Definisi

Apa itu Infeksi luka operasi?

Infeksi luka operasi adalah kondisi yang diklasifikasikan sebagai infeksi insisi dangkal, infeksi insisi dalam, atau infeksi organ/ruang. Surgical site infections (SSIs) atau infeksi luka operasi terjadi pada sekitar 17% dari kasus infeksi pada orang yang dirawat di rumah sakit. Kebanyakan kasus infeksi ini terjadi dalam jangka waktu 2 minggu setelah operasi, meskipun infeksi insisi dalam dan infeksi organ/ruang dapat terjadi setelah sekian lama.

Gejala infeksi luka operasi, penyebab infeksi luka operasi, dan obat infeksi luka operasi, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah Infeksi luka operasi?

Infeksi luka operasi terjadi dalam 2-3% dari semua orang yang pernah menjalani operasi. Anda dapat meminimalisir kemungkinan memiliki infeksi ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Infeksi luka operasi?

Gejala tergantung pada jenis SSI. Mereka termasuk:

  • Keluarnya nanah dari bekas luka operasi
  • Terasa nyeri ketika menyentuh luka
  • Kesakitan, pembengkakan, kemerahan, dan kehangatan

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan Saya harus periksa ke dokter?

Ketika Anda berada dalam proses pemulihan setelah operasi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas. Jika Anda telah berada di rumah, Anda harus pergi ke rumah sakit segera, sehingga dokter dapat mengobati infeksi sesegera mungkin. Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. Selain itu, bakteri yang biasanya ditemukan pada kulit seperti staphylococci dan streptokokus adalah penyebab paling umum dari infeksi luka operasi.

Penyebab

Apa penyebab Infeksi luka operasi?

Risiko mendapatkan infeksi ini terkait dengan jenis dan lokasi operasi (di bagian tubuh yang mana), berapa lama berlangsung, keterampilan dokter bedah, dan seberapa baik sistem kekebalan tubuh seseorang dapat melawan infeksi. Ketika pembedahan melibatkan organ perineum, usus, sistem alat kelamin, atau saluran kemih, coliform dan bakteri anaerob dapat berhubungan dengan terjadinya infeksi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Infeksi luka operasi?

Risiko mendapatkan infeksi ini terkait dengan jenis dan lokasi di mana operasi pada tubuh, berapa lama berlangsung, keterampilan dokter bedah, dan seberapa baik sistem kekebalan tubuh seseorang dapat melawan infeksi. Operasi yang melibatkan bagian-bagian tubuh yang rusak akibat trauma sebelumnya atau daerah infeksi yang ada sebelum operasi dilakukan akan meningkatkan risiko. Operasi yang melibatkan pemasangan perangka medis (pinggul dan lutut buatan, shunt, stent, katup jantung, dll) juga berisiko lebih tinggi untuk terjadinya infeksi. Usia lanjut, diabetes mellitus, gula tinggi (glukosa), obesitas, malnutrisi, dan merokok meningkatkan risiko terhadap infeksi. Suhu tubuh yang rendah selama operasi, kehilangan darah, transfusi, dan adanya infeksi lain dalam tubuh merupakan faktor risiko tambahan.

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak bisa mengalami infeksi ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bInfeksi luka operasi?

Pengobatan yang paling penting bagi infeksi luka operasi adalah membuka kembali sayatan bedah untuk membersihkan material yang terinfeksi (jaringan mati dan benda asing). Kasa pembalut yang digunakan pada luka harus diganti beberapa kali sehari. Hal ini memungkinkan infeksi untuk sembuh dengan tindakan lanjutan. Kondisi ini akan membuat luka yang terbuka pulih dari bawah ke atas dengan membuat jaringan baru. Antibiotik dapat diberikan pada saat luka dibersihkan dan selama beberapa hari setelahnya. Pengobatan dapat diperpanjang jika ada tanda-tanda bahwa infeksi dapat menyebar dan terutama jika terjadi demam.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk Infeksi luka operasi?

Tampilan sayatan luka operasi akan membantu diagnosis. Menemukan bakteri dari sayatan atau dengan penandaan dengan warna dan kultur bakteri akan mengkonfirmasikan hasil diagnosis. Tes laboratorium lainnya juga dapat dilakukan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Infeksi luka operasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi infeksi luka operasi:

  • Ikutilah anjuran dokter Anda, terutama tentang bagaimana merawat bekas luka operasi
  • Mencuci tangan adalah cara yang terbaik untuk mencegah infeksi
  • Minum antibiotik yang diresepkan sampai selesai
  • Beritahu keluarga dan teman untuk mencuci tangan mereka dengan baik dengan sabun dan air sebelum mengunjungi Anda
  • Lakukan pemeriksaan lanjut dengan dokter Anda
  • Jangan merokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016