Definisi

Apa itu emfisema?

Emfisema adalah penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak napas sehingga seseorang sulit untuk bernapas. Penyakit ini adalah salah satu bentuk paling umum dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu sekumpulan penyakit yang menyerang kesehatan paru.

Penyakit ini tidak terjadi secara mendadak, namun berkembang selama bertahun-tahun. Setelah penyakit ini terjadi, bagian paru yang telah rusak tidak dapat kembali ke kondisi sehat seperti sebelumnya. Kerusakan akibat penyakit ini terjadi pada dinding kantung udara atau yang disebut juga dengan alveoli.

Alveoli merupakan kantung kecil berisi udara yang terletak di ujung saluran bronkial. Bagian ini memiliki dinding yang sangat tipis sehingga sangat mudah rapuh.

Saat Anda menghirup udara, alveoli akan meregang, menarik oksigen masuk dan mengalirkannya ke dalam darah. Sementara ketika Anda membuang napas, alveoli akan menyusut dan mendorong karbon dioksida keluar dari tubuh.

Pada orang yang sehat, ada sekitar 300 juta alveoli dalam paru. Sayangnya, ketika emfisema berkembang, jaringan alveoli akan hancur secara perlahan. Kerusakan ini dapat menyebabkan penyumbatan, yaitu terlalu banyak udara terperangkap di paru. Selain itu, karena jumlah alveoli sehat terus berkurang, oksigen yang dialirkan ke dalam darah sangat sedikit dan tidak memenuhi kebutuhan.

Seberapa umumkah emfisema?

Penyakit paruini sangat umum terjadi pada orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok. Biasanya pada orang dengan usia 50 hingga 70 tahun. Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan faktor risiko dengan penyakit ini, diskusikan pada dokter mengenai kesehatan paru Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala emfisema?

Gejala dari penyakit ini sangat beragam. Jadi, kemungkinan besar tidak semua orang merasakan gejala yang sama. Namun, umumnya gejala emfisema yang sering terjadi, meliputi:

Napas pendek

Dalam dunia medis, napas pendek dikenal juga dengan sebutan dispnea. Ini merupakan gejala yang khas dari emfisema. Kondisi ini lebih mengacu pada sensasi sesak napas. Ini menyebabkan seseorang memiliki laju pernapasan lebih lambat atau lebih dalam, namun dangkal.

Bernapas cepat

Kondisi ini berbeda dengan dispnea. Bernapas cepat dikenal dalam istilah medis sebagai tachypnea. Selain dispnea, bernapas cepat juga sangat sering terjadi pada orang dengan emfisema.

Ini terjadi akibat tingkat oksigen dalam darah terlalu rendah, sehingga merangsang seseorang untuk bernapas lebih cepat agar kebutuhan oksigen terpenuhi.

Terus batuk dan mengi

Seseorang dengan penyakit ini biasanya mengalami batuk dalam jangka panjang. Batuk yang dialami dapat mengeluarkan dahak maupun tidak. Ini merupakan gejala awal dari kerusakan alveoli karena produksi lendir meningkat.

Selain itu, orang dengan kondisi ini juga mengalami mengi. Ini menandakan keluarnya bunyi saat bernapas, kadang seperti siulan lirih. Mengi terjadi akibat menyempitnya saluran napas yang mengalirkan udara.

Lemah

Kebanyakan orang dengan penyakit ini akan merasakan kelemahan pada tubuh. Ini diakibatkan asupan  oksigen yang tidak tercukupi. Akibatnya, orang dengan kondisi ini akan mengurangi intensitas aktivitas yang biasanya dilakukan secara perlahan dari waktu ke waktu karena energi dalam tubuh terus menurun.

Nafsu makan menurun

Penyakit yang menimbulkan gejala sesak napas ini tentu membuat seseorang sulit untuk makan. Saat mengunyah atau menelan, mereka akan mudah tersedak. Hal ini menyebabkan seseorang jadi tidak nafsu untuk makan dan berat badannya akan terus menurun.

Memiliki barrel chest

Selain gejala yang dirasakan pasien, jenis penyakit PPOK ini juga mengubah penampilan tubuh Anda, yaitu bagian dada. Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki barrel chest, yaitu dada terlihat menonjol dan bundar. Ini merupakan gejala emfisema tahap lanjutan.

Tidur terganggu

Semua gejala yang telah disebutkan, terutama sesak napas sangat mengganggu tidur. Ini membuat seseorang terbangun dari tidur karena pernapasannya terganggu. Untuk bernapas lebih lega, orang dengan kondisi ini membutuhkan lebih banyak bantal sebagai penyangga.

Jika gangguan tidur ini terus terjadi, waktu tidur pasien menjadi berkurang. Akibatnya, mereka bangaun dengan kondisi kelelahan dan kadang merasa pusing.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Masalah pada paru-paru haruslah mendapatkan perawatan dokter. Pasalnya, organ ini merupakan alat utama Anda untuk bernapas. Kunjungi ke dokter dalam waktu kurang lebih 24 jam, jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti berikut ini.

  • Napas tersengal terus memburuk
  • Anda perlu banyak bantal saat tidur supaya dapat bernapas dengan lega
  • Bernapas terasa sangat berat dan membuat Anda kelelahan
  • Bangun dengan napas pendek lebih dari sekali dalam semalam
  • Sering batuk atau mengi dan merasa pusing di pagi hari

Anda harus mendapatkan perawatan rumah sakit, bila mengalami kondisi di bawah ini.

  • Anda mengalami sesak napas selama beberapa bulan dan kondisi memburuk, menghambat Anda dari kegiatan sehari-hari
  • Terdapat area berwarna kebiruan atau keabuan pada kulit bibir atau kuku
  • Anda mudah kehilangan fokus atau tidak dapat tetap waspada secara mental

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab emfisema?

Penyebab utama dari emfisema adalah masuknya zat iritan yang merusak alveoli. Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Rokok tembakau atau ganja
  • Polutan udara
  • Asap industri
  • Pada beberapa kasus yang langka, emfisema disebabkan oleh kurangnya protein alfa-1-antitripsin yang melindungi paru.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk emfisema?

Ada  banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena emfisema, yaitu:

  • Merokok. Zat kimia yang terkandung pada rokok sangat mengiritasi paru. Inilah sebabnya orang dengan kebiasaan ini sangat rentan dengan penyakit paru ini.
  • Usia. Semakin bertambahnya usia, semua organ dalam tubuh akan mengalami penurunan fungsi, termasuk paru. Hal ini menyebabkan banyak orang yang berusia 40 tahun ke atas mengalami kerusakan paru.
  • Paparan asap dan bahan kimia industri. Sama seperti asap rokok, polusi dan asap serta bahan kimia industri yang terhirup terus-menerus dapat mengiritasi paru.

Apa saja komplikasi emfisema?

Orang dengan penyakit paru ini harus mendapatkan perawatan lebih cepat untuk mencegah kerusakan paru lebih jauh. Bila tidak, beberapa komplikasi bisa terjadi, meliputi:

  • Paru yang kolaps (pneumotoraks). Pneumotoraks ditandai dengan adanya udara di antara paru dengan dinding dada. Udara tersebut dapat menekan paru sehingga membuat ukurannya menjadi mengecil.
  • Masalah jantung. Kerusakan pada paru ini dapat meningkatkan tekanan pada arteri yang menghubungkan jantung dengan paru. Akibatnya, area tertentu pada jantung akan menjadi lebih lemah.
  • Lubang besar di paru (bula). Terbentuknya ruang kosong di paru yang disebut bula. Mereka bisa sebesar setengah paru. Selain mengurangi jumlah ruang yang tersedia untuk mengembang, bula raksasa dapat meningkatkan risiko pneumotoraks Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk emfisema?

Penyakit emfisema bersifat progresif. Itu artinya, akan terus memburuk seiring waktu jika tidak diobati dan dicegah komplikasinya. Selain itu, penyakit ini juga tidak bisa disembuhkan.

Jika kerusakan paru terjadi, maka yang bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan semakin membesar. Pengobatan emfisema akan ditentukan oleh dokter bergantung seberapa parah penyakit yang Anda miliki.

Berhenti merokok

Berhenti merokok merupakan bagian dari pengobatan, bukan sekadar gaya hidup yang diterapkan pasien. Pasalnya jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, paru yang mengalami iritasi akan semakin parah dan terus menyebar.

Meskipun tidak mudah, kebiasaan ini harus Anda hentikan dengan segera. Minta bantuan dokter jika Anda kesulitan untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

Minum obat

Obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengobati penyakit paru ini meliputi obat bronkodilator, steroid, dan antibiotik. Obat-obatan tersebut bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran udara, meringankan gejala batuk dan sesak napas, serta mencegah terjadinya infeksi bakteri pada bagian paru-paru yang iritasi.

Terapi oksigen

Pengobatan ini biasanya direkomendasikan untuk pasien yang paru-parunya tidak mendapatkan cukup oksigen dalam darah (hipoksemia). Pasien dengan kondisi ini tidak mampu mendapatkan udara secara normal, sehingga perlu mendapatkan udara tambahan melalui mesin berupa kateter hidung atau masker.

Operasi pengurangan volume paru

Operasi ini bertujuan untuk mengangkat sebagian jaringan paru yang sudah rusak. Kemudian, pemotongannya digabungkan dengan jaringan lain yang tersisa dan masih sehat.

Dengan begitu, tekanan pada otot paru-paru akan berkurang dan elastisitas paru akan meningkat. Operasi sangat efektif, hanya saja tidak semua pasien direkomendasikan melakukan prosedur ini.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk emfisema?

Dokter mungkin ingin mengetahui sejarah medis Anda, apakah Anda pernah merokok, atau apabila Anda tinggal atau bekerja di lingkungan yang berpolusi. Selain itu, beberapa tes kesehatan akan dilakukan, meliputi:

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti CT (computerized tomography) scan dan X-ray untuk melihat paru Anda
  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa cara kerja dari aliran darah pada paru
  • Pulse oximetry untuk mengukur oksigen dalam darah
  • Uji fungsi paru atau spirometri yang menggunakan alat spirometer untuk mengukur aliran udara pada paru saat Anda menghirup atau menghembuskan napas
  • Pemeriksaan analisis gas darah arteri untuk mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah di arteri. Biasanya tes ini digunakan ketika penyakit paru sudah memburuk
  • Elektrocardiogram (EKG) untuk melihat adanya penyakit pada jantung yang juga menyebabkan gejala batuk dan sesak napas

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi emfisema?

Meski paru-paru yang rusak tidak bisa diobati, orang dengan emfisema tetap bisa hidup sehat. Ikuti beberapa penerapan hidup yang membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya, seperti:

Rutin minum obat

Kunci untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi selain merokok adalah mengikuti pengobatan. Buat jadwal berkunjung secara rutin, catat perkembangan kesehatan selama melakukan pengobatan, dan konsultasikan efektivitas obat tertentu pada kesehatan tubuh Anda.

Dapatkan vaksin

Bagian paru yang telah iritasi sangat rentan dengan infeksi dari bakteri. Untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumococcal. Ini memberi perlindungan ganda pada paru Anda.

Olahraga

Meski aktivitas yang Anda lakukan cukup terbatas, Anda tetap perlu melakukan olahraga. Hanya saja, pilihan jenis olahraga dan intensitasnya harus ringan. Anda bisa memiliki melakukan latihan pernapasan seperti jalan santai, berenang, atau brisk walking.

Jenis latihan tersebut tidak hanya meningkatkan kebugaran, tapi juga membantu meningkatkan fungsi paru. Sebelum melakukan latihan, konsultasikan lebih dahulu pada dokter.

Penuhi kebutuhan nutrisi

Salah satu gejala penyakit paru-paru ini adalah menurunnya nafsu makan. Walaupun penyakit tersebut membuat Anda tidak nyaman untuk makan, Anda tetap membutuhkan nutrisi. Nutrisi sehat dari makan, bukan hanya membantu menjaga kesehatan paru Anda, tapi juga sebagai sumber energi.

Selain itu, makanan yang sehat tentu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini membantu tubuh melawan infeksi bakteri atau virus yang memicu peradangan.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ini, Anda beberapa hal yang harus Ada perhatikan, di antaranya:

  • Tingkatkan asupan makanan yang mengandung kalsium karena menggunakan obat steroid kadang membuat kadar kalsium dalam tubuh berkurang
  • Kurangi makanan asin yang bisa menaikkan tekanan darah serta menimbulkan edema (pembengkakan) yang bisa memberi tekanan besar di paru
  • Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi sekaligus membantu mengurangi lendir yang mengotori jalan pernapasan Anda
  • Hindari makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak jenuh sehingga membuat berat badan Anda naik
  • Istirahat lebih dahulu sebelum makan supaya Anda tidak lelah ketika makan. Namun, hindari tidur setelah makan. Beri jeda setidaknya tiga hingga 4 jam sebelum tidur.
  • Makan 4 hingga 6 kali sehari namun dalam porsi yang sedikit-sedikit. Tujuannya agar diafragma dapat bergerak bebas dan paru dapat mengembang dengan baik
  • Meski perlu banyak minum, hindari kebiasan banyak minum di tengah makan. Sebaiknya, minum secukupnya sebelum dan sesudah makan
  • Hindari makanan terutama sayur yang memiliki banyak gas. Ini bisa membuat perut kembung dan Anda sulit bernapas lega.
  • Sajikan makanan menjadi lebih lembek, misalnya diberi kuah sup atau bubur. Makanan jenis ini memudahkan Anda untuk mengunyah dan menelan makanan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 10, 2019 | Terakhir Diedit: April 10, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan