orang akan mengalami komplikasi di minggu ketiga setelah terinfeksi. Adapun komplikasi paling umum dari penyakit ini jika tidak diobati, yaitu:

Perdarahan di dalam tubuh

Biasanya perdarahan dalam yang muncul akibat tipes tidak mengancam jiwa. Namun, hal ini bisa membuat Anda merasa tidak sehat. Adapun berbagai gejala yang biasanya muncul, yaitu:

  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Detak jantung tidak teratur
  • Muntah darah
  • Tinja berwarna sangat gelap

Dalam kasus yang cukup parah, Anda mungkin akan membutuhkan transfusi darah. Tujuannya, tentu saja untuk menggantikan darah yang hilang dari tubuh. Selain itu, dokter juga akan melakukan pembedahan untuk membantu mengobati lokasi perdarahan jika diperlukan.

Perforasi usus

Perforasi usus adalah kondisi saat usus mengalami kebocoran akibat lubang yang terbentuk. Akibatnya, isi bagian dalamnya tercecer dan masuk ke perut.

Kondisi ini bisa mengiritasi lapisan perut (peritoneum) karena bakteri yang hidup di dalam usus akan berpindah ke perut. Masalah kesehatan yang satu ini dikenal dengan istilah peritonitis.

Peritonitis adalah keadaan darurat medis karena jaringan peritoneum biasanya steril (bebas kuman). Ini karena lapisan perut tidak memiliki mekanisme pertahanan bawaan untuk melawan infeksi.

Pada peritonitis, infeksi bisa menyebar dengan cepat hingga ke dalam darah. Akibatnya, Anda akan mengalami infeksi pada alirah darah yang disebut dengan sepsis. Sepsis berisiko tinggi menyebabkan kegagalan organ. Bahkan, jika tidak segera ditangani kondisi ini bisa mengakibatkan kematian.

Salah satu gejala peritonitis yang paling umum, yaitu sakit perut yang tiba-tiba dan semakin buruk. Anda mungkin akan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit dan mendapatkan suntikan antibiotik. Selain itu, dokter juga akan melakukan operasi untuk menutup lubang di dinding usus Anda.

Selain kedua kondisi tersebut, ada berbagai komplikasi lain yang mungkin muncul yaitu:

  • Peradangan otot jantung (miokarditis)
  • Peradangan pada selaput jantung dan katup (endokarditis)
  • Pneumonia
  • Peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Infeksi ginjal atau kandung kemih
  • Infeksi dan peradangan selaput serta cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis)
  • Masalah kejiwaan seperti delirium, halusinasi, dan psikosis paranoid

Namun, dengan berbagai perawatan yang tepat, Anda akan terhindar dari komplikasi penyakit yang mungkin muncul.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis tipes (demam tifoid)?

Untuk mendiagnosis demam tifoid, dokter akan melakukan beberapa pengecekan seperti:

Riwayat medis dan perjalanan

Sebelum memeriksa tubuh lebih lanjut, dokter akan mencari tahu penyebab penyakit lewat gejala, riwayat kesehatan, dan perjalanan Anda. Biasanya informasi ini menjadi bahan penting untuk dokter menentukan apakah Anda memang terkena tipes atau tidak.

Tes cairan tubuh dan kultur jaringan

Untuk memastikan keberadaan bakteri ini di dalam tubuh, dokter akan melakukan serangkaian tes, seperti tes darah, feses, urine, atau sumsung tulang. Berbagai sampel ini nantinya akan ditempatkan pada media khusus yang bisa mendorong pertumbuhan bakteri.

Nantinya, kultur akan diperiksa di bawah mikroskop guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab tipes. Umumnya, sampel yang melalui sumsum tulang merupakan tes yang paling sensitif untuk Salmonella typhi.

Meskipun tes kultur jaringan menjadi andalan untuk mendiagnosis tipes, ada beberapa tes lain yang biasanya dilakukan. Dokter akan melakukan tes lain untuk mendeteksi antibodi terhadap keberadaan bakteri tifoid dalam darah.

Bagaimana mengobati tipes (demam tifoid)?

Antibiotik menjadi satu-satunya pengobatan paling efektif untuk demam tifoid. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antibiotik seperti:

Ciprofloxacin (Cipro)

Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkan ciprofloxacin untuk orang dewasa yang tidak sedang hamil. Selain itu, obat serupa lainnya ofloxacin juga akan diresepkan. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi yang kini tak lagi mempan terhadap antibiotik yang satu ini. Terutama pada bakteri demam tifoid yang ada di Asia Tenggara.

Azithromycin (Zithromax)

Azithromycin biasanya dipakai saat seseorang tidak bisa menggunakan ciprofloxacin. Selain itu, antibiotik jenis ini juga sering kali digunakan saat bakteri resisten terhadap ciprofloxacin.

Ceftriaxone

Antibiotik suntik seperti ceftriaxone bisa menjadi salah satu obat yang diresepkan jika penyakitnya lebih serius. Selain itu, antibiotik suntik juga biasanya diresepkan untuk mereka yang tidak minum ciprofloxacin, seperti anak-anak.

Sama seperti jenis obat-obatan lainnya, obat ini juga bisa menyebabkan efek samping. Bahkan, jika digunakan dalam jangka panjang bakteri ini bisa kebal terhadap antibiotik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tipes (demam tifoid)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi demam tifoid, yaitu:

Minum banyak air

Minum air saat sakit tipes membantu mencegah dehidrasi yang diakibatkan oleh demam dan diare yang berkepanjangan. Jika Anda mengalami dehidrasi parah, doker akan memberikan cairan melalui pembuluh vena (infus).

Bed rest

Agar lekas sembuh, Anda perlu banyak beristirahat bahkan bisa jadi melakukan istirahat total, alias bed rest. Usahakan untuk tidak melakukan berbagai kegiatan berat yang menguras tenaga agar kondisi tubuh bisa segera fit dan terhindar dari komplikasi tipes.

Makan makanan yang mudah dicerna

Saat tipes, usus Anda mengalami gangguan. Itu sebabnya, lebih baik Anda makan makanan yang mudah dicerna, seperti bubur dan makanan lunak lain. Dengan begitu, kerja usus menjadi lebih ringan. Makan makanan yang mudah dicerna juga membuat nutrisi di dalam makanan lebih cepat diserap oleh tubuh.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah tipes?

Menjaga kebersihan

Salah satu upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini adalah mencuci tangan dengan rutin. Bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Dalam keadaan darurat, Anda juga dapat membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan diri terutama setelah bepergian ke luar rumah apalagi pasar. Usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor. Pastikan juga untuk mencuci kaki setiap habis keluar rumah.

Hindari kontak dengan orang sakit

Bakteri sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Untuk itu, hindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit. Berciuman dan menggunakan peralatan makan atau mandi yang sama dengan orang sakit dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

Vaksin tifoid

Vaksin tifoid bisa dilakukan untuk membantu mencegah penyakit yang satu ini. Terutama jika Anda termasuk kategori yang rentan atau berisiko tinggi.

Ada dua jenis vaksin untuk demam tifoid, yaitu:

  • Disuntikkan dengan dosis tunggal setidaknya satu minggu sebelum bepergian.
  • Diberikan dalam bentuk minum sebanyak empat kapsul. Biasanya per kapsulnya wajib diminum setiap hari.

Namun, vaksin memiliki keefektifan hanya 50 sampai 80 persen saja. Keefektifan vaksin juga akan berkurang dari waktu ke waktu. Untuk itu, Anda tetap perlu berhati-hati dan mengupayakan cara pencegahan lainnya.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya

Makanan dan minuman menjadi salah satu media penularan yang paling sering untuk tipes. Maka dari itu, usahakan untuk selalu makan dan minum yang telah terjaga kebersihannya. Makan makanan yang dimasak dan disajikan panas jauh lebih baik dibandingkan dengan makanan mentah atau setengah matang.

Selain itu, produk susu yang dipasteurisasi juga jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melewati proses ini. Jangan lupa juga untuk mencuci sayuran dan buah atau mengupas kulitnya.

Untuk air minum, Anda juga tak boleh sembarangan. Sebaiknya, minumlah dari air kemasan yang disegel dan terjamin keasliannya.

Anda tidak disarankan untuk minum air mentah yang tidak direbus, disaring atau diolah. Begitu pula berhato-hatilah ketika minum es yang terbuat dari air keran atau sumur. Jika ingin minum es, buatlah dari air matang sudah pasti aman.

Tidak menyiapkan makanan untuk orang lain sampai benar-benar sembuh

Usahakan untuk tidak memasak atau menyiapkan makanan sampai dokter menyatakan bahwa bakterinya tak akan lagi menular. Jika Anda memaksakannya karena sudah merasa enakan, bisa saja Anda malah menularkan terinfeksi penyakit ini kepada orang lain.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 29, 2019

Yang juga perlu Anda baca