Apa itu impetigo?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu impetigo?

Impetigo adalah infeksi kulit bagian paling atas yang sangat mudah menular dan menyebabkan rasa sakit. Akibatnya, ruam merah yang berisi cairan akan terbentuk dan bisa pecah kapan saja.

Ruam merah ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Namun, paling sering terjadi di sekitar hidung, mulut, area sekitar tangan dan kaki. Setelah pecah, ruam tersebut akan membuat kulit berkerak kuning dan cokelat.

Seberapa umumkah impetigo?

Gangguan pada kulit ini paling umum terjadi pada anak-anak. Terutama anak usia 2 hingga 5 tahun. Meskipun begitu, tetap ada kemungkinan orang dewasa terkena infeksi ini. Biasanya orang dewasa yang terkena penyakit ini juga memiliki masalah kulit lain.

Dibanding wanita, penyakit ini ternyata lebih sering terjadi pada pria. Jadi, selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala impetigo?

Ada dua jenis impetigo yang perlu Anda tahu, yakni non-bulosa dan bulosa. Tipe non-bulosa lebih umum terjadi dibanding tipe bulosa. Supaya Anda tidak salah, cermati gejala dari penyakit kulit berikut ini.

Tanda dan gejala impetigo non-bulosa adalah:

  • Muncul satu bintik merah yang kemudian semakin banyak dan menyebar
  • Ruam terasa sangat gatal
  • Ruam berisi cairan dan sangat mudah pecah
  • Ketika sudah pecah, kulit di sekitarnya ikut memerah
  • Kelenjar getah bening di dekat kulit yang terluka kadang terasa bengkak bila disentuh
  • Setelah pecah, kulit akan berkerak dengan warna kuning kecokelatan
  • Luka bisa sembuh tanpa luka, kecuali jika goresan mengenai kulit lebih dalam

Sementara, tanda dan gejala impetigo bulosa adalah:

  • Muncul bintik di kulit berisi cairan berwarna keruh kekuningan
  • Jika disentuh, kulit yang melenting terasa lembek dan mudah pecah
  • Setelah pecah, kulit akan berkerak namun tidak ada menimbulkan kemerahan di kulit sekitarnya
  • Kulit cenderung sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Impetigo dapat diobati dengan obat antibiotik yang biasa dijual di apotek. Namun, jika Anda tidak sembuh setelah minum obat selama beberapa hari atau malah menimbulkan gejala yang cukup mengkhawatirkan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Tanda dan gejala jika infeksi kulit ini harus mendapatkan perawatan dokter segera, antara lain:

  • Anda merasakan demam
  • Bagian ruam terasa sakit dan membengkak
  • Ruam terlihat kemerahan dari biasanya
  • Ruam terasa hangat jika disentuh

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda sehingga bisa menimbulkan gejala yang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab impetigo?

Bakteri merupakan salah satu penyebab impetigo. Anda bisa mendapatkan infeksi bakteri ketika Anda terpapar oleh luka atau cairan yang terkontaminasi dari lecet orang yang terinfeksi.

Salah satu dari dua jenis bakteri yang bertanggung jawab untuk menyebabkan impetigo adalah bakteri strep (streptokokus) atau staph (staphylococcus). Kedua bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui folikel kulit rusak akibat adanya luka terbuka di kulit.

Bahkan bisa juga terjadi pada luka kulit yang tidak terlihat karena masalah kulit seperti eksim, poison ivy, gigitan serangga, luka bakar, atau lecet.

Infeksi ini juga bisa terjadi, ketika anak-anak mengalami flu atau demam. Kondisi tersebut kerap kali membuat kulit di bawah hidung mengelupas membuka jalan masuknya bakteri ke tubuh. Dalam beberapa kasus, impetigo masih dapat terjadi di kulit yang benar-benar sehat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk impetigo?

Setiap orang memiliki risiko pada penyakit-penyakit tertentu, salah satunya impetigo. Beberapa faktor risiko untuk impetigo, seperti:

  • Umur. Anak-anak usia 2 sampai 5 tahun berada pada risiko tertinggi terkena penyakit kulit ini
  • Tempat ramai. Kondisi ini membuat penyakit ini lebih mudah untuk tertular dari orang ke orang, seperti di sekolah-sekolah dan pusat perawatan anak.
  • Suhu hangat, cuaca lembap. Jenis cuaca ini adalah kondisi terbaik bagi bakteri berkembang dan menyebar. Orang yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia berisiko lebih tinggi terkena impetigo.
  • Rusaknya kulit. Bakteri dapat menyerang tubuh melalui luka kulit yang kecil atau kulit yang terbuka.
  • Aktivitas. Anak-anak dan orang dewasa yang menjadi atlet, seperti gulat dan sepak bola. Aktivitas ini menyebabkan adanya bakteri tumbuh subur di kulit, gampang memiliki luka terbuka, dan ada kontak antarkulit sehingga mudah tertular.

Komplikasi

Apa saja komplikasi impetigo?

Penyakit kulit ini biasanya tidak berbahaya. Pada infeksi ringan, luka akibat pecahnya ruam berair akan sembuh tanpa jaringan parut. Namun, tidak berarti Anda boleh menyepelekan kondisi ini begitu saja.

Meski jarang, impetigo dapat menyebabkan komplikasi, meliputi:

Jaringan parut

Ruam impetigo sangat mudah pecah, baik karena garukan atau tidak sengaja tergores. Tidak seperti lenting cacar, ruam dari penyakit kulit ini biasanya tidak meninggalkan bekas luka. Kecuali, jika luka cukup parah dan tidak tepat penanganannya, maka jaringan parut bisa terjadi.

Ektima

Bila tidak diobati, impetigo bisa menyebabkan komplikasi seperti ektima. Ini merupakan jenis infeksi yang lebih parah. Pasalnya impetigo hanya terjadi di lapisan kulit paling atas, sementara ektima terjadi di bagian kulit yang lebih dalam.

Bila terkena infeksi ini, gejala yang akan muncul meliputi kulit melenting berisi nanah yang terasa sakit. Jika sudah pecah, kerak kuning kecokelatan yang terbentuk akan lebih tebal dan membuat kulit sekitarnya kemerahan.

Selulitis

Selain ektima, infeksi bakteri pada lapisan kulit atas juga bisa menyebabkan selulitis. Infeksi ini dapat memengaruhi jaringan di bawah kulit.  Infeksi akan semakin mudah menyebar akhirnya hingga ke kelenjar getah bening dan aliran darah. Bila sudah terjadi, infeksi bisa menimbulkan gejala demam dan nyeri tubuh.

Masalah pada ginjal

Ini merupakan komplikasi yang cukup langka, namun bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada anak-anak. Infeksi bakteri Streptococcus yang menyebabkan impetigo, ternyata bisa menimbulkan kondisi yang lebih parah, yaitu gagal ginjal dan kerusakan ginjal.

Ini terjadi karena bakteri yang menyebabkan peradangan masuk ke dalam aliran darah dan sampai ke bagian glomeruli. Glomeruli adalah unit penyaringan dari ginjal. Saat bagian ini terinfeksi, ginjal akan kehilangan kemampuan untuk menyaring urin.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk impetigo?

Anda dapat mengobati impetigo dengan menggunakan salep atau krim antibiotik yang dapat Anda terapkan langsung ke daerah yang terinfeksi. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu untuk menghilangkan kulit yang mengering dengan merendam luka dalam air hangat atau kompres basah. Setelah kulit kering tersebut lepas, antibiotik dapat menembus kulit dengan baik.

Anda dapat mengonsumsi obat antibiotik ketika Anda memiliki banyak luka impetigo yang  tidak dapat Anda obati dengan salep atau krim antibiotik. Penting bagi Anda untuk menghabiskan seluruh obat yang diresepkan bahkan jika luka sudah sembuh. Jika Anda berhenti menggunakan obat karena merasa lebih baik, Anda dapat mengalami kekambuhan dan bakterinya dapat kebal terhadap antibiotik.

Beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengobati impetigo antara lain:

  • Salep antibiotik tanpa resep topikal, seperti Neosporin.
  • Antibiotik oral, seperti amoksisilin-klavulanat acid dan sefalosporin.
  • Jika tidak mempan, dokter akan memberikan clindamycin atau trimethoprim-sulfamethoxazole.

Selalu konsultasikan pada dokter sebelum Anda menggunakan obat-obatan yang disebutkan. Bicarakan dengan dokter jika pada hari ketiga beberapa luka bekas ruam yang pecah tidak juga mengering dan membaik. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan antibiotik lain atau mengganti obat dengan yang lebih ampuh.

Jika obat menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan, jangan sungkan untuk meminta dokter meresepkan obat lain yang efek sampingnya lebih minim.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi impetigo?

Bagi orang yang terinfeksi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Selain mencegah penularannya, tindakan ini juga bisa mempercepat penyembuhan impetigo, di antaranya:

Jangan disentuh dan digaruk

Penyakit kulit apa pun, termasuk impetigo tidak boleh digaruk. Tindakan ini bisa membuat lenting menjadi pecah dan semakin buruk kondisinya. Terlebih, menyentuh area kulit yang terinfeksi juga bisa menyebarkan bakteri ke area kulit lainnya.

Tidak meminjamkan barang pribadi

Infeksi kulit ini menyebar dengan sangat mudah. Jika Anda tidak ingin anggota keluarga lainnya terkena penyakit yang sama dan menyebabkan infeksi berulang, sebaiknya tidak meminjam benda, seperti handuk, pisau cukut=r, pakaian, dan benda lainnya sampai Anda bebas dari infeksi.

Jaga luka tetap bersih

Supaya tidak menyebabkan infeksi berulang, jaga luka bekas pecahan ruam tetap bersih. Bersihkan luka dengan air sabun dan air yang direkomendasikan dokter. Kemudian, tutupi luka dengan perban dan rekatkan plester supaya tidak lepas. Jangan lupa untuk mengganti perban secara rutin.

Bersihkan tangan Anda setelah merawat kulit

Supaya bagian tubuh lainnya tidak terkena infeksi, cucilah tangan Anda setelah membersihkan kulit. Selain itu, cuci juga tangan Anda setelah menggunakan toilet, ingin makan, dan ketika tangan kotor.

Namun, mencuci tangan tidak hanya sekadar basah saja. Anda harus menggunakan sabun dan mengeringkan tangan dengan handuk atau tisu bersih.

Cuci barang yang Anda gunakan

Selain tidak meminjamkan barang yang digunakan, barang tersebut juga harus dicuci dengan benar. Caranya, pisahkan barang yang digunakan pasien, seperti seprai, handuk, dan pakaian dengan barang miliki orang yang sehat.

Kemudian, rendam lebih dulu barang-barang tersebut dengan air panas. Selanjutnya, cuci dan bilas hingga bersih. Jemur di area yang terkena sinar matahari, supaya bakteri yang masih menempel akan mati.

Potong kuku

Supaya lenting tidak pecah karena tidak sengaja terkena sentuhan tangan Anda, potong kuku Anda supaya pendek. Kuku yang panjang dapat dengan mudah merobek kulit yang terinfeksi. Gunakan obat antigatal topikal supaya rasa gatal bisa berkurang.

Pencegahan

Tips supaya tidak terkena impetigo

Impetigo sangat menular, sehingga mudah penyebarannya. Baik itu dari satu area ke area tubuh lainnya atau satu orang ke orang lainnya. Supaya tidak menular pada orang lain, hindari menggunakan benda yang sama secara bergantian, seperti handuk, pakaian, seprai, dan benda-benda lainnya yang disentuhnya.

Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari kontak antarkulit dengan orang yang terinfeksi sampai:

  • Luka terbuka sudah mengering.
  • Orang yang terinfeksi telah dirawat dengan antibiotik selama 24 hingga 48 jam.

Selain menghindari kontak langsung dengan pasien, ada beberapa cara untuk mencegah impetigo, seperti:

Rajin membersihkan tubuh

Biasakan untuk mandi 2 kali sehari. Bersihkan tubuh Anda segera setelah melakukan aktivitas yang membuat tubuh Anda kotor, misalnya setelah olahraga. Pastikan Anda menggunakan sabun dan menggosoknya dengan benar pada kulit. Kemudian, keringkan tubuh dengan handuk bersih.

Obati luka segera

Jika terluka, segera obati luka tersebut. Bukan hanya luka goresan, gesekan, maupun gigitan serangga. Segera bersihkan luka tersebut dengan air bersih mengalir dan oleskan salep antibiotik.

Rajin cuci tangan

Cuci tangan setelah menggunakan toilet atau saat tangan kotor. Cucilah tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir. Keringkan tangan Anda dengan tisu atau handuk kering yang bersih.

Berhenti meminjam benda milik orang lain

Untuk mencegah penularan impetigo, berhenti meminjam barang milik orang lain, seperti peralatan olahraga, handuk, atau pakaian dengan orang lain. Pastikan Anda selalu membawa pakaian atau handuk cadangan saat bepergian supaya tidak perlu meminjam benda-benda tersebut.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: April 24, 2019

Yang juga perlu Anda baca