Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Microblading Alis, Prosedur Kecantikan untuk Memperoleh Alis Tebal

Microblading Alis, Prosedur Kecantikan untuk Memperoleh Alis Tebal

Untuk membuat tampilan alis lebih sempurna, ada banyak cara yang dapat Anda pilih. Setelah sulam alis dan tato alis, prosedur kecantikan yang saat ini jadi favorit banyak orang adalah microblading.

Sebelum Anda melakukan microblading alis, cari tahu dahulu efek ketahanannya pada kulit.

Apa itu microblading alis?

Microblading adalah prosedur tato kosmetik untuk membuat alis tampak lebih tebal dan berisi. Prosedur ini dikenal juga sebagai sulam alis 3D, microstroking, dan makeup semipermanen.

Microblading bertujuan untuk merapikan dan membentuk alis mata agar terlihat alami. Jadi, Anda tak lagi perlu repot-repot menggunakan riasan untuk memberikan kesan tebal dan rapi pada alis.

Tidak seperti tato alis tradisional yang bersifat permanen, microblading menggunakan alat khusus dan tinta yang lebih sedikit.

Efek tebal pada alis lama-kelamaan akan berkurang dan Anda perlu mengulang prosedur ini.

Prosedur microblading secara umum aman bagi orang dengan kulit dan tubuh yang sehat.

Namun, orang dengan gangguan perdarahan, penyakit tiroid, eksim, atau herpes zoster dan herpes simpleks sebaiknya tidak melakukan prosedur ini.

Orang-orang yang alergi tinta serta mengonsumsi obat jerawat roaccutane sebaiknya juga tidak melakukan microblading. Pasalnya, prosedur ini bisa menimbulkan cedera pada kulit.

Prosedur microblading alis

cara membentuk alis, sulam alis, tato alis, cabut alis

Sebelum hari dilakukannya prosedur, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter kulit dan praktisi kecantikan di klinik tersebut.

Ia akan menjelaskan seperti apa prosedur microblading, risikonya, hingga warna dan gaya alis yang bisa Anda pilih.

Sebelum mulai melakukan microblading, praktisi kecantikan akan mengoleskan salep khusus yang membuat area alis Anda mati rasa.

Salep ini juga membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.

Begitu Anda merasa nyaman, prosedur microblading akan dimulai. Microblading alis menggunakan alat bantu mirip pena yang berisikan 7–16 (atau lebih) jarum berukuran mikro (sangat kecil).

Jarum ini nantinya bisa meniru bentuk rambut alis dengan menciptakan goresan tipis di atas kulit.

Anda mungkin akan merasakan gesekan pada area alis, tapi seluruh proses ini umumnya hanya menimbulkan sedikit rasa sakit.

Berapa lama efek microblading bertahan?

Microblading tidak menciptakan hasil permanen. Hasil microblading hanya bertahan selama 1-3 tahun. Lama-kelamaan, pigmen warna yang dihasilkan microblading akan memudar.

Jika Anda berniat mempercantik alis dengan prosedur ini, rajin-rajinlah mengulangnya (retouch) agar alis tetap terlihat sempurna.

Biasanya, praktisi kecantikan akan menyarankan Anda untuk melakukan retouch tiap enam bulan, tergantung jenis kulit dan keinginan masing-masing.

Efek microblading cenderung cepat hilang pada orang yang memiliki kulit berminyak. Pasalnya, produksi minyak berlebih pada kulit bisa membuat pigmen yang dibuat lebih sulit menempel dan bertahan lama.

Pemilik kulit berminyak sebetulnya boleh saja melakukan microblading alis. Hanya saja, Anda harus melakukan perawatan alis yang ekstra.

Hasil microblading mungkin juga tidak bertahan lama sehingga Anda harus lebih sering melakukan retouch.

Waktu terbaik untuk melakukan retouch ialah ketika warna alis mulai memudar agar dokter lebih mudah mengisinya kembali.

Biaya yang Anda keluarkan pun lebih murah daripada harus melakukan microblading ulang.

Jika Anda melakukan retouch ketika efek microblading telah benar-benar hilang, dokter butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil serupa.

Terlebih lagi jika Anda harus melakukan perawatan lainnya terlebih dulu, misalnya threading alis.

Efek samping dan risiko microblading

selulitis orbita

Setiap prosedur kecantikan memiliki risiko dan efek samping, terutama yang melibatkan penggunaan tinta pada kulit seperti microblading alis.

Maka dari itu, pastikan Anda telah berkonsultasi kepada dokter kulit dan ahli kecantikan sebelum menjalani prosedur ini.

Risiko microblading sebenarnya kecil jika dilakukan oleh praktisi yang terlatih.

Meski begitu, US Food and Drug Administration (FDA) yang setara dengan Badan Pengawas obat dan Makanan RI (BPOM RI) tetap mengingatkan adanya risiko berikut ini.

  • Reaksi alergi terhadap tinta yang dimasukkan ke dalam kulit.
  • Penularan penyakit infeksi, seperti infeksi bakteri, hepatitis, atau infeksi HIV.
  • Risiko gagalnya microblading jika tidak dilakukan oleh praktisi yang terlatih.
  • Pembentukan granuloma, yaitu benjolan-benjolan mengandung sel darah putih yang terbentuk di sekitar area kulit yang ditato.
  • Pembentukan jaringan keloid di sekitar alis.

Microblading alis merupakan prosedur kecantikan untuk menyempurnakan tampilan alis mata.

Prosedur ini pada dasarnya aman bagi kebanyakan orang, tapi Anda tetap harus memahami segala risikonya.

Guna mengurangi kemungkinan efek samping, pastikan Anda menjalani microblading alis di klinik kecantikan resmi yang tersertifikasi.

Pastikan juga praktisi yang menangani Anda telah terlatih dalam melakukan prosedur ini.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tattoos & Permanent Makeup: Fact Sheet. (2020). Retrieved 16 February 2022, from https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetic-products/tattoos-permanent-makeup-fact-sheet

CosmeticTattoo.org, ©. (2022). Regulatory Issues : MicroBlading. Retrieved 16 February 2022, from http://www.cosmetictattoo.org/article/regulatory-issues-microblading.html

What is Eyebrow Microblading? – Microblading Hub. (2017). Retrieved 16 February 2022, from https://www.microbladinghub.com/what-is-eyebrow-microblading/

The Difference Between Permanent Makeup and Microblading. (2017). Retrieved 16 February 2022, from https://www.microbladinghub.com/permanent-makeup-vs-microblading-whats-the-difference/

Microblading Fact Sheet – Society for Permanent Cosmetic, Micropigmentation, Permanent Makeup, Microblading and Cosmetic Tattoo Professionals. (2022). Retrieved 16 February 2022, from https://www.spcp.org/information-for-technicians/spcp-guidelines/microblading-fact-sheet/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Mar 15
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro