Sebelum Perawatan Keratin Rambut, Simak Dulu Faktanya Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keratin berperan dalam menjaga rambut Anda agar tetap sehat dan berkilau. Pertambahan usia dan gaya hidup, dapat mengakibatkan produksi keratin dalam tubuh menurun. Akibatnya rambut menjadi kusam, rusak, dan sulit diatur. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa orang mencoba melakukan perawatan keratin rambut. Perawatan tersebut dapat membuat rambut Anda lebih halus dan mudah diatur.

Apa itu perawatan keratin rambut?

Keratin adalah protein alami yang terdapat dirambut. Tak hanya di rambut, keratin juga terdapat di gigi dan kuku. Keratin inilah yang berperan untuk menjaga kesehatan rambut Anda.

Namun, seiring bertambahnya usia dan seringnya rambut Anda terpapar styling tools juga zat kimia, maka jumlah keratin pada rambut akan berkurang. Bahkan bisa hilang seutuhnya apabila rambut sudah pernah di-bleaching. Perawatan ini memiliki fungsi untuk memperbaiki rambut yang rusak dan membuat rambut tampak lebih berkilau serta mudah untuk diatur.

Mengapa memilih perawatan rambut keratin?

Perawatan rambut keratin akan membuat Anda mendapatkan rambut yang mudah diatur. Jadi Anda tidak memerlukan produk rambut berbahan kimia seperti hair spray untuk menata rambut. Anda juga tidak perlu menata rambut Anda menggunakan alat pelurus rambut karena rambut Anda akan terlihat lebih lurus setelah melakukan perawatan ini.

Proses perawatan keratin rambut dengan menggunakan keratin buatan akan membuat rambut jadi lembut, tidak kering seperti proses pelurusan berbasis bahan kimia lainnya. Selain itu, lapisan keratin juga berfungsi melindungi batang rambut, rambut Anda akan terhindar dari matahari dan polusi yang bisa menyebabkan kutikula rambut rusak.

Proses perawatan keratin rambut

Perawatan keratin rambut dilakukan dengan mengaplikasikan cairan keratin mulai dari kulit kepala hingga batang rambut. Tentunya sebelum melakukan perawatan ini, rambut dicuci bersih terlebih dahulu. Setelah itu, biarkan cairan keratin meresap di rambut Anda sekitar 20 menit.

Kemudian rambut dikeringkan dan dilakukan proses pelurusan rambut dengan menggunakan alat pemanas besi. Perawatan ini memerlukan waktu sekitar 90 menit atau disesuaikan dengan seberapa panjang rambut Anda.

Setelah selesai melakukan perawatan ini, Anda tidak diperbolehkan mencuci rambut selama tiga sampai empat hari. Sebab hal ini dapat mencegah keratin untuk menyerap dan bekerja optimal. Sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan ahlinya sebelum Anda mencoba melakukan perawatan ini.

Hampir semua jenis rambut bisa melakukan perawatan ini. Tapi jika Anda memiliki helaian rambut yang tipis dan halus, sebaiknya menghindari perawatan ini karena akan membuat rambut Anda terlihat lepek.

Berapa lama perawatan keratin rambut akan bertahan?

Perawatan rambut ini akan bertahan sekitar dua setengah bulan. Memang lebih singkat dibandingkan proses pelurusan rambut berbahan kimia lainnya, tetapi perawatan keratin rambut ini diklaim lebih aman untuk rambut Anda.

Adakah efek samping perawatan keratin rambut?

Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan ahli kulit sebelum Anda melakukan perawatan ini, jika Anda memilki psoriasis atau dermatitis seboroik.

Anda mungkin pernah mendengar tentang formaldehid di produk keratin salon. Formaldehid telah dikaitkan dengan masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang rutin bekerja dengannya. Perhatian kesehatan tentang formaldehida dalam produk keratin adalah tentang pekerja salon, bukan orang yang mendapatkan perawatan rambut keratin.

Berapa banyak formaldehid yang ada dalam produk ini? Tentu berbeda-beda, tergantung jenis produknya.  Dilansir dari situs kesehatan WebMD, sebagian besar perusahaan yang mengeluarkan produk perawatan keratin menggunakan tingkat yang aman. Tetapi bagian yang jadi masalah dan di mana perawatan ini mendapat menjadi buruk adalah jika salon mencampur produk tersebut dengan lebih banyak formaldehid.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Apakah Anda mengalami sakit kepala setelah cabut gigi? Mungkin dua alasan ini penyebabnya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Detoks Rambut untuk Menjaga Kesehatan dan Keindahannya

Selain tubuh, rambut juga perlu didetoks, lho! Bagaimana cara melakukan detoks rambut dan benarkah bisa bikin rambut makin sehat terawat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit