home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Emfisema Subkutis

Defisini emfisema subkutis|Gejala emfisema subkutis|Penyebab emfisema subkutis|Diagnosis emfisema subkutis|Pengobatan emfisema subkutis
Emfisema Subkutis

Defisini emfisema subkutis

Apa itu emfisema subkutis?

Emfisema subkutis adalah kondisi ketika udara masuk ke jaringan di bawah kulit dan di jaringan lunak.

Akibatnya, udara terperangkap pada jaringan di bawah kulit.

Kondisi ini biasanya terjadi di jaringan lunak di dinding dada atau leher, tetapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini biasanya terlihat seperti tonjolan halus pada kulit. Kondisi ini dapat terdeteksi ketika dokter atau tenaga kesehatan meraba lokasinya.

Ketika diraba, tonjolan halus tersebut akan menghasilkan sensasi berderak saat gas didorong melalui jaringan.

Kondisi ini dapat menyebabkan gejala yang ringan hingga parah. Nantinya, pengobatan untuk kondisi ini bergantung dari penyebab apa yang mendasarinya.

Gejala emfisema subkutis

Apa saja gejala emfisema subkutis?

Tanda dan gejala emfisema subkutis yang paling umum dan terlihat jelas adalah pembengkakan di sekitar leher disertai dengan nyeri dada.

Selain itu, tanda dan gejala lainnya yang mungkin muncul adalah:

  • nyeri tenggorokan,
  • leher sakit,
  • kesulitan menelan,
  • sesak napas,
  • mengi, dan
  • distensi (perut kembung).

Gejala ringan dari penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, jika kondisi ini melibatkan jaringan bagian dalam dari saluran dada dan dinding perut, penyakit ini menjadi kondisi yang parah dan dapat mengancam jiwa.

Segera hubungi kunjungi rumah sakit terdekat ketika Anda merasakan gejala penyakit ini, terutama jika Anda baru mengalami cedera atau trauma.

Penyebab emfisema subkutis

Apa penyebab emfisema subkutis?

Kondisi ini terjadi ketika udara terperangkap dalam lapisan kulit,yang sebagian besar terdiri dari lemak dan jaringan ikat, bernama lapisan subkutan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab emfisema subkutis adalah:

  • paru-paru kolaps (pneumotoraks), sering terjadi dengan patah tulang rusuk,
  • patah tulang wajah,
  • pecah atau robeknya saluran napa,
  • robek atau pecahnya esofagus atau saluran gastrointestinal,
  • trauma benda tumpul,
  • cedera akibat ledakan,
  • menghirup kokain,
  • korosif atau luka bakar kimiawi pada esofagus atau saluran napas,
  • cedera saat menyelam,
  • muntah yang kuat (sindrom Boerhaave),
  • trauma tembus, seperti luka tembak atau tusukan, dan
  • pertusis (batuk rejan).

Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi karena beberapa prosedur medis yang memasukkan selang atau tabung pada tubuh.

Prosedur tersebut termasuk:

  • endoskopi (memasukkan tabung ke kerongkongan dan lambung melalui mulut),
  • jalur vena sentral (memasukkan kateter tipis ke dalam vena dekat jantung),
  • intubasi endotrakeal (memasukkan tabung ke tenggorokan dan trakea melalui mulut atau hidung), dan
  • bronkoskopi (memasukkan tabung ke dalam saluran bronkial melalui mulut).

Situs U.S National Library of Medicine menyebutkan bahwa udara juga dapat ditemukan di antara lapisan kulit di lengan, kaki, atau badan setelah infeksi tertentu.

Diagnosis emfisema subkutis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat gejala yang Anda alami. Kemudian dokter akan memantau tanda vital Anda, termasuk:

  • saturasi oksigen,
  • suhu tubuh,
  • nadi,
  • tingkat pernapasan, dan
  • tekanan darah.

Setelah itu, dokter mungkin meminta Anda melalui serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • Rontgen atau pemeriksaan sinar-X untuk mengidentifikasi kondisi ini.
  • Computed tomography (CT) untuk menemukan penyebab kondisi ini yang berhubungan dengan cedera.
  • Laringoskopi untuk mengevaluasi gangguan jalan napas yang mungkin akan terjadi.
  • Bronkoskopi untuk mengonfirmasi adanya cedera saluran napas akibat intubasi.

Pengobatan emfisema subkutis

Apa pengobatan untuk mengatasi kondisi ini?

Pengobatan untuk mengatasi penyakit emfisema subkutis tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Jika berkaitan dengan trauma besar, prosedur medis, atau infeksi, lamanya pengobatan akan tergantung dengan seberapa parah kondisi Anda.

Emfisema subkutis yang berhubungan dengan aktivitas menyelam biasanya lebih ringan daripada kasus lainnya.

Penyakit ini biasanya ditangani dengan pemasangan pipa atau drainase untuk mengeluarkan udara dari jaringan lunak.

Biasanya, penyakit ini dapat sembuh lama 10-14 hari, bahkan tanpa perawatan apa pun. Namun, dalam kasus yang parah, kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Anda merasakan gejala kondisi ini.

Deteksi dini penyakit dapat membantu Anda memperoleh perawatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kukuruza, K., & Aboeed, A. (2020). Subcutaneous Emphysema. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542192/

Aghajanzadeh, M., Dehnadi, A., Ebrahimi, H., Fallah Karkan, M., Khajeh Jahromi, S., Amir Maafi, A., & Aghajanzadeh, G. (2013). Classification and Management of Subcutaneous Emphysema: a 10-Year Experience. Indian Journal Of Surgery, 77(S2), 673-677. doi: 10.1007/s12262-013-0975-4

Encyclopedia, M., & emphysema, S. (2021). Subcutaneous emphysema: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 6 April 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/003286.htm

Brown, N., Wong-Taylor, L., & Beckles, M. (2011). Subcutaneous emphysema. BMJ, d5843. doi: 10.1136/sbmj.d5843

Medeiros, B. (2018). Subcutaneous emphysema, a different way to diagnose. Revista Da Associação Médica Brasileira, 64(2), 159-163. doi: 10.1590/1806-9282.64.02.159

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x