Apa Itu Leher Kaku?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu leher kaku?

Leher kaku adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya mengalami nyeri dan kesulitan menggerakkan leher, terutama ketika mencoba menoleh. Apabila sedang mengalami kondisi ini, penderita umumnya harus menggerakkan seluruh bagian tubuh karena leher terasa nyeri saat digerakkan.

Leher manusia terdiri dari berbagai macam otot, urat, ligamen, dan tulang. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama untuk membuat kepala Anda bergerak dengan leluasa. Namun, apabila digunakan terlalu keras, mengalami cedera, atau tertarik, leher akan mengalami kondisi kaku dan nyeri.

Kekakuan pada leher biasanya muncul saat bangun tidur, cedera saat berolahraga, pekerjaan, atau aktivitas fisik berat lainnya. Kondisi ini umumnya disertai pula dengan beberapa gejala seperti sakit kepala, nyeri bahu, atau sakit lengan.

Umumnya, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya selama kurang lebih satu minggu. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk pulih dan tingkat keparahan gejala yang dialami setiap individu akan bervariasi, tergantung pada kondisi kesehatan dan bagaimana penderita mengatasi kondisi ini.

Seberapa umumkah leher kaku?

Leher kaku atau sakit leher merupakan kondisi kesehatan yang sangat umum. Setidaknya, hampir setiap orang pernah mengalaminya satu kali seumur hidup.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Selain itu, angka kejadiannya pada pasien berjenis kelamin wanita maupun pria tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok.

Leher kaku dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala leher kaku?

Tanda-tanda dan gejala dari leher kaku yang paling umum adalah nyeri di bagian leher, terutama ketika Anda berusaha menoleh atau melakukan gerakan lain pada kepala dan leher Anda.

Tingkat keparahan dari gejala yang muncul umumnya bervariasi pada tiap individu. Rasa sakit yang muncul umumnya ringan dan menghilang dalam beberapa hari. Namun, dalam beberapa kasus, penderita merasakan sakit yang luar biasa hingga kesulitan bergerak. Bahkan, rasa sakit dapat menjalar ke bahu atau lengan.

Ciri-ciri dan gejala dari kondisi ini meliputi:

  • Rasa sakit yang sering kali memburuk saat menahan kepala Anda di satu posisi dalam jangka waktu yang panjang, seperti saat menyetir atau di depan komputer
  • Rasa sakit mencapai bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan, dan ruas-ruas jari
  • Ketegangan dan spasme pada otot
  • Menurunnya kemampuan untuk menggerakkan kepala
  • Sakit kepala
  • Kesulitan tidur
  • Leher terasa lemah, kaku, dan terkadang mati rasa

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri yang parah
  • Nyeri yang tidak kunjung hilang selama beberapa hari
  • Menyebar ke tangan atau kaki
  • Disertai sakit kepala, mati rasa, kelemahan atau kesemutan

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab leher kaku?

Leher manusia merupakan bagian dari tulang belakang, yang berawal dari tulang tengkorak hingga badan (torso) bagian atas. Untuk mendukung pergerakan leher Anda, tulang bekerja dengan jaringan lainnya, seperti ligamen, otot, dan urat.

Apabila terdapat cedera, radang, atau masalah kesehatan lainnya di jaringan-jaringan tersebut, kondisi kaku atau nyeri pada leher dapat terjadi. Berikut adalah hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi tersebut:

1. Otot tegang atau cedera ringan pada leher

Salah satu penyebab paling umum dari kondisi ini adalah otot tegang atau cedera ringan. Hal tersebut dipicu oleh beberapa hal, mulai dari postur tubuh yang buruk hingga melakukan aktivitas fisik yang terlampau berat.

Postur tubuh yang kurang baik umumnya dilakukan oleh hampir semua orang ketika melakukan kegiatan-kegiatan di bawah ini:

  • Memiringkan kepala terlalu lama
  • Tidur dengan posisi kepala atau leher yang salah
  • Bekerja di depan komputer dengan posisi membungkuk
  • Menonton TV
  • Membaca buku
  • Berkebun
  • Melihat ponsel dengan posisi menunduk terlalu lama

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot pada leher mengalami ketegangan, bahkan berpotensi terkilir atau keseleo.

Selain itu, beraktivitas dengan gerakan leher yang repetitif atau berulang-ulang dapat menyebabkan leher kaku. Salah satu contohnya adalah berenang atau menari dengan gerakan tertentu.

2. Cedera whiplash

Cedera whiplash adalah kondisi ketika kepala dan leher Anda tersentak secara tiba-tiba ke depan dan belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik dan mengalami kerusakan.

Umumnya, cedera whiplash terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor.

3. Arthritis

Salah satu jenis arthritis, yaitu spondylosis atau osteoarthritis dapat menyebabkan leher terasa sakit dan sulit digerakkan. Kondisi ini disebabkan oleh mengikusnya bantalan tulang rawan di antara ruas-ruas tulang belakang.

Apabila tulang rawan menipis, tubuh Anda dapat membentuk taji tulang yang mempengaruhi pergerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit.

4. Meningitis

Meningitis adalah peradangan pada jaringan tipis yang melapisi otak dan saraf tulang belakang. Penderita meningitis umumnya mengalami gejala-gejala seperti demam, sakit kepala, dan nyeri leher.

5. Kompresi saraf

Herniated disc atau taji tulang pada tulang belakang leher Anda dapat menekan saraf keluar dari saraf tulang belakang.

6. Serangan jantung

Kondisi leher yang sakit dan kaku juga dapat dipicu oleh serangan jantung. Namun, biasanya kondisi ini disertai dengan gejala-gejala lain, seperti kesulitan bernapas, mual, muntah, nyeri di rahang atau lengan, dan berkeringat.

7. Penyebab lainnya

Beberapa masalah kesehatan lainnya yang dapat mengakibatkan leher terasa kaku adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami leher kaku?

Leher kaku adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak mengenal golongan usia maupun kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami kondisi ini. Ada pula kemungkinan kecil leher Anda terasa nyeri dan kaku meskipun tidak ada satu pun faktor risiko yang Anda miliki.

Berikut adalah faktor-faktor risiko untuk kondisi ini:

1. Usia

Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada hampir semua orang dari berbagai golongan usia, lansia cenderung lebih rentan mengalaminya. Hal ini disebabkan karena sendi leher, sama seperti sendi lain pada tubuh, akan mengikis seiring dengan bertambahnya usia.

2. Kebiasaan buruk

Jika Anda memiliki atau mempertahankan beberapa kebiasaan buruk, peluang Anda untuk menderita kekakuan pada leher lebih besar.

Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut meliputi tidur dengan bantal terlalu tinggi atau rendah, bekerja di depan komputer dengan postur membungkuk, terlalu lama menggunakan ponsel genggam sambil menunduk, atau tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

3. Pernah mengalami kecelakaan

Apabila Anda pernah terlibat atau mengalami kecelakaan yang cukup parah, seperti kecelakaan mobil, motor, terjatuh dari tempat tinggi, atau cedera saat berolahraga, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi.

4. Menderita arthritis

Peluang Anda untuk mengalami masalah pada leher jauh lebih besar apabila Anda menderita arthritis pada leher, terutama spondylosis atau osteoarthritis.

5. Menderita meningitis

Jika Anda menderita penyakit meningitis, atau peradangan selaput otak, kondisi leher kaku umumnya tidak dapat Anda hindari.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana leher kaku didiagnosis?

Leher kaku umumnya akan menghilang dengan sendirinya. Namun, jika rasa sakit tidak kunjung hilang, mengganggu kegiatan sehari-hari, dan disertai dengan gejala-gejala tertentu, segera periksakan diri ke dokter.

Dalam mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anda akan ditanyakan beberapa hal, seperti gejala-gejala dan riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita.

Setelah itu, dokter akan memeriksa secara langsung leher Anda, serta memastikan apakah Anda dapat menggerakkan kepala ke depan, belakang, dan menoleh.

Apabila dibutuhkan hasil pemeriksaan yang lebih jelas, terutama jika Anda potensi penyebab atau masalah kesehatan lain, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan.

1. Tes pengambilan gambar

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih jelas dan akurat, dokter akan merekomendasikan Anda menjalani imaging test atau tes pengambilan gambar. Berikut adalah jenis-jenis tes yang umumnya dilakukan:

  • X-ray

Dalam tes X-ray, dokter dapat melihat dengan jelas apabila terdapat masalah pada saraf tulang belakang, tulang taji, atau perubahan degeneratif lainnya.

  • CT scan

CT scan dilakukan dengan cara mengombinasikan foto-foto X-ray yang diambil dari berbagai sudut. Hal ini dapat membantu dokter melihat struktur internal leher Anda dari berbagai sisi.

  • MRI

Tes MRI dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambar yang lebih detail. Melalui tes ini, dokter dapat melihat dengan jelas bagian dalam leher Anda, seperti tulang, jaringan-jaringan lunak, dan saraf tulang belakang.

2. Tes lainnya

Terdapat pula tes lain yang jarang dilakukan, seperti:

  • Elektromiografi (EMG)

Elektromiografi atau EMG dilakukan dalam kasus tertentu. Pada beberapa kasus, apabila dokter menduga nyeri pada leher Anda terkait dengan saraf yang terjepit, dokter dapat menyarankan EMG.

  • Tes darah

Tes darah kadang dapat menunjukkan peradangan atau kondisi infeksi yang dapat menyebabkan atau berkontribusi pada nyeri leher Anda.

Bagaimana mengobati leher kaku?

Penyebab paling umum dari nyeri leher ringan hingga sedang biasanya akan merespon terhadap perawatan rumahan dalam 2-3 minggu. Apabila nyeri leher tidak kunjung hilang, dokter dapat merekomendasikan perawatan lain seperti:

1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan untuk meringankan rasa sakit, seperti acetaminophen, ibuprofen, naproxen, dan obat NSAID lainnya dapat diresepkan oleh dokter.

2. Terapi fisik

Terapi fisik atau fisioterapi dapat membantu leher Anda kembali berfungsi dengan normal. Berikut adalah beberapa jenisnya:

  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
  • Terapi traction
  • Imobilisasi jangka pendek

3. Operasi

Jika pengobatan dan terapi tidak berhasil, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur bedah atau operasi. Namun, prosedur ini sangat jarang dilakukan, mengingat angka kejadian kasus leher kaku yang parah sangat rendah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi leher kaku?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi leher kaku:

  • Gunakan penawar rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Tempelkan es pada beberapa hari pertama. Setelahnya, tempelkan panas dengan heating pad, kompres hangat atau dengan mandi air hangat.
  • Olahraga di rumah. Latihlah leher Anda setiap hari.
  • Jangan memaksakan diri dan beristirahat yang cukup.
  • Melakukan peregangan sebelum Anda berolahraga.
  • Kurangi penggunaan ponsel dengan posisi menunduk.
  • Sering ubah posisi tubuh Anda dan biasakan memiliki postur tubuh yang baik.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: November 14, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca