Apa Itu Congestive Heart Failure (CHF)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu congestive heart failure (CHF)?

Gagal jantung kongestif, atau dalam istilah medis disebut dengan congestive heart failure (CHF) adalah kondisi di mana jantung tidak memompa cukup darah ke organ tubuh dan jaringan lain. Ketika salah satu atau dua bagian jantung tidak memompa darah keluar, darah akan menumpuk dalam jantung atau menyumbat di organ atau jaringan. Akibatnya, darah menumpuk di sistem peredaran darah.

Jika jantung sebelah kiri yang gagal berfungsi baik, sistem jantung sebelah kanan akan sesak akibat darah yang menumpuk. Di dalam, jantung tersumbat akibat kontraksi berlebih untuk mendorong darah dan dapat menyebabkan gagal jantung. Begitu juga jika bagian kanan jantung yang gagal, jantung kiri akan terganggu dan juga bisa menyebabkan gagal jantung.

Seberapa umumkah congestive heart failure (CHF)?

Gagal jantung kongestif adalah kondisi yang dapat terjadi di segala usia, bahkan anak-anak, apalagi anak-anak dengan kelainan jantung bawaan. Namun, gagal jantung kongestif lebih sering terjadi pada orang tua, karena mereka lebih berisiko terkena penyebab kerusakan otot jantung dan katup jantung. 

Perubahan jantung seiring usia juga menyebabkan kontraksi pada jantung kurang efektif. Kelainan ini meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit jantung. 

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala congestive heart failure (CHF)?

Gagal jantung adalah penyakit kronis yang tiba-tiba terjadi. Gejala yang khas pada orang dengan gagal jantung kongestif adalah mudah kehabisan napas saat beraktivitas, sesak napas saat tidur terlentang sehingga membutuhkan beberapa bantal untuk mengganjal kepalanya sehingga dapat kembali bernapas dengan lega. Mereka dengan CHF juga kerap terbangun di malam hari karena sesak dan terkadang disertai bengkak pada pergelangan kaki.

Seseorang juga bisa kehilangan nafsu makan, mual, sering kencing malam hari, tapi berat badan naik karena penimbunan cairan berbahaya dan organ dalam tubuh yang membengkak.

Ketika jantung kiri gagal, aliran darah ke paru-paru akan menjadi stagnan. Ini bisa menyebabkan kelelahan, sesak napas (terutama malam hari saat berbaring), dan batuk. Sementara ketika jantung kanan gagal, darah stagnan dalam jaringan. Akibatnya, hati menjadi bengkak dan bisa menyebabkan sakit perut. Kaki dan telapak kaki Anda juga bisa bengkak akibat jantung kanan tidak berfungsi dengan baik. 

Mungkin ada gejala dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Konsultasikanlah dengan dokter Anda apabila mencurigai gejala-gejala lain yang mungkin saja berhubungan dengan penyakit ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter apabila menemukan satu atau gejala gagal jantung kongestif yang sudah disebutkan di atas pada diri Anda. Gejala gagal jantung kongestif atau CHF yang paling awal muncul biasanya berupa nyeri dada, sesak dan napas pendek, batuk berdarah, serta pingsan. Hubungi kembali dokter Anda jika setelah pengobatan ternyata gejalanya memburuk atau memberikan efek yang berlawanan.

Penyebab

Apa penyebab congestive heart failure (CHF)?

Penyebab paling umum dari gagal jantung kongestif adalah penyakit jantung koroner. Penyebab lainnya termasuk fenomena otot jantung tegang, tekanan darah tinggi, serangan jantung, kardiomiopati, penyakit katup jantung, infeksi, aritmia jantung (ritme jantung abnormal), anemia, penyakit tiroid, penyakit paru-paru, dan terlalu banyak cairan tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami congestive heart failure (CHF)?

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena gagal jantung. Satu faktor saja bisa menyebabkan gagal jantung, tapi jika banyak elemen tergabung, risiko gagal jantung makin tinggi. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko congestive heart failure (CHF) adalah:

  • Terlukanya otot jantung saat mengalami serangan jantung. Hal ini akan menyebabkan kekuatan jantung Anda untuk berkontraksi menjadi berkurang dan tidak seperti keadaan normal.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit arteri koroner.
  • Obat diabetes tertentu yang berfungsi untuk mengendalikan kadar gula nyatanya bisa meningkatkan risiko gagal jantung bagi sebagian orang. Meski begitu, Anda sebaiknya tidak menghentikan pengobatan apa pun. Jika Anda menggunakan obat-obatan ini, konsultasikan pada dokter.
  • Mengalami gangguan tidur sleep apnea. Kondisi ini dapat menyebabkan oksigen dalam darah berkurang dan meningkatkan risiko ritme jantung abnormal. Keduanya dapat menjadi penyebab gagal jantung kongestif.
  • Memiliki riwayat penyakit katup jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak bisa memompa darah dengan baik, sehingga berisiko tinggi mengalami gagal jantung kongestif.
  • Terkena infeksi virus tertentu. Infeksi virus bisa menyebabkan kerusakan otot jantung yang memicu CHF.
  • Memiliki riwayat penyakit hipertensi alias tekanan darah tinggi.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Memiliki riwayat gangguan detak jantung. Detak jantung yang abnormal, terutama ketika berdetak kencang, bisa melemahkan otot jantung dan mengakibatkan CHF.
  • Kebiasaan konsumsi alkohol terlalu banyak.
  • Merokok.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk congestive heart failure (CHF)?

Untuk gagal jantung kongestif, Anda harus mengobati akar penyakitnya. Contohnya, apabila penyebab gagal jantung adalah adanya masalah di katup jantung, maka Anda sebaiknya melakukan operasi penggantian katup atau perbaikan katup jantung.

Beberapa pengobatan bisa digunakan untuk mengurangi jumlah cairan dalam tubuh atau membantu kontraksi jantung lebih baik. Obat golongan diuretik membantu mengurangi jumlah produksi cairan di tubuh. Obat golongan Inhibitor Enzim Pengkonversi Angiotensin juga dapat membantu kontraksi jantung. Obat golongan beta-blocker mengurangi denyut jantung. Beberapa obat lain dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Penting untuk dipahami bahwa semua obat memiliki efek samping, termasuk dehidrasi, batuk, pusing, pingsan, dan kelelahan. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat mana yang paling sesuai untuk  Anda. Bila ada efek samping yang mengganggu, segera temui dokter Anda.

Implan pacemaker dan defilbrillator dapat digunakan dalam beberapa kasus. Transplantasi jantung adalah pilihan bagi pasien yang tidak memiliki metode pengobatan efektif seperti disebut di atas.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk congestive heart failure (CHF)?

Pemeriksaan tubuh ekstensif akan menunjukkan perubahan seperti pembengkakan kaki dan hydrocephalus dalam paru-paru.

Rontgen dada bisa mengungkap fenomena pembesaran jantung atau tanda penumpukan  darah di paru-paru. Echokardiogram (tes yang menggunakan gelombang suara untuk melihat aktivitas jantung) juga melihat ukuran jantung dan otot jantung atau masalah penyakit katup jantung.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah untuk mengatasi congestive heart failure (CHF)?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi penyakit gagal jantung kongestif adalah: 

  • Berhenti merokok
  • Minum obat secara teratur meskipun gejala sudah tidak dirasakan. Kerusakan jantung pada orang dengan CHF bersifat permanen. Obat hanya membantu mengontrol gejala, bukan memperbaiki kerusakan permanen pada jantung Anda.
  • Kurangi makan makanan dengan kadar garam yang tinggi dan berlemak.
  • Olahraga teratur setidaknya tiga kali dalam seminggu. Namun, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Rajin medical check up ke dokter untuk memantau kondisi Anda secara menyeluruh.

Konsultasikanlah kepada dokter Anda jika memiliki permasalahan kesehatan yang menganggu Anda. Dengan begitu, Anda bisa mencapatkan solusi terbaik menyangkut masalah kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: November 5, 2018 | Terakhir Diedit: November 5, 2018

Yang juga perlu Anda baca