backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

9 Cara Menghilangkan Bulu di Wajah dan Efek Sampingnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 26/01/2022

9 Cara Menghilangkan Bulu di Wajah dan Efek Sampingnya

Kebanyakan orang memiliki bulu-bulu halus yang kerap tumbuh di area yang kurang sedap dipandang mata, termasuk di sekitar wajah. Agar kulit terlihat lebih bersih, ada sejumlah cara menghilangkan bulu di wajah yang bisa Anda lakukan.

Beragam cara menghilangkan bulu di wajah

Pria dan wanita bisa mengalami pertumbuhan bulu-bulu halus di wajah mereka. Hal ini dapat terjadi pada bagian, seperti dagu, tepi pipi, atau di atas bibir layaknya kumis. 

Setidaknya terdapat beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan bulu wajah, baik yang dilakukan sendiri di rumah maupun perlu ke klinik kecantikan.

Untuk mengetahui setiap manfaat dan efek sampingnya, simak pembahasan berikut ini.

1. Mencukur bulu

pisau cukur

Mencukur merupakan salah satu cara tercepat dan termudah untuk menghilangkan bulu halus di wajah Anda. Namun, hal ini tidak akan menghilangkan rambut sampai ke akarnya.

Ketika bercukur, pisau cukur hanya meratakan bulu-bulu pada permukaan kulit. Bercukur juga berisiko mengelupas kulit sehingga memicu luka dan iritasi.

Rambut tumbuh ke dalam juga menjadi efek samping mencukur yang perlu Anda perhatikan.

Meski begitu, mencukur ampuh untuk mendapatkan kulit wajah bebas bulu secara instan. Hal ini umumnya bertahan sekitar 1–3 hari sebelum Anda harus bercukur ulang.

2. Mencabut bulu

Mencabut bulu menjadi alternatif lain yang cukup efektif dan murah untuk menyingkirkan bulu di wajah. Anda bisa melakukannya di rumah dengan bantuan pinset.

Tidak seperti pisau cukur, pinset bisa mencabut atau menarik rambut sampai akarnya. Hal ini membuat hasil mencabut bulu bertahan lebih lama, yakni sekitar 2–8 minggu.

Akan tetapi, cara menghilangkan bulu di wajah ini membutuhkan waktu lebih lama. Mencabut bulu juga bisa memicu rasa sakit dan rambut tumbuh ke dalam seperti bercukur.

3. Epilator

Epilator bisa Anda gunakan untuk memperoleh hasil yang lebih cepat daripada mencabut bulu dengan pinset.

Perangkat ini bekerja mirip pinset yang bisa mencabut rambut sampai ke akarnya. Perbedaannya, epilator mampu mencabut banyak rambut sekaligus.

Menghilangkan bulu di wajah dengan epilator juga memberikan hasil yang tahan lama. Anda bisa memiliki tampilan kulit wajah yang bersih dan bebas bulu setidaknya selama 4–8 minggu. 

Bulu yang tumbuh kembali bahkan bisa lebih lembut dan halus sehingga jadi kurang terlihat pada wajah Anda.

4. Waxing

waxing untuk bulu wajah

Waxing merupakan cara menghilangkan bulu di wajah yang populer. Perawatan dilakukan dengan mengoleskan lilin ke kulit, lalu ditarik secara cepat untuk mencabut bulu-bulunya.

Hasil kulit wajah yang mulus setelah waxing umumnya bertahan hingga 4–8 minggu. Setelahnya, Anda cukup pastikan untuk merawat kulit wajah Anda dengan baik.

Hindari produk perawatan dengan bahan kimia kasar atau eksfoliasi. Hal ini untuk mencegah iritasi karena waxing akan mengangkat lapisan pelindung pertama kulit.

Untuk menghindari risiko waxing lainnya, Anda lebih baik melakukan perawatan ini di klinik kecantikan dengan dokter atau terapis berpengalaman.

5. Threading

Prosedur threading memiliki teknik seperti waxing, yakni dengan mencabut bulu di wajah untuk efek yang lebih tahan lama daripada bercukur. 

Seorang terapis kecantikan akan menggulung dua benang katun untuk mengangkat bulu yang tidak diinginkan, seperti pada prosedur threading alis.

Threading umumnya tidak sesakit waxing karena tidak akan mengangkat lapisan teratas kulit. 

Jadi, Anda mungkin bisa mempertimbangkan perawatan kulit wajah ini bila kapok melakukan waxing. Hasil perawatan ini bisa bertahan hingga 4–8 minggu.

6. Depilatori

Depilatori atau hair removal cream menawarkan metode menghilangkan bulu tanpa rasa sakit dengan krim, losion, atau gel yang Anda oleskan ke permukaan kulit.

Krim topikal ini mengandung bahan kimia, seperti titanium dioksida dan barium sulfida untuk memecah protein rambut sehingga mudah larut dan hilang.

Jika Anda baru menggunakan depilatori pertama kali, lakukanlah uji tempel kulit selama 24 jam untuk melihat tanda-tanda alergi kulit yang mungkin terjadi.

Kalau alergi tidak terjadi, barulah gunakan krim ini untuk menghilangkan bulu di wajah. Hasil dari perawatan ini umumnya bertahan hingga dua minggu.

7. Krim topikal resep

Selain krim yang dijual bebas, Anda juga dapat menggunakan krim topikal untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang diresepkan oleh dokter.

Krim dengan bahan aktif eflornithine hydrochloride ini bisa Anda gunakan setelah melakukan cara menghilangkan bulu di wajah lainnya, seperti waxing atau threading.

Oleskan krim ke wajah sebanyak dua kali sehari untuk memperoleh hasil selama 4–8 minggu.

Sama seperti depilatori, krim topikal ini juga dapat menyebabkan alergi kulit dengan gejala, seperti kulit ruam, gatal, kemerahan, hingga pecah-pecah.

8. Terapi laser

laser hair removal

Terapi laser atau laser hair removal menggunakan sinar laser untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan, seperti pada bagian bibir atas, jambang, dan dagu.

Laser memancarkan cahaya yang diserap oleh melanin atau pigmen warna rambut. Seiring waktu, hal ini akan menghancurkan folikel sehingga rambut tidak akan tumbuh kembali. 

Anda membutuhkan paling tidak enam kali perawatan selama 30 menit. Hal ini memberikan hasil rambut yang halus dan tipis, bahkan tidak akan tumbuh selama enam bulan.

Laser hair removal dapat menimbulkan efek samping, seperti iritasi dan perubahan pigmen kulit. Bahkan, penggunaan pada sekitar mata bisa menyebabkan kebutaan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan ini di bawah pengawasan dokter.

9. Elektrolisis

Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang permanen, elektrolisis merupakan cara menghilangkan bulu di wajah yang dapat Anda pertimbangkan.

Perawatan ini menggunakan jarum halus yang masuk ke dalam folikel rambut. Lalu, arus listrik akan dialirkan untuk menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan rambut.

Umumnya, Anda membutuhkan perawatan selama setiap 1–2 minggu sekali untuk memperoleh hasil kulit wajah bersih dari bulu secara permanen.

Elektrolisis tergolong prosedur yang aman. Meski begitu, tetap saja ada sejumlah risiko efek samping, seperti infeksi kulit, luka bakar, dan jaringan parut.

Pertumbuhan bulu halus di wajah tentu akan mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, terlebih bagi kalangan wanita.

Untuk memperoleh hasil terbaik, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mengetahui cara menghilangkan bulu di wajah mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 26/01/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan