7 Gangguan Kesehatan Penyebab Jari Tangan Gatal

    7 Gangguan Kesehatan Penyebab Jari Tangan Gatal

    Umumnya, banyak orang menyangka kalau rasa gatal pada kulit jari tangan disebabkan oleh tangan yang kering. Namun, kondisi ini sebaiknya tidak disepelekan karena bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan tertentu, lho.

    Apa saja, ya? Berikut penjelasannya.

    Penyebab jari tangan gatal

    Meski terkesan sepele, gatal-gatal di jari tangan sebaiknya tidak ditangani asal-asalan. Jadi, ada baiknya Anda ketahui dahulu apa penyebabnya agar bisa memberikan obat yang sesuai.

    Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebabnya.

    1. Dermatitis kontak

    Tangan merupakan salah satu anggota gerak tubuh yang sering berinteraksi dengan banyak benda. Ini menjadikan tangan rentan terkena iritasi yang akhirnya mengakibatkan jari tangan gatal.

    Dermatitis kontak merupakan gangguan yang membuat kulit iritasi hingga menyebabkan peradangan, termasuk pada kulit jari tangan.

    Penyakit ini bisa disertai dengan gejala lain, termasuk munculnya ruam merah, nyeri, bengkak, bercak kulit kering, dan munculnya benjolan kecil berwarna merah pada kulit.

    Tangan dan jari tangan bersentuhan dengan banyak hal setiap harinya, maka itu Anda harus lebih mencermati apa yang menjadi penyebab dermatitis kontak.

    Pemicunya antara lain parfum atau wewangian, kandungan kobalt yang ada pada pewarna rambut, produk disinfektan, perhiasan logam, ikat pinggang, dan jam tangan.

    2. Psoriasis

    Psoriasis merupakan gangguan autoimun yang mengakibatkan sel-sel kulit membelah diri terlalu cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit dan terlihat seperti bersisik.

    Kondisi ini kerap kali menimbulkan gatal-gatal di area tubuh seperti persendian, siku, lutut, bahkan jari tangan Anda.

    Meski psoriasis dibedakan menjadi beberapa jenis, gejalanya terlihat hampir sama, yakni:

    • kemerahan dan peradangan pada jari tangan,
    • muncul sisik berwarna perak keputihan pada kulit,
    • kulit sangat kering, pecah-pecah, hingga kadang berdarah,
    • nyeri pada area kulit yang meradang, serta
    • gatal dan sensasi seperti terbakar.

    3. Neuropati perifer diabetik

    Pada pengidap diabetes, gatal-gatal dan kesemutan di sekitar jari dan tangan kemungkinan disebabkan oleh neuropati diabetik.

    Ini merupakan salah satu komplikasi saraf pada pengidap diabetes tipe satu dan dua. Neuropati beraral dari kadar gula darah yang tinggi dan sulit dikontrol sehingga memengaruhi tangan dan kaki.

    Gejala yang muncul akibat neuropati perifer diabetik meliputi lebih pekanya jari-jari tangan terhadap sentuhan, mati rasa pada jari tangan, dan jari tangan yang terasa sakit.

    4. Eksim dishidrotik

    Pernah mengalami kondisi kulit yang berupa lepuhan kecil di telapak tangan atau bagian luar jari tangan dan kaki?

    Bisa jadi ini merupakan penyakit eksim dishidrotik. Lepuhan yang muncul biasanya berukuran kecil, sangat gatal, dan penuh dengan cairan.

    Berikut merupakan tanda dan gejala lainnya yang dapat ditimbulkan dari eksim dishidrotik.

    • Lepuhan pada jari-jari tangan atau kaki.
    • Kulit kemerahan dan meradang.
    • Rasa gatal parah.
    • Kulit bersisik dan pecah-pecah.
    • Nyeri di area kulit yang melepuh.

    Menurut National Eczema Association, beberapa orang yang memiliki alergi kulit rentan mengalami eksim dishidrotik. Bahkan katanya, wanita berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami penyakit ini dibandingkan pria.

    5. Kudis

    Kudis atau scabies merupakan penyakit kulit yang mudah sekali menular. Penyakit ini disebabkan oleh parasit berukuran kecil yang masuk dan bertelur di dalam kulit Anda.

    Skabies lebih sering menyerang area tubuh yang memiliki lipatan, termasuk di antara jari tangan dan kaki, siku dan lutut bagian dalam, hingga alat kelamin.

    Umumnya, gejala kudis yang utama yakni muncul benjolan kecil yang sangat gatal. Gejala lainnya dapat mencakup:

    • kemunculan lepuhan kecil berisi nanah di kulit,
    • gatal yang muncul di malam hari atau setelah mandi,
    • kulit menebal dan bersisik, serta
    • timbul jejak kecil pada kulit akibat skabies.

    6. Efek samping dari obat tertentu

    Ternyata, beberapa obat juga bisa menimbulkan efek samping berupa gatal-gatal meski Anda tidak memiliki alergi.

    Beberapa obat-obatan ini meliputi aspirin, opioid, obat untuk tekanan darah tinggi, dan obat kemoterapi untuk kanker.

    Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya komponen dalam obat yang dapat memicu respons sistem kekebalan dan menimbulkan gatal-gatal. Gatal bisa terjadi di mana saja, termasuk jari-jari tangan.

    7. Sirosis

    Sirosis merupakan komplikasi dari penyakit hati kronis. Gatal jangka panjang sering menjadi pertanda akan penyakit hati yang sudah kronis.

    Sementara penyebab pastinya tidak sepenuhnya dipahami, diperkirakan gatal-gatal terjadi akibat peningkatan kadar asam lysophosphatidic dan garam empedu yang menumpuk di bawah kulit.

    Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan jari tangan?

    mengatasi sela-sela jari kering, mengatasi jari tangan gatal

    Demi mencegah terjadinya penyakit yang bisa menimbulkan jari tangan gatal, Anda disarankan untuk senantiasa menerapkan kebersihan anggota tubuh dengan cara berikut.

    • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun.
    • Memastikan tangan dalam keadaan kering setelah dicuci.
    • Menggunakan krim lembut di area jari tangan guna menjaga kulit tetap lembap.
    • Minum banyak air untuk menjaga tubuh dan kulit tetap terhidrasi.
    • Memakai sarung tangan bila ingin menyentuh benda penyebab iritasi, serta saat cuaca sedang dingin dan kering.

    Jika kondisi jari tangan gatal masih dalam taraf ringan, Anda bisa merendam hari dalam air dingin guna meredakan gatal.

    Penggunaan obat topikal (oles) seperti kortikosteroid, antijamur, serta krim antimikroba mungkin diperlukan saat gatal-gatal di tangan telah cukup parah.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 21/07/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan