Apa itu kejang?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kejang?

Kejang adalah aktivitas epileptik yang menyebabkan gangguan sementara dalam mengirimkan pesan otak. Akibatnya, pesan otak menjadi kacau.

Seberapa umumkah kejang?

Kejang tergolong umum dan dapat mempengaruhi pasien dalam semua usia. Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kejang?

Gejala umum kejang adalah:

  • Kebingungan sementara
  • Bengong
  • Pergerakan lengan dan kaki tidak terkendali
  • Kehilangan kesadaran atau kewaspadaan
  • Gejala psikis

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala apapun di atas atau ingin bertanya, konsultasikan dengan dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab kejang?

Ada banyak kemungkinan penyebab kejang, beberapa di antaranya adalah:

  • Kelainan genetik
  • Kekebalan terhadap obat
  • Kadar tinggi neurotransmiter rangsangan secara abnormal atau kadar rendah neurotransmiter penghambat secara abnormal
  • Kerusakan otak karena tumor otak, alkohol, dan Alzheimer
  • Meningitis, AIDS, encephalitis karena virus, infeksi parasit otak bernama neurocysticercosis dan penyakit infeksi lainnya
  • Kelainan perkembangan dan metabolisme, contohnya, cerebral palsy, neurofibromatosis, ketergantungan pyruvate, tuberous sclerosis, sindrom Landau-Kleffner, dan autisme
  • Paparan timbal, karbon monoksida, narkoba, overdosis antidepresan dan banyak racun lainnya
  • Kurang tidur, konsumsi alkohol, stres, atau perubahan hormon
  • Ketergantungan alkohol
  • Gigitan
  • Sengatan
  • Tekanan darah yang sangat tinggi
  • Demam
  • Cedera kepala parah
  • Gagal ginjal atau hati
  • Kadar gula darah rendah
  • Stroke yang membatasi jumlah oksigen menuju otak yang secara tidak sengaja menyebabkan koneksi saraf yang abnormal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kejang?

Ada banyak faktor risiko kejang, yaitu:

  • Bayi yang saat lahir tergolong kecil bagi usia mereka
  • Bayi yang mengalami kejang dalam bulan pertama hidup mereka
  • Bayi yang terlahir dengan area abnormal dalam otak
  • Perdarahan otak
  • Pembuluh darah abnormal dalam otak
  • Cedera otak parah atau kekurangan oksigen dalam otak
  • Tumor otak
  • Infeksi otak: abses, meningitis, atau encephalitis
  • Stroke karena penyumbatan arteri
  • Cerebral palsy
  • Kondisi dengan gangguan kecerdasan dan perkembangan
  • Kejang muncul dalam beberapa hari setelah cedera kepala (“kejang pascatrauma”)
  • Riwayat epilepsi atau kejang yang terkait dengan demam dalam keluarga
  • Penyakit Alzheimer
  • Kelainan spektrum autisme
  • Kejang yang terkait dengan demam (febrile) yang berlangsung lama
  • Penggunaan narkoba macam kokain
  • Cedera kepala ringan, seperti bentuan disertai dengan pingsan dalam waktu sangat singkat, tidak menyebabkan epilepsi. Namun, efek cedera kepala ringan dan epilepsi yang berulang kali tidak diketahui.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kejang?

Kejang dapat diobati dengan mudah dan terjangkau, tergantung penyebab kejang. Dengan pengobatan teratur, Anda mampu mengurangi atau menghentikan gejala kejang. Pengobatan kejang karena epilepsi meliputi:

  • Obat-obatan: Ada banyak obat berbeda-beda yang mungkin berguna untuk mengobati kejang, termasuk lorazepam, divalproex sodium, phenytoin, clonazepam, lamotrigine, pregabalin, gabapentin, carbamazepine, diazepam. Dokter mungkin meresepkan lebih dari satu obat secara bersamaan untuk mengontrol kondisi kesehatan secara efektif.
  • Operasi untuk menghilangkan kelainan otak.
  • Rangsangan saraf.
  • Diet khusus, disebut diet ketogenik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejang?

Jika Anda mengalami epilepsi, hindari kemungkinan pemicunya—misalnya kurang tidur, cahaya terang, video game, penggunaan heroin atau kokain, dan berhenti minum obat atau alkohol secara mendadak. Penderita diabetes bisa membantu mencegah kejang yang dipicu oleh kadar gula darah rendah dengan mengawasi gula darah dengan ketat.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca