Kebanyakan orang mengenal angina pektoris dengan istilah angin duduk. Kondisi yang terkait dengan gangguan jantung dan pembuluh darah ini bisa mengarah pada masalah kesehatan yang berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat.
Kebanyakan orang mengenal angina pektoris dengan istilah angin duduk. Kondisi yang terkait dengan gangguan jantung dan pembuluh darah ini bisa mengarah pada masalah kesehatan yang berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat.

Angin duduk atau angina pektoris adalah nyeri dada akibat berkurangnya pasokan darah dan oksigen menuju jantung.
Kemunculan nyeri dada ini merupakan salah satu gejala penyakit jantung koroner, yakni penyakit yang terjadi akibat penumpukan kolesterol dan plak di dalam arteri koroner jantung.
Terkadang, angina juga bisa disebabkan oleh kejang otot di sekitar area arteri koroner jantung.
Nyeri dada yang muncul akibat angina tidak dapat diprediksi. Serangan nyeri tersebut dapat terjadi saat Anda bersantai dan belum tentu langsung hilang meski telah minum obat.
Orang yang mengalami nyeri dada membutuhkan penanganan medis segera agar tidak mengalami komplikasi.

Dilansir dari British Heart Foundation, angina bisa dibedakan ke dalam empat jenis berikut ini.
Angina stabil adalah jenis angina yang paling umum dan terjadi saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat Anda olahraga atau naik tangga.
Jenis angina ini biasanya dapat diprediksi dan rasa sakitnya mirip nyeri dada biasa. Gejalanya berlangsung singkat, yakni selama lima menit atau kurang.
Nyeri dada bisa segera hilang setelah Anda istirahat atau minum obat. Jika gejala yang timbul lebih parah dari biasanya, kondisi ini mungkin menandakan serangan jantung.
Angina tidak stabil atau sindrom koroner akut memiliki gejala yang lebih parah daripada angina stabil. Rasa nyeri pada dada biasanya berlangsung lebih lama, yakni sekitar 30 menit.
Meski Anda sudah mencoba minum obat dan memperbanyak istirahat, gejala dari angin duduk ini belum tentu hilang.
Oleh karena keparahan gejalanya, jenis angina ini bisa menandakan adanya serangan jantung.
Berbeda dari angina stabil dan tidak stabil, angina varian atau juga disebut angina Prinzmetal tidak disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
Jenis angin duduk ini disebabkan oleh kejang otot di sekitar arteri koroner jantung. Kondisi ini membuat aliran darah dan oksigen ke jantung berkurang sementara.
Nyeri dada parah merupakan gejala dari angina varian. Angina ini biasanya terjadi saat Anda beristirahat dan gejalanya akan segera membaik setelah minum obat.
Angina mikrovaskular bisa menimbulkan tanda dan gejala yang berlangsung lebih dari 10 menit.
Tidak menutup kemungkinan, kondisi yang biasanya muncul saat Anda beraktivitas berat atau merasa stres dan cemas ini dapat bertahan lebih dari 30 menit.
Jenis angin duduk ini bisa disertai sesak napas, kesulitan tidur, dan kekurangan energi. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah duduk atau istirahat.
Angina pektoris bisa membuat dada terasa nyeri seperti ditekan atau diremas dengan kuat, bukan seperti masuk angin biasa yang bisa segera sembuh.
Sensasi ini terkadang akan menyebar ke rahang, punggung, leher, bahu kiri, dan lengan bawah, terutama pada tubuh sebelah kiri.
Selain itu, beberapa tanda dan gejala angin duduk yang harus diwaspadai yakni:
Berbagai gejala tersebut bisa muncul saat Anda beristirahat atau beraktivitas. Umumnya, gejala akan terjadi selang-seling, dalam waktu lama, dan tidak dapat diprediksi.

Angina pektoris disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koroner menyempit akibat penumpukan timbunan lemak yang disebut plak. Kondisi ini disebut sebagai aterosklerosis.
Plak pada arteri koroner bisa pecah atau membentuk bekuan darah. Bekuan darah ini akan mengurangi aliran darah ke otot jantung dan menimbulkan gejala angina.
Bila tidak ditangani dengan baik, bekuan darah bahkan bisa bertambah besar hingga akhirnya menyumbat arteri dan mengakibatkan penyakit jantung.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena angina pektoris.
Untuk mendiagnosis angin duduk, dokter akan melihat riwayat medis, mengajukan pertanyaan seputar gejala yang Anda rasakan, dan melakukan serangkaian pemeriksaan.
Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis angina pektoris adalah sebagai berikut.
Pengobatan angin duduk bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah serangan lebih lanjut, dan mengurangi risiko komplikasi serius, seperti serangan jantung.
Dokter akan memberikan pengobatan angina berdasarkan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Dokter akan menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu dengan memberikan obat penghilang rasa sakit, asam asetilsalisilat, dan terapi oksigen.
Setelahnya, obat nitrogliserin juga bisa digunakan untuk mengendalikan tekanan darah pasien.
Kandungan nitrat di dalam obat nitrogliserin bisa mengurangi intensitas serangan angina. Cara kerja dari obat ini yakni dengan melemaskan dan melebarkan pembuluh darah.
Tergantung dari penyebab yang mendasarinya, dokter Anda bisa meresepkan obat-obatan lain.
Contoh obat-obatan tersebut antara lain heparin untuk menghentikan penyumbatan dan obat-obatan untuk mengontrol tensi, gula darah, atau kolesterol.

Jika pemberian obat tidak berhasil mengatasi gejala, kemungkinan Anda membutuhkan operasi untuk membuka pembuluh darah yang disebut angioplasti.
Tabung kecil dari beberapa kabel yang bertautan (stent) akan dimasukkan ke dalam arteri yang tersumbat. Hasilnya, arteri bisa melebar sehingga mencegah terjadinya penyempitan.
Namun, dalam kasus penyumbatan arteri yang sangat parah, dokter akan menyarankan operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG).
Dalam metode CABG ini, vena atau arteri dipindahkan dan dijahit dengan arteri yang tersumbat sehingga aliran darah bisa melewati sumbatan.
Setelah menjalani perawatan, dokter menganjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup, di antaranya minum obat secara teratur, berhenti merokok, dan rutin berolahraga.
Angina pektoris atau angin duduk adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada yang tidak biasa serta berlangsung dalam waktu lama, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat terdekat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Angina – Causes, symptoms & treatments. (n.d.). British Heart Foundation. Retrieved September 4, 2024, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/angina
Angina (Chest pain). (2017). American Heart Association. Retrieved September 4, 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain
Angina pectoris (Stable angina). (2017). American Heart Association. Retrieved September 4, 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/angina-pectoris-stable-angina
Unstable angina. (2017). American Heart Association. Retrieved September 4, 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/unstable-angina
Microvascular angina. (2017). American Heart Association. Retrieved September 4, 2024, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/microvascular-angina
What is angina? (2023). National Heart, Lung, and Blood Institute. Retrieved September 4, 2024, from https://www.nhlbi.nih.gov/health/angina
What is coronary heart disease? (2023). National Heart, Lung, and Blood Institute. Retrieved September 4, 2024, from https://www.nhlbi.nih.gov/health/coronary-heart-disease
Hermiz, C., & Sedhai, Y.R. (2023). Angina. StatPearls Publishing. Retrieved September 4, 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557672/
Hasil Utama Riskesdas 2018. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved September 4, 2024, from https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
Versi Terbaru
17/09/2024
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)