Apa itu alergi obat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu alergi obat?

Alergi obat adalah reaksi abnormal sistem kekebalan tubuh Anda terhadap efek obat-obatan. Obat-obatan yang dimaksud termasuk obat bebas, obat resep, maupun obat herbal dapat menyebabkan kondisi ini terjadi.

Kondisi ini dapat mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Gejala paling umum dari alergi obat-obatan adalah gatal-gatal, ruam, atau demam. 

Reaksi terhadap alergen yang berupa obat tidak sama dengan efek samping obat. Bukan pula sebagai kondisi yang disebabkan oleh overdosis.

Seberapa umum kondisi ini?

Alergi dapat terjadi pada siapa saja di usia berapa pun. Pada banyak kasus, orang-orang mengetahui alergi mereka saat mereka sudah mengonsumsi obat.

Alergi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala alergi obat?

Gejala-gejala alergi sering terjadi dalam 1 jam setelah mengonsumsi obat. Gejala yang mungkin terjadi berupa:

  • Bengkak pada kulit
  • Sesak napas
  • Napas berbunyi (napas mengi)
  • Hidung beringus
  • Mata gatal dan berair.

Alergi juga umumnya memunculkan tanda dan gejala yang meliputi:

Ruam gatal pada kulit

Ruam berupa benjolan gatal berwarna merah yang muncul di kulit atau biduran adalah gejala alergi obat yang umum.

Gejala ini biasanya berkembang dengan muncul berkelompok dapat menutupi area kulit yang luas. Ruam gatal dapat mempengaruhi bagian tubuh mana pun.

Kondisi ini muncul ketika sistem kekebalan melepaskan zat kimia yang disebut histamin setelah Anda terpapar alergen.

Histamin menyebabkan pembuluh darah melebar dan kulit membengkak. Ruam gatal ini bisa muncul dalam beberapa menit setelah Anda minum obat penyebab alergi dan biasanya memudar dalam beberapa jam.

Demam

Demam adalah reaksi alergi yang terjadi akibat adanya peradangan di dalam tubuh.

Peradangan terjadi saat sistem kekebalan tubuh mengeluarkan antibodi dan histamin yang menyerang zat alergen obat. Untuk menandakan ada peradangan, tubuh akan menaikkan suhu sebagai sinyal ada yang salah di dalam tubuh Anda.

Sejumlah gejala alergi di atas pada umumnya hanya berlangsung sebentar, yang mereda setelah minum obat. Namu, alergi juga dapat terjadi beberapa hari atau minggu setelah mengonsumsi obat, atau gejala berlanjut setelah Anda berhenti menggunakan obat tersebut.

Beberapa gejala jangka panjang dari kondisi ini adalah:

  • Anemia: berkurangnya sel darah putih, pembengkakan umum, pembengkakan kelenjar getah bening dan kambuhnya infeksi hepatitis
  • Peradangan ginjal (nefritis), yang menyebabkan demam, darah pada urin, pembengkakan, kebingungan, dan gejala lainnya.

4. Gejala yang lebih serius 

Reaksi yang lebih serius meliputi anafilaksis. Anafilaksis adalah kondisi saat tubuh mengalami syok yang ditandai dengan penurunan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba, serta penyempitan saluran udara. Syok anafilaksis adalah kondisi gawat darurat medis, yang dapat membahayakan nyawa jika tidak cepat ditangani.

Berikut adalah ciri-ciri alergi yang harus diwaspadai dan ditangani segera:

  • Detak jantung yang cepat
  • Menyempitnya saluran udara dan tenggorokan, menyebabkan kesulitan bernapas
  • Gelisah atau pusing
  • Kehilangan kesadaran
  • Gatal-gatal dan kesulitan bernapas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Alergi obat dapat membuat gejala ringan menjadi sangat serius, bahkan mengancam nyawa Anda. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Area pada kulit berwarna merah dan nyeri
  • Bagian luar kulit mengelupas tanpa adanya lenting
  • Bagian daging terlihat melepuh
  • Rasa tidak nyaman
  • Demam
  • Ruam atau lenting menyebar ke mata, mulut, dan kelamin.
  • Sesak napas 

Anda harus menghubungi dokter setiap kali Anda mengalami gejala yang tak terduga dari penggunaan obat. Anda masih harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain untuk gejala Anda.

Jika Anda dapat mengunjungi dokter saat mengalami reaksi, hal ini mungkin dapat membantu dokter memastikan penyebab gejala Anda dan juga menentukan perawatan terbaik atau untuk menemukan obat pengganti.

Penyebab

Apa penyebab alergi obat?

Alergi obat disebabkan oleh reaksi dari sistem kekebalan terhadap zat kimia pada obat-obatan.

Sistem imun Anda salah mengenali obat-obatan sebagai zat kimia yang berbahaya dan menyerangnya dengan melepaskan antibodi dan histamin. Kombinasi dari antibodi dan histamin inilah yang kemudian menimbulkan gejala reaksi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kemunculan gejala alergi cenderung lebih sering terjadi akibat penggunaan beberapa obat berikut ini:

  • Antibiotik, seperti penisilin
  • Aspirin dan obat antinyeri nonsteroid (NSAID)
  • Obat-obatan kemoterapi kanker
  • Obat-obatan untuk penyakit autoimun, seperti obat rematik (rheumatoid arthritis)
  • Krim atau losion kortikosteroid
  • Obat-obatan HIV/AIDS
  • Produk obat/suplemen/vitamin yang mengandung bee pollen
  • Echinacea, herbal yang biasa digunakan untuk masuk angin
  • Pewarna yang digunakan untuk tes imaging (radiocontrast media)
  • Opiat untuk mengatasi nyeri kronis
  • Obat bius lokal

Faktor-faktor risiko

Apa yang menyebabkan saya beriko mengalami kondisi ini?

Siapapun dapat mengalami alergi terhadap suatu obat atau zat lainnya pada usia berapa pun. Anda mungkin menjadi alergi terhadap obat yang telah digunakan berkali-kali sebelumnya tanpa efek samping.

Alasan mengapa orang mengalami alergi tidak sepenuhnya dipahami. Namun, berikut adalah faktor risiko yang sering menjadi penyebab alergi obat-obatan:

1. Keturunan genetik

Faktor keturunan meningkatkan risiko Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat yang diberikan. Misalnya jika Anda dan pasangan mengalami alergi obat tersebut, anak Anda berisiko 75% berisiko mengalami hal yang sama. 

3. Pernah mengalami hipersensitivitas obat

Menurut World Allergy, beberapa orang yang pernah mengalami hipersensitivitas pada obat tertentu biasanya juga memiliki risiko untuk mengembangkan sensitivitas atau alergi terhadap obat-obatan lainnya .

5. Faktor lainnya

  • Anda punya alergi lainnya, seperti alergi makanan atau debu
  • Menggunakan obat yang mirip dengan obat yang sebelumnya digunakan dan telah memiliki reaksi alergi pada obat tersebut
  • Anda memiliki asma

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis alergi obat yang Anda alami?

Alergi obat-obatan dapat didiagnosis melalui:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa reaksi fisik terhadap obat-obatan seperti tanda-tanda ruam dan lenting, atau mendengarkan detak jantung serta memeriksa saluran pernapasan Anda.

Dokter juga akan menanyakan sejarah reaksi alergi, sejarah pengobatan, dan kondisi  Anda.

Jika Anda alergi terhadap obat lainnya dengan kandungan yang sama, Anda mungkin memiliki alergi terhadap jenis obat tersebut.

2. Tes kulit

Dokter mungkin akan melakukan tes laboratorium untuk mengetahui Anda memiliki alergi terhadap kandungan apa. Tes kulit dapat menjadi salah satu cara mendiagnosis alergi obat yang Anda alami. 

Dengan tes kulit, ahli alergi atau perawat memberikan sejumlah ekstrak alergen obat yang dicurigai sebagai penyebab reaksi. Dokter bisa memberikan tes dengan uji tusuk (skin prick test), tes tempel (skin patch test), atau suntikan ke kulit. 

Hasil reaksi alergi yang positif umumnya akan menyebabkan benjolan merah dan gatal. Hasil positif menunjukkan Anda mungkin memiliki alergi obat.

Sedangkan hasil tes yang negatif umumnya tidak selalu jelas. Untuk beberapa obat, hasil tes negatif biasanya menandakan Anda tidak alergi terhadap obat tersebut.

3. Tes darah

Dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan tes tambahan seperti tes darah untuk memastikan diagnosis alergi Anda. 

Walaupun ada tes darah untuk mendeteksi reaksi alergi terhadap beberapa obat, tes ini jarang digunakan karena tingkat akurat atau tidaknya terbatas.Tes ini dapat digunakan jika ada kekhawatiran tentang reaksi parah terhadap tes kulit.

Bagaimana hasil pemeriksaan dokter?

Ketika dokter Anda menganalisis tes Anda, umumnya hanya ada beberapa hasil kesimpulan berikut:

  • Anda memiliki alergi
  • Anda tidak memiliki alergi 
  • Anda mungkin memiliki alergi, namun belum pasti dan dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulan ini dapat membantu dokter Anda dan Anda dalam membuat keputusan perawatan serta pengobatan di masa depan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati alergi obat?

Pengobatan yang paling penting adalah menghentikan penggunaan obat penyebab reaksi alergi muncul. Setelahnya, alergi obat dapat ditangani dengan minum obat berikut ini:

1. Minum obat antihistamin

Saat bertemu dengan alergen obat, tubuh Anda akan mengeluarkan histamin sebagai tanda bahaya. Pelepasan histamin dapat memicu gejala alergi seperti bengkak, gatal, atau iritasi. Maka itu, tubuh Anda memerlukan penawarnya, yaitu  obat antihistamin. Obat antihistamin menghambat produksi histamin keluar dari dalam tubuh, sembari membantu meredakan reaksi.

2. Minum obat kortikosteroid

Selain antihistamin, alergi obat juga dapat diredakan dengan minum obat kortikosteroid. Pasalnya, kondisi alergi ini dapat menyebabkan pembengkakan saluran udara dan gejala serius lainnya. Maka itu, Anda membutuhkan obat  kortikosteroid yang dapat membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab reaksi gejala muncul.

3. Minum obat Bronkodilator

Jika alergi obat Anda menyebabkan mengi atau batuk, dokter Anda mungkin menyarankan bronkodilator. Obat ini akan membantu membuka saluran udara Anda dan membuat bernapas jadi lebih mudah. Bronkodilator tersedia dalam bentuk cair dan bubuk untuk digunakan dalam inhaler atau nebulizer.

4. Suntikan epinefrin

Pada kasus alergi obat-obatan yang sudah parah, Anda dapat mengalami gejala syok anafilaktik. Kondisi ini berbahaya karena dapat mengancam nyawa karena membuat napas jadi sesak, tekanan darah menurun, dan denyut nadi melemah. Maka dari itu diperlukan penanganan segera dengan EpiPen.

Orang yang sudah pernah mengalami atau berisiko mengalami kondisi syok anafilaktik akan diberikan suntikan epinefrin sebagai obat darurat. Obat ini harus disuntikkan saat gejala anafilaktik muncul.

Setelah gejala membaik, orang yang mengalami anafilaktik harus tetap segera ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

5. Desensitisasi

Desensitisasi pada dasarnya bukan lah pengobatan pasti alergi obat. Perawatan ini dirancang agar tubuh Anda untuk sementara waktu dapat mentoleransi alergen obat. 

Sebagai contoh, selama desensitisasi penisilin, sejumlah kecil penisilin disuntikkan secara berkala pada tingkat yang semakin besar sampai sistem kekebalan tubuh Anda belajar mentoleransi obat tersebut. 

Misalnya, dokter akan memberikan desensitisasi obat  dimulai dengan dosis kecil dan kemudian ditingkatkan secara bertahap setiap 15 hingga 30 menit dalam beberapa jam atau hari.

Setelah dilihat seberapa besar tingkat reaksi, dokter akan menguji dan mengukur di dosis mana alergi Anda mulai bereaksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi obat?

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk alergi obat adalah berhenti minum obat yang menyebabkan reaksi muncul. Bicarakan pada dokter apakah ada obat jenis lain untuk mengobati kondisi Anda. 

Berikut adalah gaya hidup, pengobatan rumahan, dan pencegahan reaksi alergi yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi:

  • Ketahui obat apa yang dapat memicu alergi. Hindari mengonsumsi obat-obatan ini setelah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan alternatifnya yang lebih aman.
  • Pastikan untuk memberi tahu kondisi Anda ke semua tenaga medis terkait, termasuk dokter gigi, perawat, atau apoteker yang akan meresepkan obat.
  • Pertimbangkan untuk membawa kartu, mengenakan gelang atau kalung yang mengidentifikasi alergi apa yang Anda alami. Dalam keadaan darurat, informasi ini dapat menyelamatkan hidup Anda.
  • Simpan daftar semua obat yang Anda pakai.
  • Jangan gunakan obat orang lain atau memberikan obat Anda ke orang lain

Jika Anda memiliki reaksi alergi obat yang ringan, ambil langkah-langkah untuk meredakan gejala seperti gatal. Mandi dengan air dingin, atau gunakan kompres dingin. Kenakan pakaian ringan yang tidak mengganggu kulit Anda. Jauhi sabun dan deterjen yang kuat, yang dapat memperburuk gatal.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 30, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca