Apa Itu Kardiomegali?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kardiomegali?

Kardiomegali adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut pembesaran jantung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk masalah dan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, aritmia, dan hipertensi pulmonal.

Kardiomegali bukanlah penyakit, tapi kondisi ini termasuk gejala dari berbagai masalah kesehatan lainnya.

Bahkan dalam beberapa kasus, kardiomegali bisa saja terjadi tanpa disertai gejala lainnya. Biasanya, kondisi seperti ini disebut dengan kardiomegali ringan dan akan hilang sendiri dalam beberapa waktu.

Namun, kemungkinan beberapa orang juga mengidap kardiomegali permanen. Untuk mengetahui bagaimana penanganan yang tepat, perlu pemeriksaan lebih lanjut agar penyakit yang menjadi penyebab utamanya dapat diatasi.

Seberapa umumkah kardiomegali?

Kondisi pembesaran jantung umumnya dapat terjadi pada siapa saja. Namun, orang-orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung lebih rentan terkena kondisi ini.

Selain itu, kardiomegali lebih banyak ditemukan pada orang-orang berusia lanjut dibanding orang-orang dari golongan usia yang lebih muda.

Pembesaran jantung dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kardiomegali?

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah atau kerusakan yang terdapat pada otot jantung (miokardium). Seiring berjalannya waktu, kardiomegali yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kemampuan jantung dalam memompa darah menurun.

Berikut adalah dua jenis pembesaran jantung:

Kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi atau dilated cardiomyopathy adalah yang paling sering ditemui. Kondisi ini terjadi akibat dinding ruang bilik jantung menipis dan melebar.

Kardiomiopati hipertropik

Kondisi hipertropik terjadi ketika otot bilik kiri jantung melebar dan menebal, sehingga aliran darah yang dipompa dari dan menuju jantung menjadi terhambat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala kardiomegali?

Pada sebagian besar kasus, pembesaran jantung tidak akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala apapun. Namun, jika kardiomegali sudah cukup parah dan jantung kesulitan memompa darah, berikut adalah gejala-gejala yang mungkin Anda rasakan:

  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
  • Kenaikan berat badan
  • Tubuh terasa lebih lelah
  • Palpitasi atau jantung berdebar lebih cepat

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan kemunculan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda baru atau gejala yang mungkin berhubungan dengan jantung Anda, Anda harus membuat janji untuk bertemu dengan dokter Anda.

Segera cari penanganan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala ini, yang mungkin menandakan bahwa Anda mengalami serangan jantung:

  • Sakit dada
  • Rasa nyeri di bagian atas tubuh, termasuk lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
  • Sesak napas berat
  • Pingsan

Penyebab

Apa penyebab kardiomegali?

Kardiomegali adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh beberapa hal. Bisa saja akibat riwayat penyakit jantung sebelumnya. Jantung yang bermasalah akan mengalami kesulitan dalam memompa darah atau terjadi kerusakan pada bagian ototnya.

Selain itu, bagi sebagian orang, mereka bisa saja lahir dengan masalah jantung bawaan. Kerusakan dan pembesaran juga dapat terjadi akibat adanya serangan jantung atau detak jantung yang tidak beraturan.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa kondisi yang berpotensi menyebabkan jantung membesar:

1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat membuat ruang bilik kiri Anda menjadi membesar. Kondisi ini menyebabkan otot jantung melemah karena jantung Anda harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah dalam tubuh. Kondisi ini juga dapat memperbesar ventrikel atas jantung Anda.

2. Penyakit katup jantung

Jantung memiliki empat katup untuk menjaga aliran darah. Jika katup rusak oleh demam, rematik, kelainan jantung, infeksi, gangguan jaringan ikat, obat-obatan tertentu atau pengobatan radiasi untuk kanker, ini akan membuat jantung Anda membesar.

3. Penyakit otot jantung

Penyakit otot jantung dapat mempermudah jantung Anda untuk membesar karena mencoba untuk memompa lebih banyak darah bagi tubuh kita.

4. Adanya cairan di sekitar jantung

Ketika cairan di lapisan yang menyelubungi jantung (perikardium) menumpuk, hal ini dapat menyebabkan jantung Anda terlihat membesar saat dilihat melalui X-ray.

5. Jumlah sel darah merah yang rendah

Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen yang memadai ke seluruh tubuh.

Jika tidak diobati dengan baik, anemia kronis dapat menyebabkan denyut jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur. Jantung Anda harus memompa lebih banyak lagi darah untuk menutupi kekurangan oksigen dalam darah.

6. Gangguan tiroid

Kedua kelenjar tiroid yang tidak aktif (hipotiroidisme) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembesaran jantung.

7. Kelebihan zat besi

Hemokromatosis adalah gangguan di mana tubuh Anda tidak menyerap zat besi dengan benar, menyebabkan penumpukan di berbagai organ, termasuk jantung Anda. Hal ini dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar karena melemahnya otot jantung.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kardiomegali?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kardiomegali adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia.

Namun, terdapat berbagai macam faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pembesaran jantung, mulai dari usia, riwayat kesehatan, hingga gaya hidup.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu kardiomegali, seperti:

1. Tekanan darah tinggi

Apabila Anda menderita tekanan darah tinggi, maka risiko Anda mengalami pembesaran jantung lebih tinggi.

2. Riwayat penyakit keluarga

Jika orang tua atau saudara Anda pernah mengalami kondisi pembesaran jantung, Anda mungkin lebih rentan untuk terkena kardiomegali.

3. Menderita penyakit jantung koroner

Penumpukkan lemak dalam arteri jantung dapat menghalangi aliran darah melalui pembuluh jantung. Hal ini menyebabkan terjadinya serangan jantung dan ukuran jantung pun membesar.

4. Masalah pada otot jantung

Ketika suatu bagian otot jantung mati atau tidak berfungsi, jantung Anda harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh.

5. Penyakit jantung bawaan

Jika Anda lahir dengan penyakit jantung bawaan, Anda mungkin berisiko mengalami pembesaran jantung.

6. Memiliki penyakit katup jantung

Jantung memiliki empat katup seperti aorta, mitral, paru, dan trikuspid. Keempatnya harus membuka dan menutup untuk mengarahkan aliran darah melalui jantung Anda.

Dengan kondisi penyakit katup jantung, maka hal tersebut dapat merusak katup dan menyebabkan jantung untuk membesar.

Komplikasi

Apa saja komplikasi kardiomegali?

Kardiomegali bisa menimbulkan masalah yang lebih serius jika tidak ditangani. Berikut adalah komplikasi dari kardiomegali:

Penyumbatan pembuluh darah

Ketika jantung membesar, aliran darah menjadi tidak lancar. Hal ini dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan stroke atau bahkan serangan jantung.

Henti jantung

Bila dibiarkan terus membengkak, fungsi jantung akan terganggu hingga akhirnya organ ini dapat berhenti melakukan tugasnya. Ketika itu terjadi Anda dapat mengalami henti jantung bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak.

Maka itu, ketika Anda mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai pembesaran jantung, segera periksakan diri ke dokter.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kardiomegali didiagnosis?

Apabila Anda mencurigai adanya gejala-gejala di atas, Anda dapat segera menemui dokter. Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah memang terjadi pelebaran di jantung Anda.

Pemeriksaan akan dimulai dengan beberapa pertanyaan seputar gejala-gejala yang Anda alami, riwayat penyakit yang pernah Anda derita, aktivitas sehari-hari, hingga riwayat kesehatan keluarga Anda.

Setelah itu, dokter akan menjalankan beberapa macam tes untuk mendiagnosis kardiomegali secara akurat. Tes-tes ini mungkin termasuk:

1. Tes pencitraan

Tes ini dapat mendeteksi masalah Anda dengan menunjukkan gambar dada Anda. Tes yang umum adalah X-ray di bagian dada, CT scan, atau magnetic resonance imaging (MRI) scan.

2. Elektrokardiogram

Tes ini mencatat aktivitas listrik jantung Anda melalui elektroda yang menempel pada kulit Anda. Dengan tes ini, dokter dapat mendiagnosis masalah irama detak jantung dan kerusakan yang mungkin diakibatkan oleh serangan jantung.

3. Ekokardiogram

Tes ini untuk mendiagnosis dan memantau pembesaran jantung menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar video dari jantung Anda. Dengan tes ini, keempat ruang yang terdapat di jantung dapat dievaluasi.

4. Stress test

Tes ini memberikan informasi tentang seberapa baik jantung Anda bekerja selama melakukan aktivitas fisik. Anda biasanya akan diminta untuk berjalan di treadmill atau bersepeda statis. Sementara itu, irama jantung, tekanan darah, dan pernapasan Anda akan dimonitor.

5. Tes darah

Dokter Anda mungkin akan meminta tes darah untuk menemukan masalah jantung Anda.

6. Katererisasi jantung dan biopsi

Dalam prosedur ini, tabung tipis dimasukkan di pangkal paha dan bergerak melalui pembuluh darah ke jantung. Sedikit bagian jaringan jantung Anda mungkin akan diambil dan diperiksa di laboratorium.

Bagaimana mengobati kardiomegali?

Ada dua cara untuk menangani kardiomegali. Pilihannya adalah konsumsi obat-obatan, atau menjalani prosedur operasi.

1. Obat

Jika kardiomiopati atau jenis lain dari kondisi jantung adalah penyebab pembesaran jantung Anda, dokter dapat merekomendasikan obat, seperti:

Diuretik

Obat ini berfungsi untuk menurunkan jumlah natrium dan air dalam tubuh Anda, yang dapat membantu menurunkan tekanan dalam arteri dan jantung.

Angiotensin-converting enzyme(ACE) inhibitor

Dokter akan meresepkan inhibitor untuk menurunkan tekanan darah Anda.

Angiotensin receptor blocker (ARB)

Obat ARB akan diberikan sebagai alternatif bagi mereka yang tidak bisa mengambil ACE inhibitor. Cara kerja kedua obat ini pun hampir sama, yaitu dengan menurunkan tekanan darah.

Beta blocker

Obat ini dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.

Digoxin

Apabila fungsi pemompaan jantung Anda bermasalah dan rawat inap untuk gagal jantung adalah pilihan terakhir Anda, maka dokter akan memberikan digoxin.

Antikoagulan

Obat ini diberikan untuk mengencerkan penggumpalan darah. Darah yang menggumpal dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke, yang bisa berakibat pada pembesaran jantung.

Anti-aritmia

Agar irama detak jantung Anda kembali normal, dokter akan meresepkan Anda obat ini.

2. Prosedur medis dan operasi

Apabila konsumsi obat-obatan tidak berhasil memberikan perubahan yang berarti pada pembesaran jantung Anda, dokter akan merekomendasikan beberapa prosedur medis atau operasi jika diperlukan.

Beberapa di antaranya adalah:

Perangkat medis untuk mengatur detak jantung

Untuk pembesaran jantung jenis tertentu seperti kardiomiopati dilatasi, Anda mungkin akan memerlukan alat pacu jantung yang mengatur kontraksi antara ventrikel kiri dan kanan jantung. 

Implan cardioverter-defibrillator (ICD).

Sementara itu, pasien penderita aritmia mungkin akan mendapatkan penanganan ini. ICD adalah perangkat kecil yang ditanamkan di dada Anda untuk terus memantau irama jantung Anda dan memberikan sengatan listrik bila diperlukan untuk mengontrol denyut jantung yang tidak beraturan. Perangkat ini juga dapat bekerja sebagai alat pacu jantung.

Jika penyebab utama pembesaran jantung Anda adalah fibrilasi atrium, Anda mungkin perlu prosedur untuk mengembalikan jantung Anda ke ritme biasa atau untuk menjaga jantung Anda dari berdetak terlalu cepat.

Operasi katup jantung

Apabila pembesaran jantung Anda disebabkan oleh masalah pada salah satu katup jantung Anda, Anda mungkin harus menjalani operasi untuk menghilangkan katup

Kemudian, katup lama Anda akan diganti dengan katup buatan atau katup jaringan dari babi, sapi, atau donor dari pasien yang sudah meninggal.

Operasi bypass koroner

Jika pembesaran jantung Anda terkait dengan penyakit jantung koroner, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan penanganan medis dengan cara operasi bypass arteri koroner.

Left ventricular assist device (LVAD)

LVAD atau perangkat pembantu ventrikel kiri akan digunakan untuk Anda yang mengalami gagal jantung dan membutuhkan pompa mekanik implan, agar jantung Anda dapat memompa secara normal.

Dengan penggunaan LVAD, Anda dapat memperbaiki pemompaan jantung untuk sementara sambil menunggu transplantasi jantung. Atau, jika Anda bukan calon transplantasi jantung, LVAD bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk jantung Anda.

Transplantasi jantung

Dalam kasus di mana obat dan penanganan medis lainnya tidak menunjukkan hasil apapun, serta terjadinya kerusakan yang parah pada jantung, maka transplantasi jantung mungkin bisa menjadi pilihan terakhir Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kardiomegali?

Perlu Anda ketahui bahwa kardiomegali adalah kondisi yang dapat diatasi, bahkan dicegah, dengan cara-cara nonmedis. Anda bisa mulai dengan melakukan perubahan pada gaya hidup, pola makan, serta melakukan pengobatan di rumah.

Namun, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter Anda terkait pengobatan rumahan yang aman dan bisa dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis dari dokter.

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kardiomegali:

  • Kurangi merokok
  • Kontrol berat badan
  • Apabila berat badan berlebih, lakukan diet dan olahraga
  • Batasi konsumsi garam pada makanan Anda
  • Mengontrol dan mengurangi konsumsi harian gula
  • Selalu rajin mengecek tekanan darah Anda
  • Melakukan latihan atau gerakan olahraga yang sederhana, jangan memaksakan diri
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol
  • Kurangi asupan kafein
  • Usahakan tidur delapan jam setiap hari

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 8, 2019

Yang juga perlu Anda baca