Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gagal jantung adalah suatu masalah kesehatan jantung yang dapat menyebabkan kematian. Gagal jantung bisa terjadi secara perlahan, atau disebut gagal jantung kronik, maupun terjadi secara tiba-tiba yang dikenal sebagai gagal jantung akut. Berikut penjelasan lengkap mengenai gagal jantung akut dan kronik.

Gagal jantung akut, saat gagal jantung terjadi secara tiba-tiba

Gagal jantung terjadi saat  otot jantung tidak dapat memompa darah seperti dalam kondisi normal. Penyebab dari gagal jantung bisa beraneka ragam, mulai dari penyempitan pembuluh arteri atau penyakit jantung koroner hingga hipertensi.

Jika tidak segera diatasi, kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot jantung melemah atau justru berubah menjadi kaku sehingga tidak bisa memompa dengan baik. Gagal jantung termasuk kondisi yang berbahaya, karena tidak semua kondisi yang menjadi penyebab gagal jantung bisa disembuhkan.

Biasanya, penggunaan obat-obatan jantung hanya dapat membantu meredakan gejala dan membantu agar pasien bisa bertahan lebih lama. Namun, saat terjadi kerusakan pada jantung, kondisi tersebut biasanya sudah tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Sebenarnya, tidak ada yang berbeda antara gagal jantung akut dan kronik. Perbedaan hanya terletak pada progres dari kondisi itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan, kondisi ini terjadi secara tiba-tiba, sementara gagal jantung kronik terjadi secara perlahan.
Sebuah penelitian yang dimuat pada Current Heart Failure Reports, gagal jantung ini adalah kondisi yang dapat membahayakan nyawa, membutuhkan penanganan segera, dan mengharuskan pasien untuk dirawat di rumah sakit.

Gejala-gejala gagal jantung akut yang perlu diwaspadai

Salah satu gejala jantung akut yang paling umum adalah sesak napas. Gejala lain dari kondisi ini tidak berbeda jauh dengan gejala dari gagal jantung kronik, diantaranya adalah:

  • Lelah berlebihan hingga merasa lemas.
  • Detak jantung tak normal.
  • Kemampuan untuk berolahraga berkurang drastis.
  • Batuk-batuk dan bersin yang mengeluarkan darah.
  • Keinginan untuk buang air kecil di malam hari meningkat drastis.
  • Pembengkakan pada area perut.
  • Kenaikan berat badan akibat retensi cairan.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Tidak bisa berkonsentrasi.

Jika gagal jantung yang Anda alami disebabkan oleh serangan jantung, gejala yang mungkin muncul adalah dada terasa nyeri. Selain itu, ada pula gejala seperti pembengkakan pada kaki yang cenderung lebih sering muncul pada orang yang mengalami gagal jantung akut daripada gagal jantung kronik.

Sayangnya, gejala-gejala ini sering kali luput dari perhatian, khususnya pada pasien lansia. Hal ini disebabkan pasien-pasien yang sudah lanjut usia memiliki berbagai masalah kesehatan, sehingga gejala dari gagal jantung ini pun dianggap sebagai gejala dari kondisi kesehatan lain.

Maka itu, jika Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas dan tidak tahu apa penyebabnya, lebih baik periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Pasalnya, sebuah penelitian yang dimuat di dalam The American Journal of Medicine menyebutkan bahwa sering kali orang yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis gagal jantung akut terlambat menyadari gejala hingga 13 jam lamanya.

Tentu hal itu dapat memperlambat proses pengobatan dan dapat berakibat fatal pada kesehatan Anda. Lebih cepat memeriksakan kondisi Anda ke dokter, tentu lebih baik. Hal ini membantu Anda mendapatkan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Berbagai penyebab gagal jantung akut

Gagal jantung akut biasanya terjadi jika suatu kondisi kesehatan lain sudah menyebabkan kerusakan pada jantung. Kerusakan ini bisa berupa jantung melemah atau membuat jantung menjadi kaku. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab dari gagal jantung, misalnya:

1. Miokarditis

Salah satu penyebab gagal jantung akut adalah miokarditis. Kondisi ini adalah peradangan yang terjadi pada otot jantung. Biasanya, miokarditis disebabkan oleh virus, termasuk COVID-19, dan dapat menyebabkan gagal jantung sebelah kiri, baik gagal jantung sistolik maupun diastolik.

2. Aritmia berat

Detak jantung yang tidak beraturan juga bisa menjadi salah satu penyebab dari kondisi ini. Khususnya jika detak jantung Anda cenderung cepat, maka pada kondisi yang berat, hal ini dapat melemahkan otot jantung dan menyebabkan gagal jantung.

3. Serangan jantung

Bisa dikatakan bahwa yang menjadi penyebab gagal jantung adalah penyakit jantung koroner. Mengapa? Salah satu penyakit jantung ini adalah penyebab utama dari serangan jantung. Sementara itu, jika serangan jantung tidak segera ditangani, dapat menyebabkan gagal jantung.

Beberapa penyebab lain dari gagal jantung akut adalah reaksi alergi, pembekuan darah di paru-paru, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyakit lain yang memberikan pengaruh ke seluruh tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Kelainan atau penyakit katup jantung bisa terjadi karena bawaan dari lahir dan bisa terdeteksi pada bayi. Apa penjelasannya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit

Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
anuria adalah

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit