Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Willow Bark, Obat Jerawat Alami dari Kulit Pohon Dedalu

Manfaat Willow Bark, Obat Jerawat Alami dari Kulit Pohon Dedalu

Anda yang memiliki masalah dengan jerawat mungkin sudah tak asing dengan produk skin care mengandung asam salisilat. Namun, tahukah Anda bahwa ada asam salisilat alami dalam bahan herbal yang disebut willow bark?

Selain membantu mengatasi jerawat, willow bark juga memiliki manfaat lain untuk kesehatan kulit.

Apa saja manfaat tersebut dan dari produk apa Anda bisa mendapatkannya? Berikut informasi selengkapnya.

Manfaat willow bark untuk kulit

willow bark untuk kulit

Willow bark adalah bahan herbal yang berasal dari ekstrak kulit pohon willow (dedalu).

Ada banyak jenis tumbuhan dedalu yang digunakan untuk membuat willow bark, antara lain dedalu putih, dedalu hitam, crack willow, dan weeping willow.

Kulit pohon dedalu telah digunakan sebagai obat tradisional sejak tahun 400 sebelum masehi. Orang-orang zaman dahulu mengunyah kulit tumbuhan ini untuk mengurangi demam dan peradangan, termasuk radang kulit.

Kini, ekstrak willow bark dimanfaatkan sebagai kandungan dalam berbagai produk skin care. Berikut berbagai manfaatnya bagi kulit.

1. Eksfoliator kulit yang lebih lembut

Kulit pohon dedalu kaya akan salicin, yakni zat yang memiliki cara kerja seperti asam salisilat. Salicin dan asam salisilat sama-sama dapat mengeksfoliasi (mengelupas kulit mati), tapi salicin merupakan eksfoliator alami yang lebih lembut.

Senyawa ini akan membersihkan lapisan kulit mati sehingga wajah tampak lebih cerah dan bersih.

Karena sifatnya yang lembut dan tidak mengiritasi, salicin juga cocok untuk orang dengan tipe kulit yang sensitif atau kering.

2. Membantu mengatasi jerawat

jerawat di pipi

Salah satu alasan mengapa willow bark kerap digunakan untuk mengatasi bengkak dan nyeri adalah karena kandungan zat antiradangnya.

Dalam skin care, zat antiradang ini amat berguna untuk mengatasi jerawat dan iritasi kulit.

Selain itu, kulit pohon dedalu juga mengandung antioksidan berupa polifenol dan tanin. Sifat antibakteri polifenol bisa membantu mencegah timbulnya jerawat, sedangkan tanin mengurangi produksi minyak berlebih yang kerap menyumbat pori-pori.

3. Membantu mencegah penuaan dini

Penuaan kulit merupakan hal yang wajar. Namun, tanda-tanda penuaan kulit dapat muncul lebih awal jika kulit Anda sering terpapar oleh radikal bebas dari lingkungan.

Radikal bebas bisa merusak DNA kulit dan menyebabkan peradangan. Lama-kelamaan, efeknya memunculkan ciri penuaan yang mencakup garis-garis halus, keriput, hiperpigmentasi.

Kabar baiknya, sebuah penelitian dalam Journal of Cosmetic Dermatology menemukan bahwa salicin dalam willow bark berpotensi mencegah tanda penuaan dini.

4. Mengurangi kemerahan dan menenangkan kulit

Artikel Kesehatan Seputar Jerawat

Jika Anda memiliki masalah dengan kulit yang merah dan meradang, produk skin care mengandung ekstrak dedalu bisa jadi solusinya. Pasalnya, kandungan polifenol dalam bahan herbal ini cukup ampuh mengatasi radang yang menyerang kulit.

Karena sifat antioksidannya yang kuat, polifenol juga berpotensi mengatasi radang dan kemerahan akibat eksim, psoriasis, serta rosacea.

Namun, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter kulit terlebih dulu untuk memastikan kecocokannya dengan kulit Anda.

5. Membantu mengencangkan pori-pori

Ekstrak willow bark mengandung tanin yang tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, tapi juga astringen alami.

Astringen merupakan bahan yang dapat menyempitkan atau mengecilkan jaringan tubuh, termasuk pori-pori kulit.

Itulah sebabnya produk yang mengandung willow bark dapat membantu mengencangkan kulit dan pori-pori. Dengan begitu, kulit bisa tampil bersih, cerah, dan bebas komedo.

Cara menggunakan willow bark untuk kulit

fungsi toner

Ekstrak willow bark biasanya terkandung dalam toner, terutama toner yang berfungsi sebagai eksfoliator kulit.

Anda dapat mengoleskan toner pada wajah secara langsung menggunakan jari maupun menempelkannya ke kapas terlebih dulu.

Selain toner, produk lain yang mungkin mengandung ekstrak kulit dedalu ialah masker atau serum pelembap.

Ekstrak kulit dedalu umumnya menjadi bahan tambahan yang mendukung fungsi zat pelembap seperti gliserin, ceramide, atau aloe vera.

Anda dapat mengombinasikan ekstrak kulit willow dengan hampir semua jenis produk dalam rutinitas skin care harian.

Perlu diingat bahwa eksfoliator seperti willow bark bisa membuat kulit sedikit kering, jadi pastikan Anda memakai moisturizer yang sesuai.

Untuk mendapatkan hasil optimal, hindari produk lain yang mengandung asam salisilat atau bahan aktif lain yang mengganggu kerja asam salisilat. Bahan-bahan aktif tersebut antara lain retinol (retinoid) dan vitamin C.

Willow bark merupakan bahan herbal dari kulit tumbuhan dedalu yang memiliki banyak manfaat.

Sebagai kandungan produk skincare, bahan ini mampu mengurangi radang, menenangkan kulit, serta mencegah dan mengatasi jerawat.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acne – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047

Willow bark Information | Mount Sinai – New York. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://www.mountsinai.org/health-library/herb/willow-bark

Willow bark. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/complementary-and-alternative-treatments/types-of-complementary-treatments/willow-bark/

Salicylic Acid Topical: MedlinePlus Drug Information. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607072.html

Gopaul, R., Knaggs, H., Lephart, J., Holley, K., & Gibson, E. (2010). Original Contribution: An evaluation of the effect of a topical product containing salicin on the visible signs of human skin aging. Journal Of Cosmetic Dermatology, 9(3), 196-201. https://doi.org/10.1111/j.1473-2165.2010.00512.x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Jan 31
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro