Waspada! Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Stroke Menyerang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Pada kondisi ini, otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga sel-sel pada sebagian area otak mati. Akibatnya, bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak berfungsi optimal. Lantas, dampak apa saja yang terjadi pada tubuh saat serangan stroke terjadi?

Bagaimana dampak serangan stroke pada tubuh?

Dampak serangan stroke pada tubuh berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis, tingkat keparahan, lokasi yang terserang, dan jumlah kejadian.

Tentunya, hal ini tidak mengherankan karena otak sangat kompleks, di mana setiap areanya memiliki fungsi dan tanggung jawab khusus. Ketika bagian otak rusak karena stroke, fungsinya menjadi terganggu hingga menyebabkan kecacatan.

Gangguan pada otak akibat stroke ternyata dapat memengaruhi fungsi tubuh lainnya. Dikutip dari Healthline, berikut ini dampak yang akan terjadi pada tubuh saat serangan stroke terjadi:

1. Makanan dan minuman masuk ke saluran napas

Kerusakan sistem pernapasan terjadi ketika stroke menyerang bagian otak yang mengontrol proses menelan makanan. Kondisi ini disebut disfagia alias gangguan menelan.

Apa dampaknya? Makanan dan cairan dapat masuk ke saluran napas dan menetap di paru-paru, sehingga meningkatkan risiko terjadinya pneumonia aspirasi.

Stroke yang menyerang batang otak juga menyebabkan masalah pernapasan, bahkan pada kasus yang lebih parah seperti koma dan kematian. Alasannya karena batang otak memiliki berperan penting dalam proses bernapas, detak jantung, dan suhu tubuh.

2. Sistem saraf rusak

Sistem saraf pusat terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf di seluruh tubuh. Sistem ini berperan untuk mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak secara bolak-balik.

Ketika serangan stroke terjadi, otak rusak dan tidak menerima pesan dengan benar hingga akhirnya menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. Di antaranya adalah:

  • Sulit mengenali rangsangan suhu dingin atau hangat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kelemahan dan kelumpuhan anggota gerak.
  • Perubahan pola pikir dan perilaku.
  • Suli fokus dan gangguan memori.
  • Sulit berbicara dan memahami bahasa.
  • Risiko kejang meningkat.
  • Mulut mencong dan bicara tidak jelas (pelo)

Kemunculan gejala tersebut disesuaikan dengan area sistem saraf yang terserang stroke.

3. Otot tidak bisa digunakan

Stroke dapat menyerang salah satu atau kedua sisi otak. Kelumpuhan dan kelemahan otot terjadi ketika pesan tidak berjalan dengan baik dari otak ke otot-otot tubuh. Akibatnya, otot yang lemah sulit menopang tubuh, bahkan cenderung menambah masalah gerkaan dan keseimbangan.

4. Gangguan pencernaan dan saluran kencing

Gangguan sistem pencernaan muncul sebagai efek samping pengobatan stroke yang dijalani. Salah satunya sembelit, yang terjadi akibat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, tidak minum cukup cairan, dan jarang berolahraga.

Gangguan sistem pencernaan juga dapat terjadi ketika stroke menyerang bagian otak yang berperan dalam mengontrol usus. Pada kondisi ini, seseorang berisiko tinggi mengalami inkontinensia alias hilangnya kendali atas fungsi usus, menyebabkan urine atau feses keluar tiba-tiba.

5. Menurunkan gairah seks

Stroke tidak berpengaruh secara langsung terhadap cara kerja sistem reproduksi. Namun, stroke mampu menurunkan hasrat untuk melakukan aktivitas seksual dan mengubah citra diri seseorang. Hal ini biasanya disebabkan karena kelumpuhan akibat stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
senam stroke

Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit