Definisi

Apa itu radang usus buntu akut?

Radang usus buntu akut atau apendisitis adalah peradangan pada usus buntu, organ yang berbentuk seperti jari dan sempit yang bercabang dari bagian pertama usus besar pada bagian kanan perut. Walau usus buntu adalah organ yang tidak diketahui fungsinya, usus buntu dapat mengalami penyakit. Radang usus buntu akut adalah penyebab utama dari operasi perut di seluruh dunia.

Jika tidak diatasi dengan segera, ada kemungkinan usus buntu yang meradang dapat pecah, mengeluarkan feses/tinja ke rongga perut. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan infeksi yang membahayakan (peritonitis), namun infeksi dapat tertutup dan membentuk abses.

Seberapa umumkah radang usus buntu akut?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Radang usus buntu lebih sering menyerang pria daripada wanita, dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala radang usus buntu akut?

Gejala umum dari radang usus buntu akut adalah:

  • Rasa tidak nyaman ringan di sekitar pusar (pada awal serangan), berpindah pada kuadran bawah kanan perut
  • Nyeri yang tajam, lokal dan menetap dalam beberapa jam
  • Nyeri yang memburuk dengan pergerakan, napas dalam-dalam, batuk, bersin, berjalan atau tersentuh
  • Konstipasi dan tidak dapat buang angin, kemungkinan diare
  • Demam rendah (di bawah 39 derajat Celcius). Demam tinggi (kemungkinan disertai dengan menggigil) dapat mengindikasikan abses usus buntu
  • Detak jantung cepat
  • Pembengkakan pada perut (pada tahap akhir)
  • Sakit perut berhenti mendadak setelah gejala lain muncul, mengindikasikan usus buntu telah pecah
  • Mual dan muntah (pada kasus tertentu)
  • Kehilangan napsu makan
  • Lidah yang terlapisi dan napas bau
  • Buang air kecil yang sakit dan sering
  • Terdapat darah pada urin
  • Pembengkakan pada perut atau kembung, terutama pada bayi

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab radang usus buntu akut?

  • Radang usus buntu biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, walau penyebabnya tidak diketahui.
  • Usus buntu mungkin terhambat dengan gumpalan feses, garam kalsium dan feses (fekolit) atau tumor (jarang), menyebabkan peradangan dan infeksi.
  • Pembengkakan dan peradangan menyebabkan infeksi, penggumpalan darah atau pecahnya usus buntu.
  • Lymphoid hyperplasia terkait dengan penyakit peradangan dan infeksi seperti penyakit Crohn, campak, amebiasis, gastroenteritis, infeksi pernapasan dan mononukleosis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk radang usus buntu akut?

Ada banyak faktor risiko untuk radang usus buntu akut, yaitu:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan radang usus buntu
  • Pria
  • Berusia di antara 10 dan 19 tahun
  • Memiliki penyakit peradangan usus yang berlangsung lama, seperti penyakit Crohn atau ulcerative colitis

Penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan “barat”, yang tinggi akan karbohidrat dan rendah serat, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya radang usus buntu. Tanpa serat yang cukup, pergerakan usus melambat, meningkatkan risiko penyumbatan usus buntu.

Terdapat juga kaitan antara polusi udara – terutama, kadar ozon yang tinggi – dan radang usus buntu. Para ahli tidak yakin mengapa polusi udara terkait dengan peningkatan risiko radang usus buntu, namun kemungkinan kadar ozon yang tinggi meningkatkan peradangan usus atau mengganggu mikroba pada usus.

Penelitian menunjukkan bahwa radang usus buntu lebih sering terjadi pada musim panas, kemungkinan akibat kombinasi peningkatan polusi udara, infeksi pencernaan dan tingginya konsumsi makanan cepat saji dan makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah serat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana radang usus buntu akut didiagnosis?

Pemeriksaan fisik diperlukan untuk mengeliminasi penyakit lain yang menghasilkan gejala lain yang menyerupai gejala radang usus buntu. Dokter akan memulai dengan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik melihat sensitivitas pada kuadran bawah kanan perut. Jika Anda sedang hamil, mungkin akan terasa lebih sakit. Jika terjadi lubang, perut Anda dapat menjadi keras dan bengkak.

Perut yang bengkak dan kaku adalah gejala yang harus didiskusikan dengan dokter segera.

Selain melihat sensitivitas, dokter akan melakukan beberapa tes untuk radang usus buntu:

  • Urinalisis dapat mengeliminasi infeksi saluran kemih atau batu ginjal
  • Pemeriksaan pelvis dapat memastikan bahwa wanita tidak memiliki gangguan reproduksi, serta mengeliminasi infeksi pelvis lainnya
  • Tes kehamilan dapat mengeliminasi dugaan kehamilan ektopik
  • Abdominal imaging dapat menentukan apakah Anda memiliki abses atau komplikasi lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan X-ray, ultrasound atau CT scan.
  • X-ray dada dapat mengeliminasi pneumonia lobus kanan bawah, yang kadang memiliki gejala menyerupai radang usus buntu.

Apa saja pengobatan untuk radang usus buntu akut?

Perawatan untuk radang usus buntu bervariasi. Pada kasus yang langka, radang usus buntu dapat membaik tanpa operasi. Perawatan dapat hanya melibatkan antibiotik dan diet cairan.

Pada kebanyakan kasus, operasi akan diperlukan. Jenis dari operasi akan tergantung pada detail kasus Anda.

Jika Anda memiliki abses yang belum pecah, Anda mungkin akan diberikan antibiotik terlebih dahulu. Kemudian, dokter akan mengeluarkan abses dengan tabung yang dimasukkan melalui kulit. Operasi akan mengangkat usus buntu setelah Anda menerima perawatan untuk infeksi.

Jika Anda memiliki abses atau usus buntu yang telah pecah, operasi segera diperlukan. Operasi untuk pengangkatan usus buntu disebut dengan apendektomi.

Dokter dapat melakukan prosedur ini sebagai operasi terbuka atau melalui laparoskopi. Laparoskopi lebih tidak invasif, sehingga waktu pemulihan lebih cepat. Namun, operasi terbuka mungkin diperlukan jika Anda memiliki abses atau peritonitis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang usus buntu akut?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi radang usus buntu akut:

  • Hindari aktivitas berat. Jika apendektomi dilakukan melalui laparoskopi, batasi aktivitas Anda selama 3-5 hari. Jika Anda memiliki apendektomi terbuka, batasi aktivitas Anda selama 10-14 hari. Selalu tanyakan dokter tentang batasan pada aktivitas dan kapan Anda dapat kembali melakukan aktivitas normal setelah operasi.
  • Tahan perut Anda saat batuk. Letakkan bantal di atas perut dan berikan tekanan sebelum Anda batuk, tertawa atau bergerak untuk membantu mengurangi rasa sakit.
  • Hubungi dokter jika obat penawar rasa sakit Anda tidak membantu. Merasa sakit dapat memberikan stres tambahan pada tubuh dan memperlambat proses pemulihan. Jika Anda masih merasa sakit walau telah menggunakan penawar rasa sakit, hubungi dokter.
  • Bangun dan bergerak saat Anda siap. Mulai dengan perlahan dan tingkatkan aktivitas saat Anda sudah merasa siap. Mulailah dengan jalan sedikit demi sedikit.
  • Tidur saat Anda merasa lelah. Saat tubuh Anda dalam pemulihan, Anda mungkin akan lebih merasa mengantuk dari pada biasanya. Santai saja dan beristirahat saat Anda membutuhkannya.
  • Diskusikan untuk kembali ke tempat kerja atau sekolah dengan dokter Anda. Anda dapat kembali bekerja saat Anda sudah siap. Anak-anak dapat kembali bersekolah dalam kurang dari seminggu setelah operasi. Anak-anak harus menunggu 2-4 minggu untuk kembali melakukan aktivitas berat, seperti kelas olahraga.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 12, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan