home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Psoriasis merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan peradangan pada kulit, serta adanya peningkatan produksi sel-sel kulit akibat sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Di sisi lain, penderita psoriasis disebut-sebut kerap mengalami kesulitan tidur (insomnia). Sebenarnya, apa hubungan psoriasis dengan insomnia? Lalu, mengapa penderita psoriasis mengalami insomnia? Simak penjelasan di bawah ini.

Apa hubungan psoriasis dengan insomnia?

Penderita psoriasis akan merasakan gatal pada kulit serta memiliki kondisi kulit yang menebal, kering, pecah-pecah, dan bersisik. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kulit yang sulit disembuhkan.

Psoriasis dengan insomnia memiliki hubungan yang berkesinambungan. Secara garis besar, gatal dan rasa sakit pada psoriasis dapat menyebabkan seseorang memiliki tidur yang tidak berkualitas, atau bahkan insomnia.

Penderita psoriasis kerap mengalami insomnia dibuktikan oleh sebuah studi yang dimuat dalam British Journal of Dermatology. Penelitian ini mengungkap 25% orang yang menderita psoriasis memiliki masalah insomnia, sementara yang tidak menderita psoriasis hanya 10,5% yang mengalami insomnia.

Adapun insomnia menyebabkan penderita psoriasis mengalami stres, akan dapat memperparah psoriasis yang dideritanya. Bila gatal dan rasa sakit pada psoriasis tidak diatasi, insomnia yang diderita seseorang pun bisa semakin parah.

Bagaimana penderita psoriasis bisa tidur berkualitas?

Meskipun memang benar terdapat hubungan antara psoriasis dengan insomnia, tetapi penderita penyakit psoriasis masih bisa memiliki tidur yang berkualitas, bila mendapat penanganan yang tepat. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

  • Mandi air hangat dan pakai pelembap kulit

Untuk mengurangi rasa gatal yang dirasakan penderita psoriaris, maka mandi air hangat, bukan air panas. Air panas akan membuat kulit semakin kering dan justru bisa memperparah psoriasis. Gunakan pelembap kulit begitu selesai mandi untuk mencegah kulit kering seusai mandi.

  • Gunting kuku secara teratur

Penderita psoriasis pun perlu menggunting kukunya secara rutin. Jangan sampai kuku yang panjang melukai kulit. Hal ini kerap terjadi ketika tangan secara tidak sadar menggaruk kulit yang gatal saat tidur.

  • Lakukan kebiasaan tidur yang baik

Sambil mengurangi rasa gatal pada tubuh, upayakan untuk membangun kebiasaan tidur yang baik. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengurangi stres. Lakukan hal-hal yang bisa melepas rasa stres, seperti berbicara dengan orang terdekat, beribadah atau berdoa, atau hal lainnya.

  • Gunakan obat gatal sesuai saran dokter

Gatal merupakan faktor utama sulitnya penderita psoriasis mendapat tidur yang berkualitas. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi masalah gatal ini agar tidak lagi mengalami insomnia. Penderita psoriasis perlu menanyakan kepada dokter apa perawatan yang tepat untuk dirinya. Biasanya dokter akan memberikan obat psoriasis topikal atau obat oles untuk mengurangi peradangan dan rasa gatalnya.

  • Lakukan terapi ultraviolet atau berjemur di bawah sinar matahari

Selain dengan obat dari dokter untuk mengatasi gatal, ada pula terapi lain yang bisa dilakukan, yaitu terapi cahaya atau fototerapi. Terapi cahaya dilakukan dengan memberi paparan sinar ultraviolet pada kulit yang terkena psoriasis. Namun, hal paling mudah yang bisa dilakukan dengan metode ini adalah berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D langsung dari matahari.

Selain melakukan hal-hal di atas, penderita psoriasis pun perlu menjaga pola makan dengan baik. Dengan pola makan yang sehat, kambuh psoriasis pun bisa berkurang. Penderita psoriasis juga perlu mengubah kebiasaannya yang membuat selama ini sulit tidur. Anda sebaiknya menghindari minum kopi pada malam hari, mematikan televisi, komputer, atau telepon genggam sebelum tidur dan matikan lampu saat mau tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

EverydayHealth.com. (2020). Help, I Can’t Sleep! The Psoriasis-Insomnia Connection. [online] Available at: https://www.everydayhealth.com/columns/howard-chang-the-itch-to-beat-psoriasis/help-cant-sleep-psoriasis-insomnia-connection/ [Accessed 6 Mar. 2020].

Healthcentral.com. (2020). What Is Nail Psoriasis And How Do You Treat It?. [online] Available at: https://www.healthcentral.com/article/what-you-need-to-know-about-nail-psoriasis [Accessed 6 Mar. 2020].

EverydayHealth.com. (2020). 6 Inconvenient Skin Treatments I’ve Tried for Psoriasis. [online] Available at: https://www.everydayhealth.com/columns/howard-chang-the-itch-to-beat-psoriasis/inconvenient-skin-treatments-ive-tried-psoriasis/ [Accessed 6 Mar. 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 02/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x