Apa itu pilek?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu pilek?

Pilek adalah infeksi virus yang memengaruhi hidung, telinga, dan tenggorokan. Ada lebih dari 200 jenis virus yang bisa menyebabkan hidung meler, tapi rhinovirus adalah salah satu jenis virus yang paling sering menyebabkan pilek.

Meski bukan masalah kesehatan yang serius, infeksi ini dapat mengganggu aktivitas akibat gejalanya. Pilek dapat menyebabkan sulit bernapas karena hidung berair atau tersumbat ingus, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan badan lemas.

Kebanyakan orang akan pulih dari penyakit ini sekitar seminggu atau 10 hari setelah terinfeksi. Seseorang yang sistem imunnya lemah, memiliki riwayat asma, atau masalah pernapasan lainnya berisiko tinggi mengalami penyakit serius seperti bronkitis atau pneumonia apabila infeksi ini tidak diobati dengan penanganan tepat.

Seberapa umumkah pilek?

Pilek adalah penyakit yang sangat umum. Anak-anak berusia kurang dari enam tahun berisiko paling tinggi terkena infeksi ini. Sementara orang dewasa yang sehat dapat terkena dua atau tiga kali pilek dalam setahun tahun.

Pilek sering terjadi pada musim dingin atau musim hujan. Sebab, kebanyakan virus penyebab infeksi ini mudah berkembang bias di udara kering dalam suhu dingin.

Anda dapat terhindar dari infeksi ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pilek?

Gejala pilek biasanya muncul 1-3 hari setelah terpapar virus. Setiap orang mungkin memunculkan gejala yang berbeda. Meski begitu, ada beberapa tanda dan gejala khas dari infeksi ini, di antaranya:

  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Bersin-bersin
  • Demam ringan
  • Mata berair
  • Merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga

Pada hari pertama, lendir atau ingus yang keluar saat Anda mengalami infeksi ini biasanya akan berwarna bening. Namun, di hari selanjutnya, tekstur ingus akan semakin menebal dan menjadi lebih gelap.

Setelah beberapa hari terinfeksi, ingus Anda mungkin akan berwarna kekuningan atau kehijauan, dan ini termasuk hal yang normal. Perubahan warna dan tekstur ini menandakan bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi virus penyebab pilek.

Secara umum, gejala pilek biasanya akan membaik dalam kurun waktu 7 sampai 10 hari. Segera konsultasi ke dokter apabila hidung Anda terus-terusan meler atau gejala yang Anda alami justru semakin memburuk.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Entah itu pada anak-anak maupun orang dewasa, sebaiknya Anda segera mencari bantuan medis apabila:

  • Tetap mengalami demam tinggi meski sudah minum paracetamol.
  • Sering muntah.
  • Hidung tersumbat hingga mengalami sesak napas.
  • Warna ingus berubah menjadi tidak biasa.
  • Sakit tenggorokan berat, hingga suara serak atau parau.
  • Sakit kepala parah.
  • Batuk terus-terusan.
  • Nyeri di bagian saluran sinus.
  • Telinga berdenging.
  • Nafsu makan menurun hingga berat badan berkurang drastis.

Sering kali gejala infeksi ini akan membaik sekitar 7-10 hari setelah infeksi. Namun, apabila gejalanya Anda tak juga membaik atau justru malah semakin memburuk, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis.

Pada prinsipnya, segeralah berkonsultasi ke dokter apabila merasakan hal yang tidak biasa dari tubuh Anda, anak, maupun orang di sekitar Anda. Ingat, semakin cepat Anda mendapatkan pengobatan, maka peluang Anda untuk cepat pulih juga akan semakin besar.

Penyebab

Apa penyebab pilek?

Ada banyak jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Namun, rhinovirus adalah penyebab paling umum. Virus lain yang juga bisa menyebabkan hidung meler adalah adenovirus, human parainfluenza virus, human metapneumovirus, dan respiratory syncytial virus. 

Virus ini ditularkan melalui tetesan air yang ikut terlontar ke udara ketika orang yang sedang pilek batuk, bersin, dan buang ingus sembarangan, serta berbicara. Penyebaran virus juga bisa terjadi ketika Anda melakukan kontak tangan ke tangan dengan seseorang yang menderita pilek. Pilek juga dapat menulat dengan pinjam-meminjam benda yang terkontaminasi, seperti peralatan makan, handuk, mainan, telepon, keyboard komputer, bahkan gagang pintu.

Jika Anda menyentuh mata, hidung atau mulut setelah kontak atau paparan tersebut, Anda mungkin akan terinfeksi virus yang pada akhirnya menyebabkan pilek. Virus akan menempel pada lapisan hidung atau tenggorokan Anda. Setelah itu, sistem kekebalan tubuh secara otomatis akan mengirimkan sel darah putih untuk menyerang virus tersebut. 

Hidung dan tenggorokan akan menghasilkan lendir lebih banyak untuk menghalau virus menginfeksi tubuh. Banyaknya energi yang dibutuhkan untuk melawan virus pilek ini, membuat tubuh Anda akan merasa lelah, lemas, dan tidak bertenaga.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami pilek?

Ada banyak hal yang bisa membuat Anda mengalami hidung meler, di antaranya:

1. Usia

Anak-anak, terutama yang usianya di bawah enam tahun, berisiko tinggi mengalami hidung meler atau tersumbat karena pilek. Hal ini karena sistem imun mereka belum begitu sempurna untuk mengembangkan perlawanan terhadap banyak virus.

Anak kecil juga cenderung lebih sering untuk berkontak dekat dengan anak-anak lain. Nah, inilah yang meningkatkan risiko mereka terpapar berbagai virus dari anak lainnya yang mungkin sudah terinfeksi virus terlebih dahulu.

Apalagi jika anak Anda lebih banyak menghabiskan waktu di area umum yang memungkinkan bertemu dengan banyak orang. Misalnya tempat penitipan anak dan sekolah.

Selain itu, anak-anak umumnya tidak menerapkan kebersihan dengan baik, seperti tidak rajin cuci tangan atau menutup mulut ketika batuk atau bersin. Akibatnya, virus pilek lebih mudah menyebar di kalangan anak kecil.

2. Musim

Meski pilek bisa dialami kapan saja, tapi infeksi ini lebih mungkin mudah menyerang pada saat musim hujan. Selama musim ini, Anda cenderung menghabiskan banyak waktu hanya di dalam ruangan.

Tanpa disadari, hal ini justru membuat Anda lebih rentan untuk terinfeksi virus dan menularkannya ke orang lain. Pasalnya, kebanyakan virus pilek mudah berkembang dalam suhu dingin dan udara yang kering.

3. Merokok

Merokok dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya membuat Anda lebih rentan terkena pilek dan infeksi virus lainnya.

Gejala pilek yang dialami oleh seorang perokok umumnya lebih buruk daripada yang tidak merokok.

4. Kurang tidur

Banyak orang mungkin tidak pernah mengira kalau kurang tidur merupakan faktor risiko dari penyakit pilek. Faktanya, kurang tidur memang bisa meningkatkan peluang Anda terkena infeksi virus serta penyakit lainnya.

Kurang tidur memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Ketika tidak cukup tidur, maka sistem kekebalan tubuh Anda akan mengalami penurunan, sehingga Anda lebih rentan terkena berbagai infeksi virus.

5. Stres psikologis

Stres psikologis juga bisa jadi faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan terkena infeksi virus. Hal ini karena kondisi ini memengaruhi cara kerja hormon kortisol, yaitu hormon yang bertugas untuk mengatur peradangan di tubuh.

Ketika Anda sedang stres, kortisol mungkin jadi kurang efektif untuk mengendalikan respon peradangan tubuh terhadap virus penyebab flu. Akibatnya, Anda akan lebih rentan terinfeksi penyakit ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pilek didiagnosis?

Kebanyakan orang dengan pilek dapat didiagnosis dengan tanda-tanda dan gejala yang dialami oleh mereka.

Jika dokter mencurigai Anda memiliki infeksi bakteri atau kondisi lainnya, dokter dapat meminta untuk melakukan rontgen dada atau tes lain. Hal ini dilakukan supaya dokter dapat mengetahui penyebab lain dari gejala yang Anda alami. 

Apa saja pengobatan untuk pilek?

Sebenarnya, infeksi ini bisa sembuh sendiri dengan banyak istirahat dan minum air putih. Akan tetapi, jika hidung meler yang Anda alami sampai mengganggu aktivitas, Anda bisa minum obat tertentu untuk meredakan gejala.

Berikut beberapa obat yang bisa diminum untuk mengatasi hidung meler.

1. Obat pereda nyeri

Demam dan sakit kepala merupakan dua gejala penyerta pilek yang paling umum. Nah, jika Anda mengalami keduanya, minum paracetamol atau ibuprofen adalah pilihan yang tepat. Anda bisa mendapatkan kedua obat ini di apotek atau toko obat terdekat karena dijual bebas tanpa resep dokter.

Meski begitu, selalu baca tabel petunjuk pemakaian pada kemasan produk dengan teliti sebelum Anda menggunakannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko efek samping yang berbahaya. Jika Anda punya riwayat medis tertentu, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

2. Dekongestan

Sering kali pilek juga menyebabkan hidung tersumbat yang membuat Anda kesulitan untuk bernapas. Nah, guna mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan obat dekongestan. Obat dekongestan seperti pseudoephedrine dapat membantu melegakan napas dengan mengencerkan lendir yang menyumbat hidung.

Dekongestan juga bertugas untuk mengecilkan saluran sinus yang bengkak dan mengurangi produksi lendir. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek atau supermarket terdekat tanpa resep dokter. Jenis sediaan yang dijual pun beragam, ada yang berbentuk pil, sirup, hingga semprotan hidung.

Sama seperti obat lainnya, dekongestan juga memiliki potensi efek samping yang tak boleh disepelekan seperti jantung berdebar-debar dan sulit tidur. Jika Anda khawatir tentang efek samping tersebut, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

3. Antihistamin

Jika pilek yang Anda alami disebabkan oleh alergi, Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk meredakan gejala. Ya, hidung meler juga bisa dipicu karena alergi. Selain membuat hidung meler atau tersumbat, alergi juga menyebabkan bersin-bersin, mata berair, serta tenggorokan gatal dan sakit.

Diphenhydramine merupakan salah satu obat antihistamin yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep dokter. Namun, Anda harus hati-hati. Obat ini dapat menyebabkan efek samping mengantuk.

Maka dari itu, setelah minum obat Anda disarankan untuk menghindari berkendara atau mengoperasikan mesin besar selama sementara waktu atau sampai efek sampingnya hilang.

Kabar baiknya, antihistamin memiliki banyak jenis. Jadi, Anda bisa memilih obat antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk, contohnya cetirizine yang tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan tetes (drop). Meski tidak menyebabkan kantuk, cetrizine dapat membuat mulut kering.

4. Antivirus

Obat antivirus juga mungkin diresepkan dokter untuk mengobati pilek. Dari tiga jenis obat yang sudah disebutkan di atas, antivirus hanya boleh diminum dengan resep dokter. Jadi, Anda tak bisa membeli obat ini secara bebas di apotek atau toko obat.

Penting untuk dipahami bahwa antivirus dan antibiotik berbeda. Antivirus adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi virus, sementara antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri.

Penggunaan antibiotik untuk mengobati pilek tentu tidak akan efektif. Sebaliknya, penggunaan antibiotik untuk mengatasi pilek justru membuat tubuh Anda kesulitan untuk melawan infeksi bakteri di kemudian hari.

Ketika dokter meresepkan obat ini, pastikan Anda menggunakannya dengan bijak sesuai apa yang diresepkan. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis secara sembarangan.

5. Bahan alami

Selain obat-obatan kimia, sejumlah bahan alami juga bisa digunakan untuk meringankan gejala pilek. Pilihlah bahan-bahan alami yang kaya akan kandungan zink, vitamin C, atau vitamin D.

Sebuah studi melaporkan bahwa kapsul zink dosis tinggi (80 miligram) dapat memperpendek durasi pilek jika diminum dalam waktu 24 jam setelah gejala muncul. Sementara vitamin C dan vitamin D sebenarnya tidak dapat mengobati pilek secara langsung.

Namun, kedua vitamin ini efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga efektif untuk membantu Anda untuk cepat pulih.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup untuk mencegah pilek?

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pilek:

1. Rajin cuci tangan

Salah satu upaya efektif mencegah penyebaran penyakit adalah dengan rajin cuci tangan. Tangan merupakan bagian tubuh yang pertama kali melakukan kontak langsung dengan benda-benda di sekitar Anda. Di lain sisi, tangan juga sering digunakan untuk menyentuh bagian tubuh lain, seperti hidung, mulut, pipi, atau mata.

Apabila tangan Anda kotor, maka kuman bisa cepat tersebar ke bagian tubuh tersebut. Maka dari itu, cuci tangan jadi hal penting yang harus dilakukan setiap hari.

Cuci tangan Anda dengan air yang mengalir dan sabun sebelum makan atau setiap kali Anda selesai dari urusan toilet. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

2. Rajin beres-beres rumah

Bersihkan setiap sudut rumah Anda secara teratur supaya mencegah penyebaran penyakit. Bersihkan dapur dan kamar mandi dengan disinfektan, terutama ketika seseorang dalam keluarga Anda menderita pilek.

Jangan lupa, cuci mainan anak-anak secara berkala.

3. Pakai sapu tangan

Pilek adalah penyakit yang menular. Maka dari itu, setiap kali Anda bersin atau batuk, tutupilah dengan sapu tangan guna membatasi penyebaran virus ke orang lain. Segera buang tisu setelah digunakan, lalu cuci tangan Anda.

Jika Anda tak punya tisu, saat bersin atau batuk sebaiknya arahkan mulut Anda ke siku. Dengan cara ini Anda dapat menutup mulut tanpa menggunakan tangan.

4. Hindari kontak dengan penderita

Jangan berbagi gelas minum atau peralatan dengan penderita, meski itu keluarga Anda sendiri. Gunakan gelas Anda sendiri atau gelas sekali pakai ketika Anda atau orang lain sedang sakit.

Anda dapat memberi label pada cangkir atau gelas dengan nama orang yang sedang pilek.

5. Jaga diri dengan baik

Selain yang sudah disebutkan di atas, pastikan Anda juga menjaga diri dengan baik. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur, cukup tidur, dan mengelola stres. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Mei 13, 2019

Yang juga perlu Anda baca