Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gagal jantung adalah suatu masalah kesehatan jantung yang dapat menyebabkan kematian. Gagal jantung bisa terjadi secara perlahan, atau disebut gagal jantung kronik, maupun terjadi secara tiba-tiba yang dikenal sebagai gagal jantung akut. Berikut penjelasan lengkap mengenai gagal jantung akut dan kronik.

Gagal jantung akut, saat gagal jantung terjadi secara tiba-tiba

Gagal jantung terjadi saat  otot jantung tidak dapat memompa darah seperti dalam kondisi normal. Penyebab dari gagal jantung bisa beraneka ragam, mulai dari penyempitan pembuluh arteri atau penyakit jantung koroner hingga hipertensi.

Jika tidak segera diatasi, kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot jantung melemah atau justru berubah menjadi kaku sehingga tidak bisa memompa dengan baik. Gagal jantung termasuk kondisi yang berbahaya, karena tidak semua kondisi yang menjadi penyebab gagal jantung bisa disembuhkan.

Biasanya, penggunaan obat-obatan jantung hanya dapat membantu meredakan gejala penyakit jantung dan membantu agar pasien bisa bertahan lebih lama. Namun, saat terjadi kerusakan pada organ jantung, kondisi tersebut biasanya sudah tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Sebenarnya, tidak ada yang berbeda antara gagal jantung akut dan kronik. Perbedaan hanya terletak pada progres dari kondisi itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan, kondisi ini terjadi secara tiba-tiba, sementara gagal jantung kronik terjadi secara perlahan.
Sebuah penelitian yang dimuat pada Current Heart Failure Reports, gagal jantung ini adalah kondisi yang dapat membahayakan nyawa, membutuhkan penanganan segera, dan mengharuskan pasien untuk dirawat di rumah sakit.

Gejala-gejala gagal jantung akut yang perlu diwaspadai

Salah satu gejala jantung akut yang paling umum adalah sesak napas. Gejala lain dari kondisi ini tidak berbeda jauh dengan gejala dari gagal jantung kronik, diantaranya adalah:

  • Lelah berlebihan hingga merasa lemas.
  • Detak jantung tak normal.
  • Kemampuan untuk berolahraga berkurang drastis.
  • Batuk-batuk dan bersin yang mengeluarkan darah.
  • Keinginan untuk buang air kecil di malam hari meningkat drastis.
  • Pembengkakan pada area perut.
  • Kenaikan berat badan akibat retensi cairan.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Tidak bisa berkonsentrasi.

Jika gagal jantung yang Anda alami disebabkan oleh serangan jantung, gejala yang mungkin muncul adalah dada terasa nyeri. Selain itu, ada pula gejala seperti pembengkakan pada kaki yang cenderung lebih sering muncul pada orang yang mengalami gagal jantung akut daripada gagal jantung kronik.

Sayangnya, gejala-gejala ini sering kali luput dari perhatian, khususnya pada pasien lansia. Hal ini disebabkan pasien-pasien yang sudah lanjut usia memiliki berbagai masalah kesehatan, sehingga gejala dari gagal jantung ini pun dianggap sebagai gejala dari kondisi kesehatan lain.

Maka itu, jika Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas dan tidak tahu apa penyebabnya, lebih baik periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Pasalnya, sebuah penelitian yang dimuat di dalam The American Journal of Medicine menyebutkan bahwa sering kali orang yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis gagal jantung akut terlambat menyadari gejala hingga 13 jam lamanya.

Tentu hal itu dapat memperlambat proses pengobatan dan dapat berakibat fatal pada kesehatan Anda. Lebih cepat memeriksakan kondisi Anda ke dokter, tentu lebih baik. Hal ini membantu Anda mendapatkan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Berbagai penyebab gagal jantung akut

Gagal jantung akut biasanya terjadi jika suatu kondisi kesehatan lain sudah menyebabkan kerusakan pada jantung. Kerusakan ini bisa berupa jantung melemah atau membuat jantung menjadi kaku. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab dari gagal jantung, misalnya:

1. Miokarditis

Salah satu penyebab gagal jantung akut adalah miokarditis. Kondisi ini adalah peradangan yang terjadi pada otot jantung. Biasanya, miokarditis disebabkan oleh virus, termasuk COVID-19, dan dapat menyebabkan gagal jantung sebelah kiri, baik gagal jantung sistolik maupun diastolik.

2. Aritmia berat

Detak jantung yang tidak beraturan (aritmia) juga bisa menjadi salah satu penyebab dari kondisi ini. Khususnya jika detak jantung Anda cenderung cepat, maka pada kondisi yang berat, hal ini dapat melemahkan otot jantung dan menyebabkan gagal jantung.

3. Serangan jantung

Bisa dikatakan bahwa yang menjadi penyebab gagal jantung adalah penyakit jantung koroner. Mengapa? Salah satu penyakit jantung ini adalah penyebab utama dari serangan jantung. Sementara itu, jika serangan jantung tidak segera ditangani, dapat menyebabkan gagal jantung.

Beberapa penyebab lain dari gagal jantung akut adalah reaksi alergi, pembekuan darah di paru-paru, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyakit lain yang memberikan pengaruh ke seluruh tubuh.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kondisi di mana otot jantung menjadi lemah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan jantung lemah di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 9 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit

Ketahui Berbagai Penyebab Jantung Bengkak

Jantung bengkak bukan penyakit, melainkan sebuah gejala dari berbagai penyakit jantung. Lalu, apa sebenarnya penyebab jantung bengkak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Kesehatan Daun Dewa yang Sayang Dilewatkan

Daun dewa yang punya nama lain Tanaman Sambung Nyawa di Malaysia ini dipercaya bisa mengobati kanker payudara. Apa lagi manfaat daun dewa untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pembengkakan Jantung (Penyakit Kardiomegali) Bisa Sembuh Apa Tidak?

Pembengkakan jantung atau kardiomegali adalah salah satu penyakit jantung kronis. Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Apa saja pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

patah hati menyebabkan kematian

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemar makan ikan

Benarkah Rutin Makan Ikan Turunkan Risiko Stroke dan Gagal Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat sesak napas

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab kaki bengkak

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit